Logo

ASET BERHARGA YANG DIMILIKI LANSIA

Foto: dok.bayu
ASET BERHARGA  YANG DIMILIKI LANSIA

Sejenak kita menengok kebelakang perjalanan kehidupan dari hari berganti hari, bulan, bahkan tahunpun berganti, Dari usia berapa kita dapat menengok perjalanan hidup kita melalui peristiwa-peristiwa yang terjadi , entah itu peristiwa menyenangkan yang membuat  tertawa riang atau  menggelikan bahkan mungkin peristiwa yang membuat kita sedih, takut dan menegangkan  dengan orang-orang yang berada  dekat dengan kita.

    Dimasa kanak-kanak hingga remaja kita memiliki impian, cita-cita, dan sederetan target masa depan melalui program jangka pendek maupun jangka panjang. Demi mewujudkan impian  hidupnya seorang anak atau remaja mengarahkan kepada masa depan 10 bahkan 20 tahun kedepan untuk meraih apa yang diinginkan. menjadi dokter, arsitek, guru, pilot, olah ragawan  bahkan seorang pengusaha yang sukses di masa depannya.

     Akan tetapi hal ini apakah realistis bagi seorang lansia? Masa seorang nenek masih punya cita-cita menjadi olah ragawan yang setiap harinnya harus lari dan latihan fisik yang begitu berat sedangkan untuk berjalan saja kaki sudah terasa lelah dan gemetaran, atau bahkan sorang kakek memiliki cita-cita menjadi seorang arsitek, mampukah kakek duduk berjam-jam untuk mengikuti perkuliahan dan mengerjakan tugas hingga larut malam sedangkan untuk mengingat-ingat apa yang telah dilakukan saja sudah sering lupa, misalkan sudah makan atau belum, sdh mandi atau belum bahkan sulit mengenali siapa yang baru saja datang menjumpainya karena pendengaran dan pandangan  mata yang mulai kabur.

     Lansia tidak punya masa depan bahkan cita-cita seperti pada masa  kanak-kanak dan temaja, tetapi lansia punya sesuatu yang lebih berharga dari masa depan yaitu masa lalu. Mengapa masa lalu lebih berharga karena masa depan masih berupa harapan dan keinginan  yang mungkin terjadi atau sebaliknya,  sedangkan masa lalu adalah kemunghkinan yang telah terjadi dan dialami, itulah kehebatan masa lalu dibandingkan masa depan. Mungkin anda berpikir lansia punya masa depan! itu betul! Lansia punya masa depan, lansia mempunyai waktu masa depan yang pendek  dibandingkan kanak kanak dan remaja, tetapi lansia memiliki masa lalu yang Panjang waktumya  mungkin 60 atau 70 tahun yang lalu, sedangkan anak-anak mempunyai masa depan yang Panjang tetapi masa lalu yang pendek.

    Apa yang dapat lakukan untuk aset yang sangat berharga ini?

1. Mensyukuri masa lalu dan menerima dengan iklas atas semua yang terjadi dalam hidup.
     Ada banyak orang hanya bisa melewati masa kanak-kanak tetapi tidak berkesempatan melewati masa lansia, benarkah? Tetapi nenek dan kakek bisa menikmatinya. Pernahkah kita merasakan bahwa itu adalah anugerah yang Tuhan berikan yg harus kita syukuri? Hari ini masih lebih muda dari pada hari esok untuk itu nikmati kehidupan hari ini yang Tuhan berikan kepada kita dan jangan sia-siakan anugerah yang Tuhan. Kalau kita disuruh menuliskan dalam satu kalimat tetang sejarah kehidupan yang kita jalani dari usia awal tahun sampai dengan hari ini  maka akan ketemu satu kalimat yang dapat dituliskan yaitu “Semua akan berlalu” mungkin kita pernah mengalami rasa kecewa dimasa lalu karena kita diperlakukan tidak adil atau kita merasa malu dengan masa lalu karena kita pernah melakukan kesalahan atau  kita menyembunyikan masa lalu karena ada aib di masa lalu bahkan apa yang ada dalam diri kita  kecantikan, ketampanan  kekuatan,kedudukan, kesehatan dan segala yang kita miliki akan berlalu, untuk itu mengucap syukurlah buat anugerah yang Tuhan berikan. Dengan kita mensyukuri apa yang terjadi pada hari ini maka perasaan damai dan sukacita akan mewarnai kehidupan kita, “Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari karena hari esok memiliki kesusahannya sendiri”.Semangat kakek nenek dan tetap optimis dalam menjalani anugerah Tuhan.

2. Membuahkan masa lalu.
     Kita dapat mengintegrasikan apa yang dulu terjadi dan sekarang bisa kita lakukan, kita dapat mengambil hikmah dari semua peristiwa yang telah terjadi dalam masa lalu dan mewariskan  keteladanan serta nilai-nilai luhur kehidupan. Tentunya tiap individu mempunyai cara dan kecakapan yang berbeda-beda dalam menyampaikan nilai-nilai kehidupan. Nabi Musa dalam kitab Ulangan 4:9 mengatakan “Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu, beritahukanlah kepada anak-anakmu dan keada cucu cicitmu semuanya itu”. Perhatikan kata beritahukanlah.

3. Penopang doa untuk generasi selanjutnya.
     Tuhan memberikan kepada kita waktu luang karena ada banyak hal yang sudah ditinggalkan berkenanaan dengan kekuatan fisik yang mulai menurun, tetapi kalau  Tuhan masih memberikan kehidupan ,Tuhan tetap memberikan kepada setiap orang waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari,  dalam hal ini kita dapat menggunakan dengan mendoakan anak, cucu dan cicit kita karena doa itu sumber kekuatan dan doa dapat mengubah segala sesuatu, itulah dasyatnya doa. Lansia diberikan kesempatan untuk berdoa dengan waktu yang kita terima dari Tuhan “Doa orang benar bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya”.

     Lansia mempunyai asset yang begitu berharga yang dapat kita wariskan kepada penerus kita, jadi tetap semangat, optimis dan jalani hidup dengan rasa syukur dan bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan, kiranya Tuhan memberkati kita semua sehingga kita dimampukan menjalani hidup yang bermakna baik untuk Tuhan maupun untuk sesama. *

Oleh : Ninik Wahyuningrum, S.Th

 

Dimuat di majalah kasih Edisi 56

Tentang Penulis

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik

Tinggalkan Komentar