Logo

APAKAH AMANDEL HARUS SELALU DIOPERASI

amandel
APAKAH AMANDEL HARUS SELALU DIOPERASI

Setiap orang memiliki sepasang amandel yang terletak di rongga mulut bagian belakang, di sebelah kanan dan kiri. Amandel berbentuk agak bulat, merupakan salah satu kelenjar yang tampak di permukaan tubuh, artinya amandel dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa harus membuka/menyayat tubuh seperti halnya kelenjar yang lain yang terbenam di dalam tubuh.

 

FUNGSI AMANDEL
     Amandel memiliki fungsi untuk pertahanan tubuh. Pada tubuh amandel terdapat celah-celah yang berfungsi untuk menangkap kuman, virus, parasit, jamur, sisa-sisa makanan, sel-sel mati, bahan-bahan alergen/iritan, dan sebagainya. Hasil tangkapan tersebut kemudian dihancurkan/dibunuh di dalam celah-celah tersebut. Terkadang saat proses penghancuran menyebabkan reaksi pada tubuh yang disebut sebagai reaksi peradangan.

GEJALA DAN TANDA RADANG AMANDEL
    Radang amandel/tonsilitis (orang awam sering menyebut dengan radang tenggorokan), pada anak-anak sering bersamaan dengan radang adenoid/adenoiditis (semacam amandel yang terletak di belakang rongga hidung), seperti halnya radang di tempat lain, memiliki keluhan atau tanda utama sebagai berikut; panas, warna merah, bengkak, nyeri tenggorokan, gangguan untuk menelan atau bernapas. Keluhan atau tanda yang lain di antaranya batuk, pilek, hidung buntu, tidur ngorok, serak, nyeri kepala, nyeri seluruh tubuh, badan lemah, mudah mengantuk, bau napas tidak sedap, suara sengau, dan sebagainya.  
     Pada saat terjadi radang amandel biasanya akan terjadi pembesaran ukuran amandel. Tetapi radang amandel tidak selalu disertai pembesaran ukuran amandel. Semakin lama peradangan terjadi dan semakin sering amandel mengalami peradangan, semakin banyak ter-bentuk jaringan parut yang menyebab-kan perlekatan pada amandel. Semakin banyak perlekatan, semakin kuat amandel tertarik ke dalam cekungannya, sehingga kesannya tidak membesar. Hal ini sering terjadi pada penderita dewasa. Jadi belum tentu amandel dengan ukuran kecil dapat dikatakan normal fungsinya.


GANGGUAN FUNGSI AMANDEL
    Setiap kali terjadi peradangan biasanya terjadi kerusakan pada amandel. Kerusakan tersebut bisa menetap atau sembuh sempurna. Semakin sering kontak dengan bahan-bahan yang merugikan tubuh, semakin sering terjadi peradangan di amandel. Semakin sering terjadi peradangan di amandel, semakin besar kerusakan yang terjadi. Semakin besar kerusakan yang terjadi, semakin banyak terbentuk jaringan parut. Semakin banyak jaringan parut, semakin banyak kerusakan pembuluh darah yang mengakibatkan semakin lemahnya fungsi amandel. Semakin lemah fungsi amandel, semakin sering yang bersangkutan menderita sakit. Amandel yang fungsinya tidak optimal ditandai dengan adanya permukaan yang tidak rata dan celah-celah yang lebar tidak beraturan.
    Amandel yang tidak berfungsi dengan baik tidak bisa membunuh/ menghancurkan bahan-bahan merugikan yang terjebak di dalam celah-celahnya. Akibatnya amandel menjadi sarang penyakit dan menyebabkan yang bersangkutan mudah menjadi sakit. Pada kondisi seperti ini obat tidak akan efektif karena sebagian besar pembuluh darah di amandel juga mengalami kerusakan/gangguan, sehingga obat tidak bisa mencapai sarang penyakit.

PENANGANAN RADANG AMANDEL
    Penderita radang amandel tidak selalu harus dilakukan operasi, karena fungsi amandel yang sangat penting. Setiap kali dijumpai kasus radang amandel, seorang dokter harus mempetimbangkan masak-masak sebelum mengambil keputusan untuk dilakukan operasi. Apabila tidak perlu dilakukan operasi, sebaiknya amandel tetap dipertahankan dengan cara pengobatan dan menjalani pola hidup sehat.
    Kapan amandel perlu dilakukan operasi? Amandel perlu dilakukan operasi apabila MENGGANGGU! Gangguan yang ditimbulkan oleh amandel di antaranya :

  1. Sering sakit radang amandel/radang tenggorokan dalam setahun lebih dari 4 kali, dalam kurun waktu 2 tahun berturut-turut.
  2. Timbul komplikasi, antara lain radang telinga tengah/kopokan/ congekan, terjadi timbunan nanah di sekitar amandel, tenggorokan dan leher, terjadi sinusitis, terjadi kelainan di sendi, ginjal dan jantung, dan sebagainya.
  3. Gangguan jalan napas dan jalan makanan. Amandel yang sangat besar dapat menyebabkan sumbatan pada tenggorokan yang mengakibatkan terganggunya jalan napas dan jalan makanan.
  4. Mengganggu pertumbuhan. Akibat gangguan amandel anak menjadi sering sakit, akibatnya nafsu makan menjadi berkurang dan asupan gizi menjadi berkurang pula. Hal ini akan menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak.
  5. Mengganggu kegiatan sehari-hari. Gangguan amandel dapat menyebabkan yang bersangkutan mudah mengantuk, mudah pusing, tidak konsentrasi. Hal ini akan mengakibatkan penurunan prestasi di sekolah atau di tempat bekerja.
  6. Amandel sebagai pembawa penyakit. Penderita yang pernah mengalami sakit difteri di amandelnya perlu dilakukan operasi, karena dikuatirkan penderita tersebut membawa kuman bakteri di amandelnya yang bisa kambuh suatu saat atau menularkan pada orang lain.
  7. Tumor amandel, apabila masih terlokalisir dan memungkinkan, sebaiknya dilakukan operasi untuk mencegah perluasan dan penyebaran tumor.
  8. Gangguan interaksi sosial. Radang amandel dapat menyebabkan suara sengau karena menyumbat saluran napas dan dapat pula menyebabkan bau napas tak sedap. Keduanya akan menyebabkan gangguan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi penderitanya.

    Dari uraian di atas, ternyata ukuran amandel dan usia penderita tidak begitu berpengaruh  dalam mempertimbangkan perlu tidaknya amandel dilakukan operasi. Apabila radang amandel tersebut sudah mengganggu, maka perlu dilakukan operasi. Tetapi bila belum timbul gangguan, maka harus dipertahankan keberadaannya.

PENCEGAHAN RADANG AMANDEL
    Radang amandel dapat dicegah dengan cara menjalani pola hidup sehat, yaitu menghindari/ melindungi diri dari asap (rokok, kendaraan dan sebagainya), debu, bau yang menyengat. Menghindari makanan yang kualitasnya rendah, mengandung bahan kimia yang merugikan, tidak terjaga kebersihannya. Menghindari makanan pedas, es, gorengan (menggunakan minyak bekas/jlantah), MSG/moto, buah yang bergetah (seperti nanas, manggis, mangga muda). Menghindari penggunakan alat-alat makan, sikat gigi secara bersama-sama, serta menjaga jarak/kontak langsung dengan penderita batuk, pilek, dan sebagainya.

KESIMPULAN    
    Prinsip penanganan amandel, bila tidak menimbulkan gangguan harus dipertahankan, cukup diobati dan menjalani pola hidup sehat. Tetapi bila menimbulkan gangguan maka perlu dilakukan operasi pengangkatan amandel. Pertimbangan keputusan dilakukan operasi hanya apabila amandelnya MENGGANGGU! Ukuran amandel dan usia penderita bukan merupakan bahan pertimbangan untuk menentukan keputusan dilakukan operasi atau tidak. Apabila seseorang telah disarankan oleh dokter amandelnya perlu diangkat, sebaiknya saran tersebut diindahkan, mengingat dampak/komplikasi radang amandel yang tidak bisa dianggap remeh.

 

{oleh : Dr. Wahyu BM, Sp.THT.}

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 20 (OKTOBER-DESEMBER 2009)

Tentang Penulis

Patricia Putri

patricia putri

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next DETEKSI DAN PENGELOLAAN DEPRESI PADA ANAK REMAJA

Tinggalkan Komentar