AKREDITASI RUMAH SAKIT PASIEN JADI MAKIN NYAMAN BUKAN WAS-WAS

AKREDITASI RUMAH SAKIT PASIEN JADI MAKIN NYAMAN BUKAN WAS-WAS

Apa hubungan antara kualitas pelayanan Rumah Sakit dengan akreditasi ? Mungkin tak semua pasien paham tentang akreditasi rumah sakit, karena pasien hanya perlu merasakan sentuhan pelayanan yang terbaik dan sebaik-baiknya sesuai harapannya. Tetapi bagi Rumah Sakit, lulus akreditasi rumah sakit paripurna menjadi salah satu bentuk pengakuan kualitas pelayanan rumah sakit. Bagaimana dengan Rumah Sakit Panti Wilasa Dr.Cipto?

 

       Setelah melalui proses survai akreditasi pada tanggal 5 – 7 November 2015, RS. Panti Wilasa Dr. Cipto telah dinyatakan lulus akreditasi rumah sakit secara paripurna, suatu tingkat kelulusan akreditasi rumah sakit yang tertinggi, dan sertifikat ini berlaku untuk 3 (tiga) tahun ke depan.
       Apa itu akreditasi ? Marilah kita pahami dulu tentang pengertian Akreditasi Rumah Sakit, yang merupakan suatu proses penilaian oleh beberapa tim surveyor Komisi Akreditasi Rumah sakit (KARS) di Indonesia. Proses survai adalah membandingkan dokumen, fasilitas dan penerapan standar akreditasi rumah sakit yang berlaku. Standar rumah sakit yang diadaptasi oleh KARS adalah sesuai standar akreditasi rumah sakit internasional yang dikeluarkan oleh JCI – Joint Comission International – edisi 4. Rumah sakit yang telah terakreditasi akan mendapatkan pengakuan dari pemerintah karena telah memenuhi standar pelayanan dan managemen yang ditetapkan.
       Buat apa sih akreditasi ? Akreditasi rumah sakit adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh rumah sakit di Indonesia. Tujuan akreditasi Rumah Sakit adalah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dengan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan  masyarakat pada pelayanan rumah sakit Indonesia yang sudah terakreditasi. Sistem pelayanan rumah sakit berbasis akreditasi , adalah pelayanan yang berfokus pada kepentingan pasien dan keselamatan pasien. Ada beberapatingkatan kelulusan akreditasi rumah sakit, yaitu lulus akreditasi dasar, akreditasi pratama, akreditasi madya, akreditasi utama dan akreditasi paripurna, tergantung jumlah bab standar akreditasi yang dinyatakan lulus. Ada 15 bab, 323 standar dan 1237 elemen penilaian dalam akreditasi rumah sakit.
       Ada beberapa pasien yang memilih berobat ke luar negeri dengan alasan, kualitas pelayanan dokter dan rumah sakit di luar negeri lebih baik ketimbang  di Indonesia. Mereka rela merogoh kantong sampai milyaran rupiah, bukan untuk sekedar sembuh, tapi ingin merasakan dirawat dan dilayani secara manusiawi dan beradab. Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr. Cipto” tentu sangat menyadari pentingnya pola pemahaman kemanusiaan dan keberadaban tadi. Dalam artian,  kalau ada pepatah yang mengatakan 'hati yang gembira adalah obat' , maka pepatah itu harus benar-benar diterapkan untuk membuat hati pasien “bergembira” dalam keadaan sakitnya, bukan sekedar menjadi “ungkapan” untuk pasien.
       Saat Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr. Cipto” dinyatakan lulus akreditasi paripurna, tak hanya melegakan dan membanggakan, tapi juga sekaligus jadi “tantangan” karena karyawan, dokter, perawat dan seluruh staf rumah sakit, karena dengan predikat ini, seluruh staf dituntut memiliki perhatian lebih kepada pasien. Memang, mutu pelayanan kesehatan Rumah Sakit sangat dipengaruhi kualitas sarana fisik, jenis staf dan kompetensi yang dimiliki, obat dan alat kesehatan serta sarana penunjang lainnya. Proses pemberian pelayanan perlu ditingkatkan melalui peningkatan mutu dan profesionalisme serta sumber daya kesehatan.  Pelatihan, seminar, dan  pembekalan internal, kemudian menjadi “wajib” hukumnya.
     Ketika bersedia dan siap untuk menerima penilaian tim surveyor akreditasi, Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr. Cipto” sangat menyadari perubahan karakter pasien dari tahun ke tahun. Dengan semakin tingginya pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, tuntutan akan mutu pelayanan akan semakin meningkat. Di lain pihak dengan semakin berkembangnya asuransi kesehatan, maka pelayanan Rumah Sakit yang sesuai standar semakin dibutuhkan, sehingga pelaksanaan akreditasi menjadi penting. Dengan dilaksanakan akreditasi maka rumah sakit wajib menerapkan standar yang ditetapkan, agar mutu pelayanan dapat dipertanggungjawabkan. Akreditasi juga dipergunakan untuk mengukur kinerja Rumah Sakit, melindungi masyarakat dan meningkatkan citra.
    Perlu disadari bahwa teknologi yang canggih, sarana gedung yang megah dan kehadiran dokter spesialis terkenal belum menjamin suatu Rumah Sakit mendapat akreditasi. Meski berlokasi di tempat terpencil pun bila memenuhi standar yang ditentukan akan mendapat status akreditasi. Saat ini akreditasi sudah merupakan isu global yang terbentuk karena kebutuhan. Akreditasi merupakan kekuatan utama dalam upaya evaluasi eksternal RS yang bertujuan agar kualitas diintegrasikan dan dibudayakan kedalam sistim pelayanan RS. Namun dengan adanya perubahan paradigma perumahsakitan, dimana Rumah Sakit merupakan institusi yang padat modal, padat teknologi dan tenaga, di Rumah Sakit  mudah dan rawan terjadi konflik dalam proses pelayanan kesehatan pada masyarakat.
    Menurut Dr. Daniel Budi Wibowo, M.Kes, Direktur Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr.Cipto”, “Lulus akreditasi paripurna justru menjadi cambuk buat kami untuk memertahankan dan harus lebih baik dalam melayani pasien, dengan standard dan kualitas yang sudah ditetapkan, ” terangnya. “Dalam sistem akreditasi, setiap tahun ada kunjungan verifikasi yang dilaksanakan oleh surveyor KARS atau Dinas Kesehatan Propinsi, yang memastikan bahwa sistem tetap dijalankan dengan sempurna”.
    Dalam kacamata Dr. Daniel, mutu pelayanan kesehatan juga dinilai dari  jumlah  kritikan dan keluhan dari pasiennya, lembaga sosial atau swadaya masyarakat dan bahkan pemerintah sekalipun. “Kualitas mutu akan terwujud jika interaksi antara penerima pelayanan dan pemberi pelayanan terjadi dengan baik. Jika suatu saat pemerintah juga menyampaikan saran perbaikan, bisa berarti bahwa masyarakat juga berharap  ada mutu pelayanan kesehatan dapat diperbaiki. Itu yang Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr. Cipto”  jaga, supaya tetap bisa memberikan yang ternyaman kepada pasien,” Imbuh Dr. Daniel.
    Tantangan utama Rumah Sakit adalah pelayanan yang diberikan apakah sudah sesuai harapan pasien/ konsumen atau belum. Oleh karena itu, Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr. Cipto” dituntut untuk selalu menjaga kepercayaan konsumen dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan penyediaan fasilitas agar kepuasan konsumen meningkat. Pihak rumah sakit perlu secara cermat menentukan kebutuhan konsumen sebagai upaya untuk memenuhi keinginan dan meningkatkan kepuasan atas pelayanan dan penyediaan fasilitas yang diberikan. Menjalin hubungan dan melakukan penelitian terhadap mereka perlu dilakukan secara teratur agar pelayanan yang diberikan sesuai dengan  yang diharapkan.

 

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 44 (OKTOBER-DESEMBER 2015)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar