Logo

ANDA PIKUN

ANDA PIKUN

 “Nduk…aku jan gregeteeen tenan karo Bapakmu… mbok ngelingi umure wis tuwo…eee..kok yo isih nyoba-nyoba selingkuh…Bapakmu ki jaaannn tenan kok…mosok soko kamar mandi kok mlayune malah ngidul…ning kamare Yune…nek ora tak celuk yo mesti wis mlebu kamare Yune”.
(Nduk (panggilan Jawa anak perempuan) aku sangat geregetan sama Bapakmu…ya ingatlah umurnya sudah tua…eee kok ya masih coba-coba selingkuh… Bapakmu itu keterlaluan kok…masak dari kamar mandi kok larinya malah ke kamar Yune(panggilan Jawa untuk menyebut  Pembantu yang masih muda)… kalau tidak saya panggil ya mesti sudah masuk kamare Yune).

Setiap hari terjadi keributan-keributan di antara Ibu dan Bapak. Ibu sering menangis dan mengadu ke kami anak-anaknya. Dan kami lihat, Bapak semakin pendiam dan menyendiri dengan pandangan kosong. Saat itu Ibu berusia 66 tahun dan Bapak berusia 70 tahun. Hari-hari dilalui dengan perang-perang mulut karena pembicaraan yang tidak 'nyambung'. Kami anggap saat itu, Bapak mengalami puber ke-2. Sampai akhirnya 1 tahun kemudian kami menyadari bahwa Bapak ternyata terkena penyakit dementia/alzeimer.

Demikian sepenggal cerita bagaimana penyakit alzheimer dapat mengacaukan keluarga, membuat kehidupan yang seharusnya dilalui dengan bahagia menjadi penuh penderitaan. Karena itu ada baiknya kita mempunyai pengetahuan yang lebih tentang penyakit ini, sehingga kita dapat menikmati hari tua dengan bahagia.
Alzheimer dikenal sebagai  penyakit  pikun adalah suatu kondisi penurunan daya pikir yang menahun dan terus berlanjut. Menyebabkan seseorang kehilangan daya ingatan. Penyakit ini menyebabkan kemunduran fungsi intelektual yang berakibat terganggunya aktivitas sehari-hari dan hubungan sosial. Seseorang yang terkena penyakit ini, perlahan tapi pasti akan menunjukkan kesulitan berpikir, mengemukakan pendapat dan dapat terjadi disorientasi dan halusinasi.  Disorientasi waktu, tempat dan orang. Tidak bisa membedakan kemarin, atau hari ini, atau lusa. Tidak mengenali lagi saat ini dia berada di mana; di rumah siapa, di kamar siapa, mana jalan menuju rumah bahkan dapat tersesat di dalam rumahnya sendiri. Seseorang yang terkena dementia pada akhirnya juga tidak mengenali orang-orang yang ada di sekitarnya, bahkan dia tidak mengenali dirinya sendiri. Mulai lupa bagaimana dia harus membuang air kecil, bagaimana cara makan, bagaimana cara berpakaian. Seseorang yang terkena penyakit dementia sebenarnya mengalami penderitaan yang luar biasa. Dia tidak tahu ada di mana, bersama siapa, apa yang akan dilakukan, melakukan apa bahkan dia tidak mengenali dirinya sendiri. Terlihat sebagai orang bingung di tengah keramaian dan kesunyian. Bila seorang yang terkena penyakit ini hidup diantara orang yang tidak memahami keberadaannya, kita bisa membayangkan bagaimana kehidupan keluarga menjadi rusak.  Penderitaan tidak hanya dialami oleh penderita saja tetapi seluruh keluarga mengalami penderitaan yang sama.
Alzheimer banyak terjadi pada wanita dibanding pria dengan perbandingan 3:1. Hal ini dapat dipahami karena menurut survey kependudukan, wanita lebih dapat bertahan hidup dibanding pria. Biasanya menyerang usia 65 tahun ke atas, namun penyakit ini bisa saja terjadi pada usia 40 tahun. Setiap kita beresiko untuk terkena penyakit ini.
Sampai saat ini penyebab pasti alzheimer belum diketahui, namun sudah diketahui beberapa faktor pemicu yang dianggap berperan terhadap kejadian dementia. Faktor pemicu kejadian dementia adalah:
ü    Faktor keturunan
ü    Diit yang berlebihan/obesitas
ü    Penyakit: jantung, stroke, hipertensi, diabetes melitus
ü    Asupan asam folat rendah
ü    Merokok, stress, alkohol
ü    Kebersihan gigi yang kurang
ü    Riwayat cedera kepala/kerusakan otak.
Ada sepuluh gejala yang sering didapati dari penyakit Alzheimer, yaitu :
1. Gangguan daya ingat.
    Lupa janji, lupa nama orang, teman dan anggota keluarga, tidak dapat mengingat kejadian-kejadian atau pembicaraan. Mudah lupa : mungkin merupakan gejala awal Alzheimer. Sekitar 40-50 % pasien dengan gangguan mudah lupa menjadi penyandang Alzheimer dalam waktu 3 tahun.
2.Kesulitan dalam melakukan aktivitas sederhana/pekerjaan sehari-hari.
    Misalnya mengendarai mobil, berbelanja, mandi, berpakaian dan lain-lain. Selain daripada itu, kemampuan untuk melaksanakan fungsi-fungsi eksekutif terganggu, seperti membuat perencanaan, mengorganisir, melakukan urutan pekerjaan, membuat kesimpulan, melakukan koordinasi dan pengawasan, mengarahkan bawahan, sehingga penderita menjadi berhenti dari pekerjaannya.
3. Problema berbicara/berbahasa.
 Gangguan keterlibatan dalam pembicaraan, pengertian, kemampuan mencari dan menemukan kata yang tepat serta kurangnya kemampuan untuk berbicara secara lancar.
4. Disorientasi.
   Gangguan mengenal waktu (tanggal, tahun, hari-hari penting), gangguan mengenal tempat, gangguan kemampuan mengenali lingkungannya. Penderita menjadi tidak tahu dimana ia berada, tidak tahu pulang ke rumahnya sendiri.
5. Penampilan memburuk.
   Tidak memperhatikan kebersihan diri dan salah berpakaian.
6.Kesulitan dalam melakukan penghitungan sederhana.
7.Salah/lupa meletakkan benda/barang, curiga seseorang telah mencurinya.
8. Perubahan perasaan atau perilaku.
Gejala perilaku yang paling mengganggu adalah suka pergi kemana-mana, dan berulangkali mencari pengasuhnya atau orang lain, selalu mengikuti pengasuhnya atau orang lain kemana-mana, berkeliling rumah atau halaman tanpa tujuan, keluar rumah atau kabur malam hari, menjadi agresif.
9. Perubahan
   Perubahan emosi secara drastis, tidak sabar, mudah putus asa dan menyalahkan orang lain, cemas.
10.  Hilangnya minat dan inisiatif.
   Berkurangnya aktivitas kesenangan pribadi/hobi yang biasa dinikmatinya

    Pencegahan yang dapat dilakukan adalah menurunkan terjadinya resiko. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit alzheimer  adalah:
ü    Menurunkan kadar kolesterol
ü    Menurunkan kadar gula darah yang tinggi
ü    Menurunkan tekanan darah yang tinggi
ü    Olahraga teratur
ü    Melakukan kegiatan yang dapat membantu merangsang pikiran (membaca, menulis, mengisi teka-teki silang, bermain catur).
ü    Diit sehat dan seimbang
ü    Menjaga kebersihan gigi.

    Pengobatan yang mujarab untuk pasien alzheimer sampai sekarang belum ditemukan, namun ada upaya-upaya yang dapat kita lakukan, yaitu:  
ü    Membantu setiap proses yang dilakukan untuk mencegah penyakit alzheimer seperti tersebut di atas.
ü    Ada beberapa tanaman yang dapat membatu untuk memperlambat perkembangan kondisi dan gejala penyakit antara lain konsumsi teh hijau, ekstrak kunyit dan minyak ikan.
ü    Perhatian dan kasih sayang. Jane Hughes, pengajar pada Community Care Research (CCR) berpendapat bahwa obat paling mujarab bagi penderita alzheimer adalah perhatian dan kasih sayang. Hughes sendiri yang menjalankan layanan terapi bagi para manula (manusia usia lanjut) di Inggris berpengalaman merawat para penderita kepikunan. Dari sini diketahui bahwa perhatian dan kasih sayang mampu memperbaiki kepikunan yang diderita para manula, lebih dari sekadar obat-obatan biasa.

    Pemeriksaan dini dapat dilakukan sendiri dengan  melakukan tes sederhana, sebagai berikut:
1. Temukan huruf “C” di bawah. Jangan gunakan bantuan jari atau alat tulis!
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO COOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O


2. Jika Anda menemukan huruf “C”, sekarang temukan angka “6” di bawah ini!
9999999999999999999 99999999999999
999999999999999 99999999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
9999699999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999

3. Sekarang temukan huruf “N” di bawah. Ini agak lebih sulit.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MNMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMM


4. Sekarang temukan huruf “O” di bawah. Ini (agak) lebih sulit.
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQQ
QQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQOQ QQQQQQQQQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ

5. Sekarang temukan huruf “I” di bawah. Ini agak lebih sulit lagi.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLIL LLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

    Setiap kita mempunyai kemungkinan untuk terkena penyakit ini, sehingga dengan lebih mengenal penyakit alzheimer ini, kita dapat mencegah sedini mungkin terjadinya penyakit ini pada diri kita maupun keluarga, saudara maupun teman kita. Dan kita dapat mengambil sikap dan tindakan yang benar dalam menyikapi keluarga, saudara ataupun teman yang mengalami penyakit ini; karena seseorang yang terkena alzheimer diakui atau tidak akan menyulitkan bahkan terkesan mengganggu anggota keluarga yang lain. Tidak ada yang salah dalam menentukan perawatan penderita alzheimer selama semua kita tujukan untuk kebaikan keluarga terkhusus untuk kebaikan penderita.
Mari sedini mungkin kita berusaha untuk mencegah bertambahnya jumlah penderita alzheimer. Dimulai dari diri kita, mulai sekarang juga. Semangat pagi!!! *
 

Oleh: dr Nurendah K,MM

 

Dimuat di Majalah Kasih edisi 49

Tentang Penulis

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next PENYAKIT KAKI DIABETES: PERAWATAN DAN SENAM KAKI

Tinggalkan Komentar