BAWANG BOMBAI CEGAH DIABETES

BAWANG BOMBAI CEGAH DIABETES

Bawang bombal (Allium cepa L) memiliki kandungan kromium yang baik. Kromium berperan mencegah diabetes melitus. Seperti bawang putih, bawang bombai juga mengandung sulfur yang berperan penting bagi kesehatan.

 

    Namun, berbeda dengan bawang putih, komponen sulfur pada bawang bombai terdapat dalam bentuk allyl propyl disulphide. Komponen ini berperan penting dalam menurunkan glukosa darah, sehingga baik untuk penderita diabetes.
   Bawang bombai juga baik untuk mencegah serangan jantung dan stroke. Komponen sulfur dalam bawang bombai akan bersinergi dengan kromium dan vitamin B6 untuk menurunkan kadar homosistein dalam darah.
   Bawang bombai memiliki sifat antiperadangan karena adanya komponen isothiocyanates yang dapat menghambat lipoxygenase dan cyclooxygenase, keduanya merupakan enzirn penyebab radang. Komponen isothiotyanates (juga terdapat pada brokoli) dilaporkan dapat menghambat sel kanker.
   Komponen tersebut berasal dari senyawa glukosinolates yang mengalami perubahan setelah bawang bombai digigit, dikunyah, dan dicerna. Penelitian Dr Steven Schwartz dan Ohio State University membuktikan, senyawa isohtiocyanates dapat memangkas sel kanker kandung kemih, khususnya sel agresif.
    Bawang bombai juga mengandung komponen flavonoid quersitin, yang sangat baik untuk mencegah kanker usus. Pemasakan daging dengan bawang bombai dapat membantu mereduksi jumlah radikal bebas penyebab kanker.
     Menurut publikasi di Jurnal Clinical Gasteroenterology and Hepatology, quersitin dapat mereduksi ukuran dan jumlah sel kanker pada saluran pencernaan manusia. Bawang bombai sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang.
     Menurut publikasi pada The Journal of Agricultural and Food Chemistry, bawang bombai mengandung komponen gam-ma L glutamyl-trans-5-1-propenyl-L-cysteine sulfoxide, yang dapat menghambat osteoklas, yaitu sel pengurai tulang. Agar tulang tetap sehat dan terhindar dari osteoporosis, aktivitas osteoblast (sel-sel pembentuk tulang) harus lebih besar dan osteoklas.
     Para ahli di University of Ben di Swiss pernah meneliti manfaat bawang bombai terhadap tulang. Terbukti konsumsi bawang bombai setiap hari selama 4 minggu mampu meningkatkan konsentrasi kalsium penguat tulang hingga 17 persen.

sumber : Gaya Hidup Sehat edisi NO. 551

 

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 20 (OKTOBER-DESEMBER 2009)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar