4 RACUN MEMATIKAN PEMBUNUH MANUSIA

4 RACUN MEMATIKAN PEMBUNUH MANUSIA

Sianida, nama racun yang belakangan ini populer dibicarakan dan menimbulkan rasa penasaran mendalam di berbagai kalangan masyarakat. Racun yang memang dapat dipergunakan untuk membunuh manusia ini menjadi beken setelah diduga dipakai dalam kasus pembunuhan Mirna yang mengalami persidangan berbelit-belit dan tak kunjung selesai yang sampai saat ini sudah 22 kali persidangan dilakukan namun tetap tak menemukan titik temu. Berikut adalah beberapa “teman” sianida yang pernah dipakai untuk mematikan beberapa manusia terkenal sepanjang sejarah.

 

1. Sianida
Sianida tampaknya menjadi sangat populer di Indonesia khususnya setelah kasus terbunuhnya Wayan Mirna setelah menegak kopi vietnam di kafe Olivier. Persidangan yang bertubi-tubi layaknya episode drama menjadi tontonan publik yang kini mencapai rating yang cukup memuaskan bagi salah satu stasiun tv swasta nasional.
    Dahulu sianida dipakai oleh mata-mata (spy) yang terlanjur tertangkap untuk bunuh diri dengan cara mengigit pil sianida. Ada banyak alasan untuk ini. Pertama, sianida ditemukan dalam berbagai macam zat seperti almond, biji apel, aprikot kernel, asap tembakau, insektisida, pestisida dan masih banyak yang lainnya. Pembunuhan dalam kasus ini dapat disalahkan pada kecelakaan rumah tangga, seperti menelan pestisida yang sulit diidentifikasi - dosis fatal sianida bagi manusia adalah 1 mg per kilogram berat badan. Kedua, sianida juga dapat menjadi pembunuh yang cepat: tergantung pada dosis, kematian terjadi hanya dalam 1 sampai 15 menit. Ketiga sianida bekerja dengan memblok jalur pernapasan sel normal sehingga terjadi kematian di tingkat seluler sehingga sulit terdeteksi. Dalam bentuk gas, hidrogen sianida, digunakan oleh Nazi Jerman untuk pembunuhan massal di kamar gas selama Holocaust. Kaisar Nero dari Romawi menggunakannya untuk meracuni lawan-lawan politik.  
Ketika sianida dalam jumlah besar masuk di tubuh, yang diserang adalah sel tubuh, yakni mitokondria. Itu adalah bagian sel yang berperan sebagai paru-paru, yang mengatur oksigen dalam sel. Sianida akan mengganggu enzim sitokrom oksidase, yang berperan penting dalam kinerja mitokondria. Saat enzim sitokrom oksidase terganggu oleh sianida, sel-sel dalam tubuh mengalami kekurangan oksigen. Sel-sel seolah mati lemas. Akhirnya, organ tubuh yang selnya mati lemas juga tidak berfungsi dengan baik.
Organ yang langsung terdampak saat enzim sitokrom oksidase terganggu adalah otak dan jantung. Sebab, keduanya sangat membutuhkan oksigen. Bisa dibayangkan organ-organ tubuh rusak karena sel-sel yang mati lemas. Jantung jadi tidak bisa memompa darah, sedangkan paru-paru kesulitan bekerja mengatur pernapasan. Akhirnya kematian sel saraf yang berujung pada kematian akan terjadi.
Beberapa gejala yang  paling awal terlihat adalah sesak napas, yang terjadi pada 15 detik pertama. Biasanya juga disertai nyeri kepala dan gelisah. Lalu, pada 30 detik hingga 3 menit, korban mulai tidak sadar diri atau sulit bernapas. Pada 5 hingga 8 menit, jantung akan terhenti. Ini bisa berujung pada kematian.
Sianida tidak hanya meracuni saat tertelan. Paparan di kulit pun bisa mematikan karena sianida bisa terserap. Dosis mematikan sianida saat terpapar di kulit adalah 100 mg per kg berat badan. Sementara itu, dosis letal sianida jika masuk ke pembuluh darah adalah 1 mg per kg berat badan.
Sebenarnya, ada beberapa cara untuk menghentikan efek sianida. Namun, itu hanya berlaku jika dosis yang masuk kecil, bila dosisnya besar, apalagi yang sengaja diracun, mustahil bisa diselamatkan. Beberapa bahan kimia dipercaya menjadi antidot atau penangkal sianida. Efeknya adalah mencegah sianida merusak sitokrom oksidase. Dua bahan kimia itu adalah hidroksokobalamin dan natrium tiosulfate. Namun, yang hidroksokobalamin sulit dicari di Indonesia. Pemberian pun harus dilakukan dengan cepat, yakni lewat injeksi di rumah sakit.

2.  Arsenik
Arsenik telah disebut "Raja Segala Racun". Zat ini hampir tidak terdeteksi, sehingga sangat sering digunakan baik sebagai senjata pembunuhan atau sebagai elemen cerita misteri. Racun ini dapat dengan mudah menyatu dalam air, makanan dan sejenisnya. Arsenik telah mengambil banyak nyawa yang terkenal: Napoleon Bonaparte, George ke3 dari Inggris dan Simon Bolivar. Pada catatan lain, arsenik, seperti belladonna, digunakan oleh Victoria untuk alasan kosmetik. Beberapa tetes hal membuat kulit wanita menjadi putih.
    Tepat pada tanggal 7 September 2016 kemarin kita memperingati 12 tahun meninggalnya aktivis HAM tersohor di Indonesia bernama Munir Said Thalib atau lebih akrab dipanggil Munir. Munir berkiprah tidak hanya dalam dunia ke-aktivis-an HAM, namun juga aktif menjadi seorang penulis. Banyak sekali buku - buku karya Munir yang fenomenal pada zamannya, salah satunya adalah buku Membangun Bangsa dan Menolak Militerisme.
    Dibalik kecemerlangan karirnya ada sebuah kejadian tragis yang menimpa Munir. Ia meninggal diatas pesawat Garuda Indonesia pada saat perjalanan ke Belanda pada 7 September 2004, dari hasil otopsi otoritas Belanda, dinyatakan bahwa Munir meninggal akibat keracunan Zat Arsenik (Nama lain : Arsenic, Arsen, Arsenikum) dengan dosis yang fatal.
    Pengertian Arsenik (Arsen, Arsenic, Arsenikum) sendiri adalah  suatu unsur kimia Semilogam golongan VA, berbentuk bubuk putih, dan tanpa rasa serta bau.  Dari sifatnya yang tidak berasa dan berbau itulah yang menjadi alasan para Intelejen atau bahkan pembunuh menggunakan Arsenik (Arsen, Arsenic, Arsenikum) sebagai senjata andalan dalam meracuni korbannya. Sebenarnya diluar dari kegiatan racun-meracun, Arsenik (Arsen, Arsenic, Arsenikum) sering kita jumpai di kehidupan sehari - hari bahkan mungkin sering kita jumpai dalam lingkungan sekitar, seperti digunakan sebagai Pestisida untuk tanaman buah - buahan dan juga di pakai dalam Industri pewarna dan cat.


    Tanda - tanda dan Gejala Keracunan Arsenik (Arsen, Arsenic, Arsenikum) adalah sebagai berikut :
1. Gejala Terkait Perut
    Orang yang terkena racun Arsenik (Arsen, Arsenic, Arsenikum) akan mengalami sakit perut yang hebat, terutama dibagian usus. Penyakitnya meliputi Diare dan penyakit lain, yang juga berpotensi menjalar ke bagian Hati. Seperti hal nya Munir yang pertama kali diduga muntaber dikarenakan ia mulai bolak- balik ke toilet selama di pesawat untuk buang air besa
2. Muntah - Muntah
    Selain Diare, korban juga akan mengalami muntah-muntah akibat keracunan. Muntahan dari korban Arsenik (Arsen, Arsenic, Arsenikum) biasanya berwarna hijau atau kekuningan dengan disertai bercak darah.
3. Masalah Tenggorokan
    Keracunan Arsenik mengakibatkan rasa kering dan sesak pada Tenggorokan, hal ini membuat si korban menjadi kesusahan dalam berbicara dan serak.
4. Organ Kemih
    Dari gejala diatas, ini adalah daerah yang paling berpengaruh. Biasanya pada korban yang keracunan Arsenik) akan merasa sensasi terbakar dan nyeri hebat pada organ kemihnya. 

5. Gejala lain  
    Gejala lain dari korban keracunan Arsenik seperti air liur diproduksi berlebih, kram otot, kejang, gagal ginjal, dan dehidrasi.

3.  Botulinum Toxin
    Jika Anda menonton Sherlock Holmes, maka Anda akan tahu tentang yang satu ini. Botulinum toxin menyebabkan botulisme, kondisi fatal jika tidak segera diobati. Ini melibatkan kelumpuhan otot, yang pada akhirnya mengarah pada kelumpuhan sistem pernafasan yang dapat berujung kematian. Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka atau dengan menelan makanan yang terkontaminasi. Sekadar informasi, toksin botulinum adalah hal yang sama yang digunakan untuk suntikan Botox!
    Ya, Botox banyak disuntikkan ke tubuh manusia untuk upaya mempercantik diri. Banyak sekali artis Hollywood yang melakukan suntik ini untuk membuat bagian tubuh mereka terlihat lebih kencang dan padat. Tapi tahu kah Anda apa sebenarnya Botox itu?
    Botulinum Toxin adalah protein Neurotoxin. Yang berarti sejenis protein yang meracuni syaraf. Batolinum Toxin yang disingkat Botox ini tercipta oleh sejenis bakteri yang bernama Clostridium botulinum.
    Ada beberapa type Botox. Yang paling sering digunakan adalah type A dan B yang biasanya dipakai di dunia medis dan kecantikan.
    Orang yang pertama kali menggunakan Botox untuk perawatan kecantikan adalah seorang dokter bedah plastik bernama Richard Clark. Ia menyuntikkan botox kepada seorang pasien yang wajahnya asimetris karena kelumpuhan syaraf. Cara ini ternyata berhasil. Dokter yang lain kemudian menemukan bahwa suntik Botox dapat menghilangkan kerutan pada kulit wajah juga. Sejak saat itu, suntik Botox mulai ramai dipakai untuk membuat seseorang tampak lebih awet muda.
    Meskipun Botox punya banyak kegunaan medis, mereka yang melakukan suntik Botox akan mengalami berbagai resiko kesehatan karena keracunan Botox. Kondisi ini dikenal dengan istilah Botulism.
    Keadaan ini akan membuat penderitanya terlihat seperti orang yang tidak sadarkan diri, padahal ia sadar sepenuhnya. Yang paling parah, keracunan Botox akan mengakibatkan kematian. Selain itu botox dapat membuat penderitanya mengalami kelumpuhan seluruh organ yang berhubungan dengan otot karena racun botox akan memblok hantaran perangsang otot. Akibatnya otot akan lemas dan tak berdaya, ketika otot pernapasan lemas maka penderita akan kesulitan bernapas dan terjadilah kematian. Namun botox yang paling berbahaya adalah botox yang dilabeli sebagai BOTOX tipe H dan penggunaannya pun dalam bentuk gas inhalasi sehingga sangat mudah karena dapat masuk melalui mata, pernapasan dan kulit.
    Dapat dibayangkan betapa dahsyatnya racun ini sehingga dapat dipergunakan sebagai senjata pemusnah masal. Sampai sekarang ini formula pembuatan botox tipe H dirahasiakan dan diawasi oleh para ilmuwan dengan ketat.

4. Tetrodotoxin
Tetrodotoxin (TTX), adalah neurotoksin laut yang kuat, dinamai dari urutan ikan yang paling umum dari asosiasi tersebut, Tetraodontiformes (tetras-empat dan odontos-gigi), atau pufferfish tetraodon ( tetraodon puffers yang dilengkapi dengan empat gigi besar yang hampir menyatu, membentuk paruh-seperti struktur yang digunakan untuk merobek moluska dan invertebrata lainnya, serta untuk menggores terumbu karang.
Zat ini ditemukan dalam dua makhluk laut - gurita cincin biru dan ikan puffer dengan nama lain ikan buntal atau fugu fish. Namun, gurita adalah yang paling berbahaya, karena sengaja menyuntikkan racun, yang mampu membunuh dalam hitungan menit. Zat ini mampu membunuh 26 orang dewasa manusia dalam beberapa menit. Gigitannya sendiri sering tidak menyakitkan, hingga begitu banyak korban baru menyadari bahwa mereka telah digigit hanya ketika mereka mengalami kelumpuhan. Di sisi lain, ikan puffer hanya mematikan jika Anda ingin memakannya
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh David Berkowitz dari US Food and Drug Administration, Rockville, Maryland, Amerika Serikat dan., Ilona Kryspin-Sorensen , dari Institut Toksikologi, Badan Pangan Nasional Denmark Soborg telah memberikan bukti kuat tentang asal-usul bakteriologik TTX. Ikan puffer tumbuh dan berkembang biak tidak menghasilkan tetrodotoxin sampai mereka diberi makan jaringan dari ikan yang memproduksi racun.
Berbicara soal Jepang, ada satu kuliner khas yang membuat banyak orang penasaran, yakni ikan fugu. Ikan berkulit duri ini tidak bisa sembarangan dimakan. Tanpa teknik yang tepat, mereka yang mengkonsumsi ikan buntal ini bisa menemui ajal.
    Pasalnya, ikan fugu punya racun di seluruh tubuhnya. Diperlukan teknik khusus dalam mengolahnya agar daging ikan fugu tidak terkontaminasi racun. Bayangkan, seekor ikan fugu punya racun yang dapat membunuh 30 orang dewasa. Oleh karenanya, diperlukan chef dengan kemampuan khusus untuk mengolah ikan ini. Mereka butuh berlatih bertahun-tahun lamanya sebelum bisa menyajikan fugu yang aman dikonsumsi.
Satu gerakan mengiris yang salah, bisa membuat 'profesi' chef berubah jadi pembunuh. Fugu punya racun yang kekuatannya 1200 kali lebih mematikan dari sianida. Kondisi tersebut dimulai dari rasa kebas di sekitar mulut, kemudian kelumpuhan. Dengan tidak mampu mengucapkan satu kata atau memberi sinyal bahwa hidup mereka dalam bahaya, bisa menyebabkan kematian, itulah mengapa saat memakan ikan fugu hendaknya kita selalu mengobrol bukan dilarang mengobrol seperti pada umumnya.
    Korban paling terkenal yang tewas usai menyantap ikan fugu ialah aktor bernama Kabuki Mitsugoro Bando. Dia meninggal di sebuah restoran Kyoto pada tahun 1975, karena memakan empat porsi hati ikan fugu, yang sebenarnya, memang dilarang. Hati dan indung telur ikan fugu adalah bagian paling beracun. Para koki tidak diperbolehkan untuk menyajikannya dalam keadaan apapun.
    Desakan para pelanggan yang penasaran akan sensasi memakan ikan itu, terkadang membuat para koki menyerah dan memberikan bagian kecil hati ikan fugu. Meski hanya sedikit, namun memakan bagian kecil itu pun akan menyebabkan kematian
Untuk dapat membunuh satu manusia dewasa, hanya dibutuhkan 0,004 gram TTX. Tak heran jika di berbagai negara di dunia, seorang juru masak koki pembuat sushi dari ikan buntal harus mengantungi izin khusus dari dinas kesehatan.
    Hewan yang kedua adalah blue ring octopus. Gurita cincin biru atau biasa dikenal dengan Blue-Ringed Octopus adalah salah satu hewan yang paling mematikan di lautan. Gurita ini tersebar di  sepanjang Australia dan bagian barat Indo-Pasifik khusunya di Indonesia terdapat di pulau Lembeh Manado Sulawesi Utara, beberapa manusia menderita gigitan setiap tahun. Sayangnya, beberapa di antaranya berakhir fatal.
    Di Australia di mana gurita cincin biru sering muncul di perairan pantai yang dangkal dan bisa dikatakan relatif umum di daerah yang sering dikunjungi oleh para pengunjung pantai, ada puluhan kejadian yang telah dilaporkan terkait gigitan gurita ini dan beberapa kematian yang disebabkan olehnya.
    Biasanya korban tidak menyadari adanya bahaya, baik itu menyentuh gurita cincin biru dengan tidak sengaja atau mengangkat gurita ini karena penampilannya yang menarik, serta beberapa korban bahkan tidak menyadari telah tergigit sehingga menyebabkan sulitnya memberikan pertolongan pertama. Gigitannya tidak menyakitkan dan dapat menembus pakaian renang.
    Dengan warna yang menarik dan lengannya yang melengkung lembut, gurita cincin biru mungkin makhluk yang indah, tetapi Cephalopoda kecil ini juga mematikan. Gurita cincin biru tampak berwarna abu-abu atau krem dengan bercak coklat muda ketika sedang beristirahat, tetapi ketika gelisah 50 atau 60 buah cincin biru berwarna terang muncul dan berdenyut dengan warna menyala-nyala, sebagai peringatan. Saat anda memegangnya dan warna biru menyala-nyala muncul, sudah terlambat bagi anda.
    Di dalam kelenjar ludah gurita cincin biru hidup koloni bakteri yang menghasilkan tetrodotoxin, Gurita cincin biru ini mampu hidup hingga berusia 2 tahun dan mampu membunuh 26 orang dewasa dalam hitungan menit. Gurita ini paling aktif setelah gelap, dan menghabiskan sebagian besar hari-harinya di sarangnya yang tersembunyi.  Seperti semua octopoda, gurita cincin biru tidak memiliki kerangka dan dengan demikian sangat fleksibel dan mampu bermanuver. Gurita ini juga dapat masuk ke celah-celah kecil dan membuat sarang di botol, kaleng aluminium, atau kerang moluska. Gurita cincin biru juga dikenal mampu untuk menggali ke dalam pasir atau kerikil untuk menyembunyikan diri.
Gurita cincin biru makanan utamanya ialah kepiting dan moluska, menyergap mangsanya dari belakang dan membungkus mangsanya dengan delapan lengan. Menggunakan paruh yang mirip paruh burung dan menggigitnya, gigitan gurita cincin biru mampu melubangi tempurung korbannya untuk menyuntikkan air liur beracun.
    Gejala pertama dari keracunan adalah rasa gatal dari bibir dan lidah, muncul antara 20 menit sampai tiga jam setelah makan pufferfish beracun atau tersengat blue ring octopus. Gejala selanjutnya adalah meningkatkan paraesthesia (kesemutan) di wajah dan kaki, yang mungkin diikuti oleh sensasi ringan atau mengambang, sakit kepala, nyeri di ulu hati, mual, diare, atau muntah dapat terjadi.
    Tahap kedua membuat banyak korban tak mampu bergerak, bahkan duduk pun mungkin sulit. Gejala lain berupa peningkatan gangguan pernapasan mengakibatkan sianosis (terlihat kebiruan), dan hipotensi (menurunnya tensi) dan akhirnya kejang-kejang. Sayangnya hingga saat ini belum ada obat penawar untuk TTX.
    Bila anda mencurigai salah satu teman anda terkena keempat racun diatas mungkin sudah terlambat untuk membawanya ke RS. Panti Wilasa “Dr Cipto”.

 

Dibuat oleh : dr. Harry Pribadi

*Dimuat dalam Majalah Kasih Edisi 47 ( Juli - September 2016 )

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar