FORUM ILMIAH KEBIDANAN

FORUM ILMIAH KEBIDANAN

    Agar tercipta hubungan yang harmonis antara pihak RS. Panti Wilasa ‘‘Dr.Cipto’’ dengan para bidan di Semarang umumnya maupun bidan rekanan khususnya maka diadakan Forum Ilmiah Kebidanan. Tujuan utama dari penyelenggaraan Foril Kebidananan ini adalah Media Informasi dan komunikasi bidan-bidan yang menjadi rekanan Rumah Sakit, yang selalu merujuk pasiennya ke RS. Panti Wilasa ‘‘Dr. Cipto’’, apabila pertolongan bidan sudah tidak memungkinkan lagi. Kepedulian pihak Rumah Sakit untuk memberikan ilmu pengetahuan masalah kebidanan cukup besar. Hal ini semata-mata dilakukan karena bidan sebagai orang lapangan yang terlibat langsung dengan pasien harus punya bekal yang cukup, agar setiap anak bangsa yang akan lahir dapat tertolong. Forum Ilmiah ini dilaksanakan tiga bulan sekali dengan menampilkan pembicara para dokter spesialis kandungan maupun anak.


    Tanggal 16 April 2005 di AULA RS. Panti Wilasa ‘‘Dr. Cipto’’ diselenggarakan acara ini dengan pembicara Dr. Syarief Taufik H, SpOG dengan mengambil tema ‘‘Gangguan Haid dan Penatalaksanaanya’’. Dengan gaya humorisnya Dr. Taufik mengulas setiap topik sehingga membuat peserta yang sebagian besar para ibu-ibu itu terhibur. Pembicaraan menjadi terkesan  tidak monoton didukung dengan tampilan slide yang memperjelas setiap pembahasanya. Dalam keterangannya Dr. Syarief Taufik H, SpOG menjelaskan Haid Normal adalah pendarahan yang terjadi pada wanita usia reproduksi normal yang bersifat siklik, periodik dan fisiologik. Keluhan yang terjadi biasanya adalah Lekas marah, perasaan tertekan, sakit kepala, kembung, kaki bengkak, nyeri payudara, kejang. Hal ini disebabkan karena Hormon Prolaktin/ Estrogen berlebihan.
    Penyampaian makalah yang berdurasi 45 menit tersebut mendapat respon positif dari peserta, hal ini terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang di tujukan kepada Dr. Taufik. Waktu 20 menit yang diberikan oleh pembawa acara untuk sesion pertanyaan serasa tidak cukup untuk menampung pertanyaan dari ibu-ibu bidan peserta.
    Pembicara kedua adalah Dr. Bambang Sudarmanto Sp A. Bag IKA FK UNDIP/ RS Dr. Kariadi. Dalam makalah yang diberi judul ‘‘Penatalaksanaan Kegawatan Neonatus’’ di jelaskan bahwa Bayi baru lahir memerlukan penyesuaian fisiologis berupa maturasi, adaptasi dan toleransi untuk dapat hidup dengan baik diluar kandungan. Maturasi ini berkaitan erat dengan masa gestasi yang akan mempersiapkan janin dari kehidupan intra uterin ke ekstra uterin. Bayi yang baru lahir biasanya akan tahan untuk tidak makan ataupun minum dalam kurun waktu 2 x 24 jam, akan tetapi tidak akan tahan terhadap dingin,  jadi perlu sekali ruang yang hangat untuk merawat bayi setelah lahir.
    Peralihan kehidupan intra uterin ke kehidupan ekstra uterin memberikan konsekuensi fisiologis dan biokimiawi. Perubahan-perubahan tersebut akan terjadi manakala bayi terpisah dari ibunya. Diantaranya : berfungsinya paru untuk bernafas, Saluran cerna untuk penyerapan makanan, Fungsi ekskresi ginjal terhadap bahan yang tidak terpakai dan fungsi homeostasis kimia darah, fungsi detoksikasi dan ekskresi hati terhadap racun yang tak diperlukan tubuh, fungsi imunologi, fungsi endokrin, fungsi kardiovaskuler.

    Kesakitan dan kematian bayi baru lahir terjadi akibat adanya berbagai gangguan pada fungsi sistem tersebut diatas. ‘‘Bidan sebagai petugas lapangan yang terlibat secara langsung dengan pasien harus mempunyai prinsip untuk mengutamakan keselamatan bayi yang merupakan penerus negeri ini’’ tegas Dr. Bambang untuk memotivasi para Bidan.
    Durasi penyampaian makalah sekitar 45 menit terasa masih kurang bagi para peserta yang memang haus akan ilmu pengetahuan tersebut. Antusias para peserta dengan berbagai pertanyaan yang dilontarkan juga terasa kurang kalau hanya 15 menit. Walau bagaimanapun waktu memang membatasi setiap aktifitas.

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 2 (APRIL-JUNI 2005)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar