GONDONGAN

GONDONGAN

Tanya:
Beberapa waktu yang lalu kami sekeluarga terkena gondongan. Dimulai dari anak saya yang besar yang saat ini kelas dua SD. Belum sampai sembuh sudah disusul anak kami yang kecil. Seminggu setelah mereka sembuh, justru Ibunya yang kena. Yang mau saya tanyakan Dokter, penyebab gondongan itu apa? Menular lewat apa? Bagaimana caranya supaya tidak ketularan?
 Bp. Yos  024 70 69 xx xx

Jawab:
Baik sekali pertanyaan Bapak, karena saat-saat musim kemarau seperti ini memang musimnya penyakit gondongan; sehingga dengan informasi ini harapannya masyarakat juga dapat lebih mengenal tentang penyakit ini.
Gondongan atau yang dalam bahasa medis disebut Parotitis atau Mumps adalah penyakit yang menyerang kelenjar air liur/ kelenjar ludah yang pada umumnya disebabkan oleh virus Paramyxovirus. Selain virus tersebut, gondongan dapat juga disebabkan oleh bakteri Staphylococcus. Di tubuh kita, kelenjar ludah berada di tiga tempat yaitu di bawah telinga yang sering disebut kelenjar parotis, di bawah rahang dan di bawah lidah. Sehingga bagian tubuh  yang mengalami pembesaran karena peradangan dapat terjadi di salah satu tempat atau di dua tempat atau ketiga–tiganya. Pada awalnya pembengkakan  terjadi di satu sisi, yang kemudian dapat menjalar ke sisi sebelahnya. Bengkak ini muncul setelah infeksi virus berlangsung 2 atau 3 hari.
Adapun gejala gondongan yang disebabkan oleh virus Paramyxovirus
berupa demam yang cepat naik, pembengkakan di kelenjar air liur, sulit menelan dan dapat muncul gejala-gejala seperti sakit flu dan biasanya hanya sedikit sakit atau sedikit terasa  kenceng di tempat yang bengkak. Sedangkan bila disebabkan Staphylococcus gejala yang muncul adalah demam yang naik secara perlahan, muncul kemerahan di tempat yang bengkak dan rasa sakit yang luar biasa sampai untuk membuka mulut saja tidak bisa karena sakitnya apalagi untuk mengunyah dan menelan.
 Penyakit ini menular lewat udara, yaitu lewat percikan air liur yang mengandung virus saat seseorang yang sakit bersin, batuk atau sedang berbicara. Pada kondisi daya tahan tubuh yang kuat, meskipun kita kontak dengan orang yang sakit gondong kita tidak akan tertular. Namun saat daya tahan tubuh lemah, kondisi tidak fit, daya pertahanan tubuh tidak bisa mengatasi serangan virus, akibatnya kita tertular penyakit tersebut.
Bila daya tahan tubuh sangat rapuh,virus dapat menyerang  bagian tubuh lain seperti persendian, ginjal, selaput otak, indung telur pada wanita atau buah pelir (testis) pada pria. Banyaknya komplikasi yang dapat terjadi, mengharuskan kita untuk benar-benar mengobati gondongan sampai tuntas.
Seseorang yang sudah pernah terkena gondongan, tetap masih dapat sakit apabila daya tahan tubuh benar-benar drop. Nah untuk mencegah supaya tidak tertular atau terkena penyakit ini ada beberapa usaha yang dapat kita lakukan, yaitu dengan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat yaitu dengan menjaga keseimbangan antara aktifitas
dan istirahat, mengimbangi dengan mengkonsumsi makanan sehat seimbang, dapat dibantu dengan suplemen atau vitamin dan dianjurkan untuk melakukan imunisasi MMR (Mumps, Measle, Rubella)bagi yang belum pernah terkena gondongan. Bagi yang sudah pernah sakit gondongan, MMR tidak perlu karena di dalam tubuh kita sudah ada daya tahan terhadap penyakit ini. Namun ini bukan berarti yang pernah terkena sakit gondongan atau yang pernah imunisasi MMR tidak bisa terkena penyakit ini, apabila daya tahan tubuh sedemikian rendahnya tentu penyakit ini masih dapat menyerang.
Dan untuk yang sedang sakit biasanya perlu dilakukan 'isolasi', dijauhkan dari orang-orang yang sekiranya lemah daya tahan tubuhnya, misalnya bayi atau anak-anak lainnya. Anak sekolah atau orang bekerja biasanya akan mendapat cuti sakit, selain untuk mempercepat penyembuhan juga mencegah temen-teman di sekitarnya tertular.
Pada umumnya penyakit ini dapat sembuh sendiri, namun tidak jarang yang mengalami komplikasi ke bagian tubuh lain. Mengingat beratnya komplikasi yang dapat terjadi, disarankan untuk tetap periksa ke dokter.
Semoga informasi ini dapat membantu. Salam……

 

{ Diasuh Oleh : dr. Nurendah K, MM }

*Dimuat dalam Majalah Kasih Edisi 35 ( JULI - SEPTEMBER 2013 )



 

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar