FISIOTERAPI DADA PADA ANAK DAN BAYI

FISIOTERAPI DADA PADA ANAK DAN BAYI

Latar Belakang
Flu yang disertai batuk dan pilek sering kita temui di masyarakat, demikian pula dengan anak-anak dan bayi kita juga sering mengalami hal tersebut.Di daerah tropis seperti Indonesia baik musim kemarau maupun musim penghujan punya faktor resiko sama untuk timbulnya gejala tersebut.
Permasalahan utama yang sering timbul pada bayi ataupun anak yang mengalami batuk adalah terjadi penumpukan sekresi lendir yang berlebihan di paru. Pada orang dewasa lebih mudah untuk bisa mengeluarkan lendir dengan mekanisme batuk yang disadari, tetapi kebalikannya dengan bayi dan anak mereka akan kesulitan mengeluarkan sekresi lendir dengan batuk yang disadari. Pada bayi dan anak lebih mengandalkan pada mekanisme reflex batuk, itupun karena penumpukan sekresi lendir yang sudah berlebihan di paru.
Tidak sedikit orang tua merasa prihatin dengan kondisi bayi yang batuk dengan sekresi lendir yang berlebihan, bahkan sampai…maaf (menyedot ingus) melalui lubang hidung bayi dengan tujuan untuk melonggarkan saluran nafas akibat sumbatan lendir atau ingus di hidung.
Dalam Fisioterapi dikenal istilah Postural Drinage, untuk membantu anak atau bayi lebih mudah mengeluarkan sekresi lendir dengan cara pengaturan posisi, fasilitasi mengalirkan lendir dan penyedotan lendir dengan alat suction.

Metode Postural Drainage Sebagai Kunci  Fisioterapi Dada
Postural Drainage adalah pembersihan jalan nafas dari sekresi lendir dengan pengaruh gravitasi. Pembersihan dengan cara ini dicapai dengan melakukan salah satu atau kurang lebih dari 10 posisi tubuh yang berbeda. Postural Drainage menggunakan posisi spesifik yang memungkinkan gaya gravitasi untuk membantu dalam mengalirkan sekresi lendir dari saluran paru yang kecil dan sempit menuju ke saluran paru yang lebih besar dan longgar, sehingga sekresi lendir lebih mudah untuk dikeluarkan dengan mekanisme refleks batuk maupun penghisapan.
Waktu yang terbaik untuk melakukannya adalah sekitar satu jam sebelum sarapan pagi dan sekitar satu jam sebelum tidur malam. Postural drainase dilakukan tiga sampai empat kali sehari dan lebih efektif  jika dilanjutkan dengan terapi pernapasan lainnya dengan pengobatan dan/atau nebulisasi dengan penambahan medikamentosa anti inflamasi, bronkodilator atau pengencer dahak.

Kapan dan bilamana fisioterapi dada bayi dan anak dilakukan?
Pada umumnya untuk kasus batuk pilek yang ringan hanya dibutuhkan 1-2 kali fisioterapi tapi untuk kasus yang berat bisa dibutuhkan sampai 7 kali, bahkan lebih. Penghematan biaya  terhadap pengeluaran fisioterapi tersebut sangat bisa dilakukan jika orang tua mengerti teknik fisioterapi sederhana untuk kemudian mempraktikkannya sendiri di rumah.
     Fisioterapi dada bayi dan anak yang sederhana dapat dilakukan di rumah.  Hanya saja untuk melakukan fisioterapi pada bayi, orang tua umumnya tidak memiliki rasa percaya diri. Wajar saja, karena tubuhnya masih begitu mungil. Apalagi memang ada beberapa teknik fisioterapi untuk bayi yang hanya bisa dilakukan fisioterapis profesional, misalnya untuk mengeluarkan lendir setelah proses inhalasi dengan nebulizer.
Kondisi yang mengizinkan fisioterapi:
·    Dokter menyarankan anak menjalani fisioterapi.
·    Batuk-pilek ringan (tidak disertai demam dan lamanya belum lebih dari 3 hari).
Hindari fisioterapi bila:
·    Kondisi batuk pilek yang dialami anak tergolong berat atau disertai demam.
·    Anak mengalami sesak nafas yang parah karena dengan fisioterapi malah bisa menambah sesaknya.
·    Anak baru saja menghabiskan makannya karena dapat mengakibatkan muntah.

Praktek sederhana Fisioterapi dada anak dan bayi
Jika bayi atau anak anda mengalami hidung tersumbat dan batuk berdahak anda bisa mencoba teknik tepukan yang dinamakan percussion.
Caranya mudah, pastikan bayi dalam posisi tengkurap dan letakkan bantal di bawah perut, pastikan bantal itu tidak terlalu tebal. Kemudian condongkan sedikit posisi bantal dengan kedudukan kepala bayi ke bawah dan kaki di atas, pastikan kaki tetap lurus.
    Anda bisa membentuk telapak tangan anda seperti cupping (lubang di tengah) dan gunakan kekuatan dari pergelangan tangan untuk menepuk perlahan di punggung atau dada bayi atau anak anda.
Tepukkan telapak tangan anda kurang lebih 15 menit dan berpindah posisi di kiri dan kanan tubuh bayi  atau anak anda. Tujuan menepuk-nepuk ini adalah memfasilitasi mengalirnya sekresi lendir dari saluran paru yang sempit ke saluran paru yang lebih besar. Reaksi yang biasa timbul pada bayi atau anak anda akan terbatuk-batuk dan terkadang muntah sekresi lendir. Jika sekresi lendir tertelan bayi atau anak anda, hal itu tidak apa-apa, karena sekresi lendir tetap keluar dari paru dan masuk ke saluran pencernaan selanjutnya akan dikeluarkan lewat kotoran
Kalau di rumah ada sinar infra merah, sebelum dilakukan fisioterapi bisa disinari dulu dengan alat itu, adapun fungsi sinar infra merah untuk memberikan efek relaksasi pada otot pernafasan, sehingga bayi atau anak anda akan lebih nyaman untuk dilakukan fisioterapi dada. Kalaupun tidak ada, anda bisa menggunakan sinar matahari pagi sembari melakukan fisioterapi dada sederhana.

Penutup
Demikian kami tuliskan informasi seputar Fisioterapi Dada pada Anak  dan Bayi dari berbagai sumber artikel, semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca yang memiliki permasalahan pada bayi dan anak yang kesulitan mengeluarkan sekresi lendir. Penulis berharap tindakan tersebut bisa menjadikan tindakan preventif terjadinya sakit penyakit yang lebih buruk.

 

Dibuat oleh : Budi Setiawan, S.St.FT

*Dimuat dalam Majalah Kasih Edisi 47 ( Juli - September 2016 )

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar