CACAR AIR ATAU VARISELA

CACAR AIR ATAU VARISELA

Seorang ibu membawa anaknya umur 4 tahun ke dokter dengan keluhan munculnya bintik-bintik berair di dada dan punggung.  Sebelum itu, anaknya tidak ada keluhan yang menandakan dia sakit. Masih aktif, tidak pernah mengeluh demam atau nyeri kepala. Dokter menyatakan bahwa anaknya menderita penyakit  varisela atau cacar air. Ternyata setelah ditelusur, teman sekolahnya ada yang sakit seperti itu 10 hari terakhir ini. Ini adalah contoh kisah nyata dalam masyarakat yang sering dijumpai dalam praktek dokter sehari-hari.

     Cacar air atau disebut juga Varisela, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Herpes Varicella atau disebut juga Varicella Zoster Virus (VZV). Nama lain untuk penyakit ini adalah Chikenpox. Varisela merupakan penyakit yang  sangat menular. Karena sifatnya yang  sangat mudah menular ini,  sering dijumpai ketika satu orang dalam sebuah keluarga menderita penyakit ini, secara berurutan menular kepada anggota keluarga yang lain, seolah-olah seperti “urut absen”. Sehingga dalam satu rumah semua mengalaminya. Tentu bisa dimaklumi, karena dalam satu keluarga, rasanya tidak mungkin bisa memisahkan anggota keluarga yang lain karena sedang menderita penyakit yang menular. Apalagi sebagai orang tua, tidak mungkin bisa menjauhkan diri dari anak, semenular apapun penyakit anaknya.  
Karena berdekatan erat  tidak hanya terjadi di rumah, penularan penyakit ini juga sangat mudah terjadi di tempat banyak anak atau orang melakukan interaksi, misalnya di sekolah. Tidak jarang dijumpai dalam satu kelas secara berurutan siswa ijin tidak masuk sekolah, karena varisela.
Walaupun  pada anak penyakit  varisela jarang menyebabkan kematian, tetapi karena penampilan kulit penderita varisela yang kurang nyaman dilihat apalagi kalau mengenai kulit wajah, kadang orang yang melihatnya merasa takut, ngeri, dan was-was kalau-kalau tertular; sehingga teman-temannya menjauhi atau penderita sendiri yang merasa takut menulari orang sekitarnya dan ditambah dengan rasa malu sehingga ada sikap menarik diri dari lingkungannya. Itulah yang terjadi apabila anak menderita varisela.
Yang cukup menjadi problem bagi anak sekolah adalah ketika harus ijin karena tidak bisa masuk sekolah yang bisa jadi perlu waktu  5-7 hari.  Akibatnya akan ketinggalan pelajaran atau harus menjalani ulangan/ujian susulan apabila kebetulan sedang menghadapi ulangan/ujian. Tetapi apapun risikonya, memang sebaiknya setiap anak yang menderita varisela tidak diijinkan masuk sekolah, untuk menghindari penularan kepada anak lain. Bila tidak segera diberi ijin akan berisiko diikuti oleh teman sekelas yang lain.

Siapa saja yang bisa menderita varisela ?                 
Varisela dapat menyerang semua golongan umur; dari bayi baru lahir sampai dewasa. Masing-masing  golongan umur mempunyai risiko berbeda-beda bila terserang penyakit ini. Pada ibu hamil, apabila terinfeksi pada saat usia kehamilan belum mencapai 28 minggu, akan berisiko terjadinya kelainan bawaan pada bayinya ketika lahir nanti; yang disebut sebagai sindroma varisela kongenital.  Kelainan bawaan ini bisa berupa adanya jaringan parut seperti  bekas luka di kulit, ukuran tangan dan kaki yang kecil, kelainan pada dubur dan kandung kemih, kelumpuhan, kejang, retardasi mental, kelainan pada mata (bisa berupa ukuran bola mata yang kecil, katarak dan buta) atau bayi lahir dengan berat rendah (berat lahir kurang dari 2500 gram). Tetapi kalau ibu hamil menderita varisela saat memasuki masa persalinan (lima hari sebelum sampai 2 hari setelah melahirkan), maka bayi yang baru lahir bisa mengalami varisela berat yang berisiko menyebabkan kematian bayi.

Cara penularan, Tanda dan Gejala Penyakit Varisela
Varisela merupakan penyakit yang hanya mengenai manusia. Tidak ada binatang atau serangga yang dicurigai sebagai pengantara/penularnya. Sering menyerang pada masa peralihan antara musim panas ke musim penghujan atau sebaliknya. Menular dari satu orang ke orang lain melalui saluran pernapasan yaitu dari percikan air ludah ketika pembawa virus varisela batuk, bersin, atau berbicara. Percikan air ludah yang mengandung virus varisela ini bila terhirup mereka yang ada di sekitarnya, akan berisiko tertular. Dapat juga kontak langsung kulit ke kulit akibat bersentuhan dengan cairan kulit penderita varisela. Potensi penularan dari penderita varisela bisa terjadi sejak 24 jam sebelum timbul ruam di kulit sampai kelainan pada kulitnya mengering; biasanya 7-8 hari.
Sayangnya sebelum timbul ruam di kulit yang khas, sangat sulit menentukan apakah seseorang sedang mengalami gejala awal varisela. Pada fase ini penderita hanya merasakan badan yang kurang nyaman, tidak nafsu makan, nyeri kepala, lemah-lesu, kadang disertai nyeri tenggorok dan batuk atau bisa juga disertai demam. Padahal semua keluhan ini merupakan tanda awal dari penyakit infeksi virus lain pada umumnya. Semua penyakit yang disebabkan oleh virus, hampir semua bisa menyebabkan keluhan awal seperti ini. Itulah sebabnya pada fase awal, sulit dibedakan dengan penyakit-penyakit  yang disebabkan oleh virus lain. Jadi sangatlah bisa dimaklumi bila penderita dan orang di sekitarnya, bahkan mungkin dokter yang memeriksanya (kalau dibawa ke dokter pada saat itu) bisa jadi belum curiga kalau anak tersebut ternyata sedang mengalami fase awal penyakit varisela. Karena fase tersebut memang belum bisa dipastikan kalau itu merupakan tanda dan gejala awal dari penyakit akibat virus varisela. Setelah keluar ruam di kulit  yang khas untuk varisela, baru dokter atau orang yang sudah pernah melihatnya, yakin bahwa itu penyakit varisela.
Pada anak, varisela kadang tidak didahului dengan keluhan-keluhan seperti tersebut sebelumnya; bisa tiba-tiba muncul beberapa ruam di kulit yang kemudian menonjol, berisi cairan jernih seperti tetesan air, yang  bisa diawali di daerah punggung, dada-perut atau di lengan atas/bawah atau bisa juga di daerah pantat-paha (gambar 1). Kalau anak anda mengalami hal seperti ini, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar bisa langsung mendapat pengobatan, sehingga tidak akan menyebar ke seluruh tubuh. Karena kalau tidak segera diobati akan dengan cepat (bisa dalam 24 jam) ruam itu akan meluas ke seluruh tubuh, bahkan sampai ke muka/wajah.
Ruam biasanya lebih jelas pada bagian yang tertutup pakaian dan jarang ditemukan di daerah telapak tangan dan kaki. Dalam waktu 8 - 12 jam ruam dengan cepat akan berubah menjadi menonjol dari kulit sekitarnya, berisi cairan dengan dinding yang tipis, terlihat seperti tetesan air, dengan ukuran 1-4 mm, disertai dengan rasa gatal (gambar 1). Selain di kulit, ruam yang berisi cairan ini bisa terjadi pula di daerah langit-langit mulut, hidung bagian dalam, tenggorokan, saluran cerna, saluran kemih, vagina dan bagian dalam kelopak mata. Cairan di dalamnya pada awalnya jernih, kemudian akan menjadi keruh, akhirnya mengering dan menghitam yang dimulai dari bagian tengah (keropeng) (gambar  2 dan 3) dan akhirnya mulai mengelupas (Gambar 4).  Keropeng akan lepas dalam waktu 1-3 minggu, tergantung tingkat kedalaman kelainan kulit. Bekasnya akan membentuk cekungan dangkal berwarna merah dan kemudian berangsur-angsur hilang. Apabila terdapat penyulit  berupa infeksi oleh kuman yang lain, akan terbentuk nanah (biasanya karena digaruk-garuk karena gatal), mengakibatkan  terbentuknya jaringan parut pada fase penyembuhan. Pada kasus yang berat dan khas, saat timbulnya ruam dan bintik yang berisi cairan ini bisa disertai dengan demam tinggi, bisa mencapai 39 – 40,5 OC.

Komplikasi :  
Pada penderita varisela, berpotensi mengalami komplikasi atau penyulit,  yang bisa berupa:
-    Infeksi bakteri pada tempat ruam, sehingga bintik ruam yang cairan awalnya jernih, menjadi keruh dan berisi nanah.
-    Pneumonia (peradangan paru karena ditumpangi  oleh infeksi  bakteri atau virus lain), akan ditandai dengan panas yang meningkat tinggi, batuk, bisa juga disertai pilek dan sesak napas.
-    Infeksi di susunan saraf pusat (otak); sehingga bisa terjadi penurunan kesadaran dan kejang-kejang, yang menyebabkan angka kematian tinggi dan kecacatan setelah sembuh.

Pencegahan:
Untuk mencegah dan menghindari agar  anda atau anak anda tidak sampai tertular dan menderita varisela ini, ada upaya-upaya yang bisa anda lakukan. Anda bisa melakukan beberapa tindakan di bawah ini:
-    Menghindari kontak erat dengan penderita varisela.
-    Imunisasi Varisela. Saat ini sudah tersedia vaksin untuk mencegah varisela. Vaksin ini bisa diberikan pada umur 12 bulan atau lebih. Cukup diberikan satu kali saja. Tetapi kalau vaksin varisela baru diberikan saat anak sudah berusia lebih dari 12 tahun, maka harus diberikan sebanyak 2 kali. Antara suntikan pertama   dengan suntikan ke dua diberi jarak waktu 4-8  minggu.
-    Segera bawa periksa ke dokter apabila mulai muncul satu atau beberapa ruam, atau bintik gelembung yang berisi cairan jernih, seperti titik embun. Karena kalau sudah timbul 1 atau lebih bintik berisi cairan dalam 24 jam akan bisa segera menyebar merata ke seluruh tubuh. Kalau hanya masih beberapa, tentu lebih mudah dan lebih cepat teratasi dengan pengobatan, dan tidak menyebar ke seluruh tubuh; membuat penyembuhannya baik dan  tidak berbekas.

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih Edisi 31 ( JULI - SEPTEMBER 2012)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar