BELUM HAMIL SETELAH SETAHUN MENIKAH MENYUSUI MENULARKAN ASMA

BELUM HAMIL SETELAH SETAHUN MENIKAH MENYUSUI MENULARKAN ASMA

Dokter, Nama saya Heny.
Saya sudah menikah hampir satu tahun, tapi saya belum hamil-hamil juga, menurut dokter apa yang harus kami lakukan, soalnya kami belum pernah periksa kandungan, mohon penjelasan terima kasih.
 
Yth. Ibu Heni,
    Satu tahun adalah batas untuk kita dapat menyatakan seseorang mengalami infertilitas atau sering disebut sebagai tidak subur. Hanya batasan waktu inipun belum cukup untuk dapat memvonis seseorang mengalami infertilitas. Harus dilihat seberapa teratur hubungan seksual suami istri dilakukan dan apakah selama itu dilakukan tanpa menggunakan alat kontrasepsi dan kualitas dari hubungan seksual itu sendiri. Hal ini berhubungan dengan faktor stres fisik dan psikologis. Stres fisik misalnya hubungan seksual dilakukan saat kondisi kita atau pasangan kita sedang mengalami kelelahan akibat aktifitas atau pekerjaan. Stres psikologis misalnya sedang mengalami tekanan emosi akibat masalah yang sedang dihadapi.     Coba Ibu melakukan evaluasi tentang yang saya sebutkan diatas, kemudian lakukan koreksi untuk hubungan seksual yang dilakukan. Jika pasangan suami istri sudah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi dalam periode setahun tetap belum dikaruniai momongan sebaiknya pasangan memeriksakan diri ke dokter. Bisa jadi pasangan ini mengidap infertilitas. Infertilitas tidak sama dengan kemandulan. Infertilitas diartikan sebagai kekurangmampuan pasangan untuk menghasilkan keturunan, jadi bukanlah ketidakmampuan mutlak untuk memiliki keturunan. Penyebab infertilitas pada perempuan diantaranya adalah faktor saluran telur 36%, gangguan proses pengeluaran sel telur 33%, endometriosis (kelainan jaringan endometrium /rahim yang tumbuh di luar rahim) 6% , tingkat keasaman vagina tinggi akibat infeksi vagina dan penyebab lainnya.
    Faktor dari suami biasanya disebabkan oleh jumlah dan kualitas sperma yang kurang. Karena disebabkan oleh berbagai faktor, maka sangat dianjurkan pasangan suami istri memeriksakan diri lebih dini.      
    Selain berusaha tentunya kita tidak meninggalkan kuasa Tuhan. Tetap berdoa dan berserah kepada Tuhan, Ia akan memberikan yang terbaik pada kita indah pada waktunya. Amin.

Dokter, Saya punya penyakit asma,sekarang ini saya punya bayi perempuan berumur satu bulan. Saat ini saya masih menyusui, berapa persen anak saya bisa kena asma? Apakah menyusui dapat menularkan asthma ? Mohon penjelasan terima kasih.
 
Ibu di 62247045xxxx,
    Dalam praktek sering dihubungkan antara faktor riwayat asma dalam keluarga dengan terjadinya asma. Namun banyak penderita asma merasa heran bahwa di keluarganya tidak ada yang menderita asma. Dari, suatu penelitian yang dilakukan di Indonesia, hanya 30 % penderita asma yang keluarganya menderita asma.  Faktor ibu ternyata lebih kuat menurunkan asma dibandingkan bapak. Sebagian besar tidak diketahui menderita asma karena faktor genetik itu tidak sampai menimbulkan gejala asma atau bermanifestasi jadi penyakit alergi lain. Dari hasil penelitian itu juga disebutkan bahwa orang tua asma berkemungkinan 8 – 16 kali menurunkan asma dibandingkan dengan orang tua tidak asma, terlebih lagi bila si anak alergi terhadap tungau debu rumah.
    Selain di Indonesia beberapa penelitian yang dilakukan di Jerman, Hongkong, Malaysia, China, dan Austalia menyebutkan bahwa meskipun faktor genetik penting untuk terjadinya asma, ternyata faktor lingkungan lebih penting lagi. Berbagai faktor yang ikut ambil bagian untuk terjadinya asma antara lain diet, polusi udara, asap rokok, dan faktor allergen misalnya tungau debu rumah, kecoak, dan serpih kulit binatang (misalnya anjing, kucing). Jadi adalah penting untuk menjaga faktor lingkungan terbebas dari allergen, polusi udara dan asap rokok serta menjaga asupan makanan yang diberikan.
    Asma bukanlah penyakit menular, tidak juga melalui ASI. Justru menyusui adalah cara baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak dan sangat dianjurkan. Transfer kebanyakan obat melalui ASI belum dievaluasi dengan pasti, namun sepertinya tidak ada bukti bahwa obat-obatan asma memberi dampak buruk pada anak yang disusui (namun beberapa anak dapat terkena iritasi akibat teofilin yang ditransfer melalui ASI). Jika Ibu juga mengalami gejala alergi saat menyusui, sebaiknya Ibu juga dapat mengendalikannya dengan baik. Sekali lagi pastikan untuk menanyakan keamanan obat ke dokter Ibu jika Ibu mendapat obat pada saat menyusui Selamat berbahagia bersama ananda.

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih Edisi 13 ( JANUARI - MARET 2008 )

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar