Logo

ASI : YANG ALAMI, YANG TERBAIK

asi
ASI : YANG ALAMI, YANG TERBAIK

Buah hati merupakan anugerah Tuhan yang selalu dinanti-nantikan oleh pasangan ayah dan ibu. Kehadirannya membawa kebahagiaan bagi seisi keluarga. Orang tua pun tentunya ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati mereka. Salah satu kebutuhan utama bayi yaitu susu. Ternyata dari hasil penelitian, telah dibuktikan bahwa susu yang terbaik untuk bayi adalah air susu ibu itu sendiri, yang sering disebut ASI.

 

Arti Pentingnya ASI
Dua tahun pertama kehidupan bayi adalah masa emas pertumbuhan dan perkembangannya, dimana bayi bisa tumbuh berlipat-lipat kali dari ukuran dan berat lahirnya.  Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi paling ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal otak dan tubuh bayi, serta berperan dalam pertahanan tubuh dan kematangan pencernaan bayi. ASI mengandung berbagai macam zat yang memang dibutuhkan oleh bayi, seperti lemak, karbohidrat, protein, nutrien mikro dan antibodi dalam jumlah yang tepat. Ternyata, kandungan dari ASI selalu berubah-ubah menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Komposisi ASI akan bervariasi tergantung usia bayi, sehingga ada yang disebut kolostrum, ASI peralihan, dan ASI matur. Komposisi ASI juga bervariasi dari awal hingga akhir menyusui. Kolustrum adalah ASI yang dihasilkan di hari-hari awal menyusui, yaitu 2-3 hari pertama. Kolustrum tersebut memiliki kandungan IgA, IgG dan IgM yang penting untuk kekebalan tubuh dan pencernaan bayi. Kolustrum juga memiliki sifat laksatif yang membantu mempercepat pengeluaran mekoneum bayi. Sedangkan kandungan ASI dalam sekali pemberian pun memiliki perbedaan komposisi yang perlu untuk diperhatikan. ASI terdiri dari ASI awal (foremilk) dan ASI akhir (hindmilk). ASI awal memiliki kandungan dominan laktosa dan protein. Sedangkan ASI akhir banyak mengandung lemak yang sangat diperlukan sebagai sumber tenaga dan pembentukan otak. Bayi mendapatkan sebagian besar energinya dari lemak. Karena itu bayi harus menyusu sampai payudara kosong baru pindah ke payudara satunya apabila bayi masih menginginkannya. Menghentikan bayi yang sedang menyusu akan mengurangi lemak yang didapatkan, dengan demikian bayi tidak mendapatkan cukup energi.
ASI Eksklusif dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Menyusu eksklusif selama 6 bulan terbukti memberikan risiko yang lebih kecil terhadap berbagai penyakit infeksi dan penyakit lainnya di kemudian hari. Inisiasi menyusu dini (IMD) dalam 30 menit pertama kelahiran merupakan salah satu dari 10 langkah menuju keberhasilan menyusui. Inisiasi menyusu dalam satu jam pertama setelah lahir menurunkan 22% risiko kematian bayi usia 0-28 bulan. Antibodi dalam ASI penting demi ketahanan terhadap infeksi sehingga menjamin kelangsungan hidup sang bayi. Bayi yang menyusu dini akan lebih berhasil menyusu ASI eksklusif dan mempertahankan menyusu setelah 6 bulan. Hal ini dikarenakan rangsang  dari bayi pada puting ibu akan merangsang keluarnya hormon oksitosin yang penting karena hormon ini mengurangi perdarahan pasca persalinan dan mempercepat pengecilan uterus. Selain itu, adanya hormon prolaktin sebagai hormon yang memicu produksi ASI dapat membuat ibu menjadi rileks dan juga dapat menekan pematangan sel telur sehingga dapat membantu menunda kehamilan.


Menyusui Pada Ibu Bekerja
Apakah Anda merupakan salah satu wanita yang bekerja dan baru saja melahirkan? Ibu yang bekerja dan tetap menyusui anaknya setelah bekerja mempunyai beberapa keuntungan yaitu meningkatkan produktivitas kerja, menurunkan angka absensi antara lain karena anak sakit dan menurunkan ketegangan pada ibu. Untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul pada ibu bekerja, maka panduan di bawah ini dapat dipakai.
Sebelum melahirkan ibu sudah harus merencanakan pemberian ASI eksklusif dengan langkah:

  • Komunikasikan rencana untuk menyusui setelah melahirkan dengan atasan atau pemilik perusahaan tentang lama cuti melahirkan,
  • Waktu istirahat makan siang atau waktu lain untuk memeras ASI
  • Tempat yang memadai untuk memeras ASI sekaligus menyimpannya
  • Kemungkinan untuk bekerja sebagai tenaga penuh, paruh waktu, atau dimungkinkan untuk tetap bekerja di rumah
  • Pelajari aturan tentang menyusui pada ibu bekerja

Pada saat cuti melahirkan:

  • Pertahankan kelangsungan menyusui dengan menyusui secara eksklusif selama mungkin
  • Hindari menggunakan dot atau botol sampai menyusui menjadi mantap, pada umumnya 3 sampai 4 minggu pertama
  • Mempelajari cara memberikan ASI yang diperas dengan gelas/sendok (lebih dianjurkan) atau dengan botol pada saat bayi berusia 4 minggu
  • Pastikan bahwa ada tempat penitipan bayi di dekat tempat bekerja atau ada pengasuh untuk bayi apabila bayi ditinggal di rumah
  • Melatih cara mengeluarkan ASI dengan diperas atau dipompa
  • Memilih baju kerja yang memungkinkan memeras ASI dengan nyaman


Pada saat kembali bekerja:

  • Kurangi kecemasan dan hindari kelelahan bekerja dengan istirahat yang cukup
  • Pastikan perlengkapan untuk memeras/memompa ASI serta almari es dan kotak pendingin ada di tempat kerja
  • Bawalah foto bayi di tempat kerja
  • Susuilah bayi sesaat sebelum berangkat kerja dan sesegera mungkin setelah pulang dari tempat kerja
  • Ingatkan kepada pengasuh bayi untuk tidak memberikan susu dengan botol mendekati ibu pulang dari kerja
  • Keluarkan ASI setidaknya setiap 3 jam untuk menghindari engorgement
  • Pakailah baju yang nyaman sehingga mudah untuk menyusui atau memeras ASI
  • Susuilah bayi lebih sering pada malam hari dan pada akhir minggu
  • Konsultasi kepada ahli menyusui atau petugas kesehatan apabila timbul masalah.


Cara memeras ASI:

  • Cuci tangan sampai bersih, duduk/berdiri dengan nyaman dan pegang cangkir/mangkuk bersih dekat ke payudara
  • Letakkan ibu jari di atas puting dan areola dan jari telunjuk pada bagian bawah puting dan areola berlawanan dengan ibu jari dan jari lain menopang payudara
  • Tekan ibu jari dan telunjuk sedikit ke arah dada, jangan terlalu kuat agar tidak menyumbat aliran susu, kemudian tekan sampai teraba sinus laktiferus yaitu tempat penampungan ASI di bawah areola
  • Tekan dan lepas, tekan dan lepas. Kalau terasa sakit berarti tekniknya salah. ASI akan mengalir terutama bila refleks oksitoksin aktif.
  • Tekan dengan cara yang sama di sisi sampingnya untuk memastikan memerasnya dari semua segmen payudara
  • Hindari mengelus jari pada kulit payudara tetapi sebaiknya seperti menggelinding
  • Hindari memencet puting karena hal ini sama dengan jika bayi mengisap pada puting
  • Peras ASI selama 3-5 menit sampai ASI berkurang pada 1 payudara, lalu pindah ke payudara lain, demikian terus sampai kosong
  • Memeras ASI memakan waktu 20-30 menit, dan usahakan tidak terlalu cepat dari waktu tersebut.


Masalah Menyusui Lainnya
Menyusui Bayi Kembar
    Menyusui bayi kembar pada dasarnya sama dengan bayi tunggal walaupun lebih berpotensi bermasalah dan banyak membutuhkan dukungan. Bayi kembar dapat disusui secara simultan atau terpisah sesuai kebutuhan masing-masing bayi, atau bergantian.     Menyusui secara simultan lebih menghemat waktu dan memiliki keuntungan yaitu bayi yang lebih kuat hisapannya akan merangsang refleks aliran untuk kembarannya yang daya hisapnya lebih lemah. Jangan khawatir apabila Anda merupakan ibu atas bayi kembar karena ibu dengan bayi kembar secara konsisten akan memproduksi jumlah ASI dua kali lebih banyak dari jumlah ASI yang diproduksi ibu dengan bayi tunggal.

Menyusui Bayi Prematur
Kandungan gizi ASI bayi prematur lebih tinggi dibandingkan dengan bayi cukup bulan sehingga pertumbuhan bayi prematur pada awalnya seringkali cukup baik. Komposisi ASI bayi prematur akan berubah menjadi serupa ASI bayi cukup bulan dalam waktu 3-4 minggu.

Menyusui pada Ibu dengan Hepatitis B
Ibu dengan diagnosis Hepatitis B tetap boleh memberikan ASI. Tetapi sebaiknya bayi mendapatkan imunisasi Hepatitis B yang pertama yang diberikan sebelum 12 jam setelah lahir.

Penggunaan Obat pada Masa Menyusui
Penggunaan beberapa obat dapat membahayakan kesehatan selama proses menyusui. Sebaiknya ibu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan.

Penyimpanan ASI
ASI yang sudah diperas dapat disimpan pada almari es dengan 1 pintu, 2 pintu atau pada deep freezer dengan lama waktu penyimpanan yang berbeda-beda. Satu hal penting adalah ASI beku yang sudah dicairkan tidak boleh disimpan lagi pada suhu beku.
Selalu berikan terlebih dahulu ASI yang disimpan sesuai urutan tanggal penyimpanan. Gunakan istilah first come first go.
    Setelah botol ASI yang disimpan dikeluarkan dari tempat penyimpanan, botol tidak boleh dipanaskan secara langsung, baik menggunakan kompor atau microwave. Hangatkan ASI dalam botol dengan cara mengalirkan air mengalir pada dinding luar botol atau dengan cara merendam botol pada air hangat. Jangan berikan ASI dalam keadaan dingin kepada bayi.
    Mengingat banyaknya manfaat yang didapatkan oleh ibu dan bayi dengan menyusui. Alangkah baiknya jika bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya. Bayi dan ibu sehat, keluarga bahagia .

 

{oleh : Dr. Dian Indriani}

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 30 (APRIL-JUNI 2012)






 

Tentang Penulis

Patricia Putri

patricia putri

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next HIDUP UNTUK BERIBADAH

Tinggalkan Komentar