BATUK DAN SESAK NAPAS

BATUK DAN SESAK NAPAS

batuk

 Dokter, saya batuk dan sesak napas. Tidak sembuh-sembuh. Saya sudah berobat, tetapi sepertinya penyakitnya tambah bandel. Kira-kira saya sakit apa ya Dok?

    Sayang sekali Bapak memberikan informasi yang sangat minim. Baiklah saya akan mencoba memberikan sedikit informasi dari keluhan yang Bapak alami.
    Sebenarnya sesak napas dapat disebabkan oleh  banyak faktor yaitu faktor dari paru, dari jantung atau faktor psikologi. Sesak napas yang disebabkan faktor paru antara lain penyakit PPOK (Penyakit paru obstruktif kronik), Asma, Tuberkulosis, Bronkiektasis atau karena SOPT (Sindroma Obstruktif Paru karena Tuberkulosis). Sedangkan sesak karena faktor jantung adalah apabila terjadi gagal jantung kongestif.
    Untuk mengetahui penyakit apa yang mendasari sesak napas, tidaklah cukup dari keluhan saja. Meskipun demikian dari keluhan yang ada, kita akan mendapat gambaran ke arah mana penyakit yang diderita. Mari kita cermati bersama gambaran klinis yang biasanya turut berperan pada sesak napas.
    PPOK (Penyakit Paru obstruktif kronik) adalah penyakit paru kronik (lama) yang ditandai dengan hambatan aliran udara di saluran napas yang tidak sepenuhnya dapat kembali normal (reversibel). Gangguan ini bersifat progresif (fungsi paru akan menurun seiring dengan berjalannya waktu) karena terjadi peradangan kronik (peradangan yang berlangsung lama) akibat paru terpapar gas beracun yang terjadi dalam kurun waktu yang lama. Biasanya karena asap rokok, asap kompor, gas buang kendaraan bermotor, debu jalanan atau bahan kimia/gas beracun lain. Gejala awal muncul pada usia tengah baya, yaitu sesak muncul pada saat beraktifitas. Gejala dapat disertai dengan batuk berdahak dan aktifitas menjadi terbatas. Hambatan aliran udara di saluran pernapasan dan di paru umumnya menetap.
    Asma merupakan penyakit  paru yang disebabkan faktor alergi. Bisa alergi debu, asap, makanan, udara dingin dan lain-lain. Gejala timbul pada umumnya waktu malam atau dini hari. Gejala sesak  bervariasi, dari yang sangat ringan (batuk-batuk) sampai  yang sangat berat (tampak sesak sekali). Gejala awal muncul pada usia dini (anak-anak) dan ada riwayat asma dalam keluarga. Dapat ditemukan bersama-sama dengan pilek yang tak kunjung sembuh dan atau eksim. Hambatan aliran udara di saluran pernapasan dan di paru umumnya dapat diatasi (hilang), sehingga normal kembali.
    Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosa. Penyakit ini dapat menyerang semua usia. Gejala awal berupa batuk berdahak lebih dari 2 minggu, bila berlangsung lama dapat disertai dengan batuk darah. Bila sesak muncul sebagai gejala biasanya sudah terjadi restriktif paru (gelembung paru tidak mengembang karena peradangan yang terjadi di paru) biasanya bersifat menetap.
    SOPT (sindroma obstruksi pasca tuberculosis) adalah penyakit paru yang  terjadi pada seseorang yang  telah menyelesaikan pengobatan tuberkulosis selama 6 bulan bahkan ada yang lebih, namun mengalami  keluhan yang mirip dengan gejala TBC, yaitu: sesak nafas, batuk berdahak dan batuk darah. Penyakit ini disebabkan oleh bekas dari luka akibat infeksi TBC paru. Semakin luas jaringan paru yang rusak akibat infeksi kuman tuberkulosis, semakin luas bekas luka yang ditimbulkan. Pasien dengan TBC paru yang parah maka kemungkinan setelah sembuh akan meninggalkan bekas yang luas sehingga keluhan yang dirasakan setelah pengobatan  tuberkulosisnya  juga semakin berat.
    Bronkiektasia merupakan kelainan bentuk saluran pernapasan berupa pelebaran saluran pernapasan yang abnormal dan menetap yang terjadi akibat kerusakan komponen elastis dan otot dinding saluran pernapasan. Sesak pada penyakit ini disertai dengan batuk terus-menerus dengan dahak yang banyak terutama pada pagi hari(200-300 ml) yang bertambah berat bila terjadi infeksi saluran napas atas. Biasanya dapat diikuti dengan demam, nafsu makan berkurang, berat badan turun, anemia, nyeri di dalam dada dan 'les-lesan'. Bila berat bisa terjadi batuk darah. Gejala lain yang menyertai berupa ujung-ujung jari yang membesar (jari-jari tabuh).
Gagal jantung kongestif adalah  suatu kondisi yang ditandai dengan kegagalan jantung untuk memompa darah secukupnya ke seluruh tubuh. Karena laju darah yang dipompa keluar dari jantung lebih lambat daripada laju darah yang kembali ke jantung melalui pembuluh balik menyebabkan terjadinya pengumpulan cairan dalam jaringan kedua kaki bengkak dan napas sesak. Terjadi pada seseorang dengan riwayat hipertensi.  
Sedangkan sesak karena faktor psikologis pada umumnya terjadi bila seseorang mengalami suatu masalah yang sampai sedemikian dipikirkan. Tidak ditemukan kelainan berarti pada pemeriksaan fisik tubuh ataupun pada pemeriksaan penunjang. Sesak akan berangsur hilang bilamana secara psikologis seseorang mulai dapat meletakkan masalah pada porsi yang benar.
    Untuk mengetahui penyakit sesak berasal dari faktor yang mana, selain dari keluhan dan tanda yang didapat, perlu dilakukan pemeriksaan penunjang berupa foto ronsen dada dan pemeriksaan faal paru (spirometri).
    Foto ronsen dada bermanfaat untuk kita mendapat gambaran besar, bentuk, dan ada tidaknya kelainan di paru dan jantung. Sedangkan pemeriksaan faal paru dipergunakan untuk mengetahui apakah paru berfungsi baik atau ada hambatan menuju ke paru ataukah gelembung paru yang tidak dapat mengembang sempurna. Dengan mengetahui gambaran paru, jantung dan fungsi paru, kita akan dapat menentukan langkah-langkah apa yang dapat dilakukan untuk dapat mencegah penyakit berlanjut.
    Untuk itu ada baiknya Bapak memeriksakan diri ke RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto”. Pelayanan poliklinik umum 24 jam, pelayanan IGD 24 jam, pelayanan dokter spesialis sesuai jadwal dan pelayanan radiologi (untuk foto ronsen) 24 jam. Selain itu  dapat dilakukan pemeriksaan spyrometri pada hari dan jam kerja.  Kami tunggu kedatangan Bapak….Salam saya…..

 

{oleh : dr.  Nurendah K}

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 32 (OKTOBER-DESEMBER 2012)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar