7 BUMBU DAPUR BERKHASIAT

7 BUMBU DAPUR BERKHASIAT

      Meskipun penggunaannya dalam jumlah kecil, bumbu dapur memberikan asupan mineral dan vitamin yang cukup berarti bagi tubuh. Tidak hanya itu,  bumbu dapur juga memiliki beragam manfaat yang baik untuk kesehatan.
    Fungsi bumbu dapur di dalam masakan adalah meningkatkan cita rasa agar tercipta hidangan yang lebih lezat dan sisi rasa dan aroma. Negara Indonesia sangat beruntung karena diwanisi kekayaan kuliner yang sarat bumbu dan rempah. Beragam bumbu segar dan kering banyak ditambahkan untuk memperkaya cita rasa masakan nusantara.
    Mengolah masakan dengan menambahkan bumbu memberi banyak keuntungan. Selain masakan lebih sedap hidanganjuga lebih kaya gizi karena di dalam bumbu masakan terdapat beragam mineral, vitamin, dan fitonutrien yang ber manfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Berikut ragam bumbu berkhasiat.

ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA LINN)
    Pakar ilmu pangan dan gizi, Prof. Dr.lr.Made Astawan. Ms memaparkan beragam manfaat rempah dan humbu dapur berkhasiat. Salah satunya adalah asam jawa. Menurut Prof Made, di dalam asam jawa terdapat beragam jenis asam, diantaranya asam tartarat, asam malat, asam sitrat, asam suksinat, asam asetat, asam askorbat, dan asam laktat. Kadar asam di dalam asam jawa mencapai 12,3-23,8%. Kandungan asam ini bermanfaat untuk melancarkan buang air besar dan melancarkan peredaran darah.
    Asam jawa diyakini mengandung komponen bioaktif bersifat antioksidan. Komponen bioaktif di dalam asam jawa juga dapat berinteraksi dengan reaksi-reaksi fisiologis, sehingga memiliki kapasitas sebagai antimikroba, dan anti pertumbuhan sel kanker. Meskipun berkhasiat, asam jawa kurang disarankan bagi penderita ganguan asam lambung, tipus, dan maag. Buah asam kaya akan vitamin C, provitamin A, mineral kalsium, potasium dan fosfor. Buah ini membantu menghilangkan dahak, batuk dan mengatasi ganguan konstipasi dalam saluran pencernaan.
    Setiap 100 g asam mengandung energi 266 kkal, protein 2.8, lemak 0.5 g, karbohidrat 62.5 g, kalsium 74 mg, fosfor 113 mg, besi 0.6 mg, retinol 9 mcg dan asam askorbat 2 mg. Selain zat gizi ini asam jawa juga mengandung pektin, serat, ellagic acid dan khlorogenic acid.

BELIMBING WULUH  (AVERRHOA BILIMBI L)
    Banyak masakan Indonesia yang menggunakan belimbing wuluh sebagai bumbunya. Seperti sayur asam, sup ikan asam pedas, atau acar ikan. Buah berbentuk Ionjong sebesar ibu jari dan rasanya sangat asam. Komposisi zat gizi terbesar adalah air, nutrisi penting lainya adalah vitamin C, vitamin A dan mineral seperti kalsum, zat besi, fosfor dan seng. Belimbing wuluh bermanfaat anti radang karena mengandung flavon. Sedangkan kaliumnya bersifat diuretik sehingga melancarkan keluarnya buang air kecil sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Hasil uji klinis juga menunjukkan, buah belimbing wuluh mengeluarkan dahak dan menurunkan panas. Rasa asam belimbing wuluh disebabkan kandungan asam kalium akolat yang bermanfaat baik bagi kesehatan.
    Manfaat belimbing wuluh antara lain untuk mengendalikan diabetes, rematik, gondongan, erawat dan mencegah sariawan. Buah ini sangat asam, sebaiknya tidak dikonsumsi penderita maag.


DAUN MINT (MENTHA CORDIFOLIA)
    Daun mint mempunyai aroma wangi dan cita rasa dingin menyegarkan. Aroma wangi dan semriwing daun mint disebabkan kandungan minyak asiri berupa minyak menthol. Daun ini mengandung vitamin C, pro vitamin A, fosfor, besi, kalsium dan potasium. Serat, kiorofil, dan fitonutrien juga banyak terkandung di dalam daun mint. Daun mint dipercaya dapat memulihkan stamina tubuh, meredakan sakit kepala, mencegah demam, mempunyai sifat antioksidan pencegah kanker, menjaga kesehatan mata.

DAUN SELEDRI (APIUM GRA VEOLENS)
    Sayuran beraroma wangi yang kas ini memiliki segudang manfaat. Menurut Prof. Made, batang dari daun sledri berkhasiat menurunkan tekanan darah karena daun ini kaya akan kalium dan magnesium, cocok dikonsumsi bagi penderita hipertensi. Seledri juga disinyalir dapat mencegah kanker. Potensi ini disebabkan karena kandungan coumarins yang dapat mencegah terbentuknya radikal bebas. Coumarins juga dapat meningkatkan aktivitas sel darah putih dan imunitas tubuh. Manfaat seledri tidak berhenti sampai disini, mengkonsumsi seledri dapat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik), sledri juga mempunyai efek menenangkan (sedatif) dan mendongkrak gairah seksual (afrodisak)
    Setiap 100 gr seledri mengandung protein 0,9 gr, lemak 0,1 gr, karbohidrat 4 gr, serat 0,9 gr, kalsium 50 mg, besi 1 mg, kalium 400 mg, magnesium 85 mg, fosfor 40 mg. Sedangkan zat gizi lain adalah vitamin A 130 IU, vitamin C 15 mg, riboflavin 0,05 mg, tiamin 0,03 mg dan nikotinamid 0,4 mg. Selain kandungan gizi di atas, seledri juga mengandung senyawa aktif seperti saponin, tanin, minyak asiri, apigenin, lipase, kolin dan asparagine.

JAH E (ZINGIBER OFFICINA ES)
    Jahe mempunyai cita rasa yang khas. Rasanya pedas menghangatkan tubuh, sedangkan aromanya harum segar khas jahe.Tak Cuma itu, jahe ternyata mengandung beragam flutrisi esensial yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Setiap 100 g jahe mengandung energi 55 kkal, protein 1.5 g, lemak 1.0 g, karbohidrat 10.1 g, kalsium 21 mg, fosfor 39 mg, zat besi 1.6 mg, retinol 9 mcg, thiamine 0.02 dan asam     askorbat 4 mg.
    Di balik rasanya yang pedas, jahe mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh. Jahe mengandung dua enzim pencernaan yaitu protease yang memecah protein dan lipase pemecah lemak. Kedua enzim ini membantu tubuh mencerna makanan sehingga proses metabotis metubuh menjadi berjalan dengan baik. Jahe juga mampu menyegarkan tubuh, ini disebabkan jahe mampu merangsang pelepasan hormon adrenalin, memperlebar pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih lancar. Manfaatnya tekanan darah menurun dan kerja jantung menjadi lebih ringan. Jahe juga mampu melawan influenza, meredakan sakit kepala, rematik dan migren. Jahe memberikan rasa nyaman dan mengeluarkan angina sehingga baik untuk penderita perut kembung. Prof Made juga menambahkan, jahe dapat bermanfaat sebagai penghangat badan, penambah selera makan, mengurangi kembung, dan melegakan tenggorokan.

KAYU MANIS (CINNAMOMUM ZEYLANICUM)
    Banyak mengandung senyawa kimia bermanfaat, seperti zat aktif N-terpinena, 1,8-sineol, terpineol, Z-sitral, geranial, minyak atsiri berupa trans-kariofilena, eugenol, miristin,, 3-karena, N-pinena dan 1-limonena.
    Komponen-komponen mi mempunyai manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Manfaat kayu manis adalah dapat mencegah influenza, masuk angin, muntah-muntah, mual, rematik, memperlancar pencernaan, anti diare mengurangi keletihan tubuh. Di samping itu kayu manis juga berpotensi besar sebagai antioksidan alami. Antioksidan dapat berfungsi untuk menangkal radikal bebas sehingga melindungi tubuh dan penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes dan penyakit jantung koroner.


KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL)
    Prof. Made memaparkan manfaat bumbu masak kunyit yang sangat beragam. Menurut Prof Made, di dalam dua sendok teh bubuk kunyit mengandung 0.36 mg mangan yang dapat memenuhi kebutuhan zat gizi mangan 18% dan kebutuhan mangan harian. Mangan adalah salah satu zat yangs angat diperlukan tubuh, yaitu sebagai pengantar dalam proses metabolisme karbohidrat dan lemak. Mangan juga berperan dalam pembentukan jaringan ikat dan tulang.
    Selain mangan, kunyit juga kaya akan zat besi. Setiap 2 sendok teh bubuk kunyit dapat memenuhi kebutuhan zat besi tubuh sebanyak 10.4%. Kandungan zat lain di dalam rimpang kunyit adalah minyak atsin sebanyak 6% yang terdiri dan golongan senyawa monoterpen dan sesquiterpen (meliputi alfa dan betaturmerone dan zingiberen), zat warna kuning yang disebut kurkuminoid sebanyak 5% (meliputi kurkumin 50-60%, monodesmetoksikurkumin dan bidesmetoksikurkumin).
    Di dalam kunyit terkandung senyawa kurkumin yang dapat merangsang dinding kantung empedu sehingga proses pencernaan dapat bekerja dengan optimal. Kurkumin juga dapat mencegah terbentuknya radikal bebas yang membahayakan sel DNA serta dapat menghancurkan mutasi sel kanker. Manfaat kurkumin tidak berhenti hingga di sini, zat ini juga dipercaya dapat melawan penyakit Alzheimer yang mengganggu fungsi otak, bersifat tonikum yang menyegarkan tubuh, dan meningkatkan stamina tubuh.

 

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 38 (APRIL-JUNI 2014)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar