Logo

CONGEKAN

CONGEKAN

Congekan atau kopokan (bahasa Jawa), adalah keluarnya cairan dari liang telinga melalui gendang telinga yang berlubang akibat adanya peradangan pada rongga telinga tengah. Cairan yang keluar bisa jernih, putih, atau kuning sampai kehijauan. Mula-mula cairan tersebut tidak berbau, tetapi bila tidak segera ditangani dengan baik maka akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Hal ini akan menyebabkan timbulnya rasa  minder, kurang percaya diri atau malu baik pada penderita maupun keluarganya.

 

PENYEBAB
    Penyebab congekan yang tersering adalah radang/infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), misalnya radang adenoid (adenoiditis), radang amandel (tonsilitis), radang tenggorok (faringitis), radang sinus (sinusitis). Penyebab lain, tetapi jarang terjadi, adalah trauma yang menyebabkan robeknya gendang telinga. Congekan paling sering terjadi pada anak-anak, terutama yang berusia kurang dari lima tahun. Tetapi tidak tertutup kemungkinan terjadi pada anak yang lebih besar atau pada usia dewasa.
Keluarnya cairan pada penyakit ini berasal dari peradangan telinga tengah yang bersifat akut (otitis media akut/OMA). Cairan tersebut berasal dari rongga telinga tengah mengalir melalui lubang pada gendang telinga, keluar menuju liang telinga. Bila penyakit ini dan penyebabnya tidak ditangani dengan baik, maka lubang pada gendang telinga tersebut akan menetap, sehingga menyebabkan peradangan telinga tengah yang menetap pula (otitis media kronik/OMK).

KELUHAN
Penyakit ini biasanya didahului oleh ISPA, berupa batuk, pilek, panas atau radang tenggorok  yang tidak ditangani dengan baik. Kuman yang terdapat di saluran pernapasan akan menjalar ke rongga telinga tengah melalui lubang kecil yang disebut saluran Eustachius (tuba auditiva Eustachii). Di dalam rongga telinga tengah kuman akan berkembang biak sehingga menimbulkan keluhan-keluhan sebagai berikut; mula-mula terjadi gangguan pendengaran (telinga terasa penuh, terasa tersumbat, pendengaran berkurang, berdengung/gembrebeg), timbul rasa nyeri pada telinga yang makin hebat, panas tinggi, kejang dan rewel (sering pada anak-anak), selanjutnya akan terjadi pecahnya gendang telinga dan keluarnya cairan dari liang telinga. Apabila tidak ditangani dengan baik, lubang pada gendang telinga tersebut akan menetap, bahkan semakin lama akan semakin lebar, akibatnya penderita akan sering mengalami gangguan pendengaran dan keluarnya cairan dari liang telinga.

PENANGANAN
    Penanganan penyakit ini harus dilakukan secara menyeluruh. Penanganan dilakukan terhadap telinganya dan penanganan terhadap penyakit yang mendasarinya. Jika penanganannya tidak dilakukan secara menyeluruh, maka penyakit ini akan sering mengalami kekambuhan.
    Karena penyebab tersering penyakit ini adalah ISPA, maka harus dicari, dan diatasi ISPA-nya dengan baik. Apabila memang diperlukan, maka tidak tertutup kemungkinan dilakukan operasi terhadap ISPA penyebabnya. Asalkan hal itu dilakukan sesuai dengan indikasi.
    Penanganan terhadap telinga pada kasus ini tujuannya adalah untuk membuat telinga yang berair menjadi kering (dry ear). Setelah telinga kering, dilakukan evaluasi selama beberapa minggu. Pada kasus congekan yang bersifat akut/baru saja terjadi (OMA), diharapkan lubang pada gendang telinga dapat menutup secara spontan, asalkan penyakit yang melatarbelakanginya ditangani dengan baik. Apabila kasusnya bersifat kronik/lama (OMK), maka perlu dilakukan operasi untuk menambal lubang gendang telinga.

KOMPLIKASI
    Seperti halnya penyakit lain, congekan juga bisa menyebabkan komplikasi. Komplikasi penyakit ini tidak bisa dianggap remeh. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah penyebaran kuman ke mastoid, yaitu suatu tonjolan tulang yang berongga-rongga yang terletak tepat dibelakang telinga. Infeksi pada mastoid disebut mastoiditis, yang akan memberikan keluhan nyeri di belakang telinga, keluarnya cairan dari liang telinga yang berwarna kuning kehijauan, kental, berbau busuk. Penderita akan merasakan penurunan pendengaran yang nyata. Pada keadaan tertentu bisa menyebabkan keluarnya nanah dari mastoid dan bisa pula menyebabkan wajah perot.
Komplikasi yang paling ditakuti adalah terjadinya penyebaran kuman ke rongga kepala (meningitis, ensefalitis, abses otak). Penyebaran ke rongga kepala akan menyebabkan keluhan nyeri kepala hebat, kejang, penurunan kesadaran, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Di samping kedua komplikasi di atas, congekan juga menimbulkan dampak yang sangat tidak menyenangkan pada penderitanya. Akibat keluarnya cairan dari liang telinga, penderita akan merasakan malu atau kurang percaya diri, sehingga akan membatasi pergaulannya.

SARAN
    Sungguh sangat tidak bijaksana apabila meremehkan ISPA (berupa batuk, pilek, panas, radang tenggorok) terutama pada anak-anak. ISPA harus diobati dengan baik sampai benar-benar sembuh, karena bila tidak diobati dengan baik bisa menyebabkan terjadinya congekan.
    Bagi penderita congekan, disarankan untuk rajin kontrol sampai telinganya benar-benar bersih dari cairan. Penderita juga dinasehati agar mencegah kekambuhan penyakitnya, dengan cara bila menderita ISPA harus dilakukan pengobatan dengan baik dan telinga dijaga jangan sampai kemasukan air.

 

{ Oleh : dr. Wahyu BM,SpTHT- KL,MsiMed }

*Dimuat dalam Majalah Kasih Edisi 37 ( JANUARI - MARET 2014 )

Tentang Penulis

Patricia Putri

patricia putri

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next SAYANGI IBU HAMIL

Tinggalkan Komentar