Logo

HIDUP TERUS BERBUAH

Foto : CNTCD1 MSOffice
  HIDUP TERUS BERBUAH

    Manusia hidup tidak bisa sendirian, pasti butuh orang lain. Saat manusia ada di dunia ini tidak mungkin tumbuh besar dengan sendirinya, ada ibu yang mengandung ,melahirkan dan merawatnya, memberinya ASI sebagai makanan pemula untuk memenuhi kebutuhan fisiknya, keluarga yang melimpahi kasih sayang sehingga kebutuhan psikologisnya terpenuhi bahkan juga kebutuhan sosial dalam bentuk relasi yang saling dibangun dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.  Bahkan  tidak kalah pentingnya keluarga memberikan bimbingan spiritual untuk mengenal Tuhan. Betapa kehadiran seseorang akan terus menjadi penting bagi orang yang ada di dekatnya. Tidak hanya berhenti di situ ternyata ketika kehidupan itu diterima maka ada tanggung jawab kehidupan yang harus dipenuhi oleh orang yang menerimanya. Tuhan memiliki tujuan yang baik ketika Ia mempercayakan kehidupan kepada manusia. Diciptakan tidak sekedar supaya ada namun keberadaannya dapat memberi arti bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Seperti dikatakan “ Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8 : 28 )

    Seperti halnya sebuah tanaman yang ditanam oleh pemiliknya pasti ada tujuan yang hendak diambil seperti kayunya, bunganya, daunnya dan buahnya. Hasil yang diharapkanpun tidak sekedar hasil yang biasa namun harus yang berkualitas. Supaya hasilnya berkualitas perlu dilakukan proses perawatan, dipupuk supaya tanahnya subur, dicangkul tanah disekitarnya supaya gembur bahkan dikurangi ranting dan daunnya agar bunga dan buahnya baik. Proses perawatan tidak bisa kilat namun butuh waktu, sehingga harus rajin, tekun dan sungguh-sungguh, hingga saatnya masa panen tiba. Tentulah hasil panen yang didapat baik, berkualitas dan bermanfaat bagi siapapun yang memanfaatkannya.

    Firman Tuhan yang berbicara tentang Pokok anggur yang benar ( Yohanes 15 : 1 – 8 ) mengajak kepada kita untuk belajar bagaimana menjadi orang percaya yang bisa menghasilkan buah yang bisa dimanfaatkan dan berkualitas. Bacaan kita mengisahkan tentang bagaimana sebuah pohon anggur dirawat dengan baik, dengan cara selalu dibersihkan ranting-ranting yang tidak berbuah supaya tidak menghambat pertumbuhan buah, juga supaya buah yang dihasilkan banyak. Tetapi lebih dari itu yang paling utama adalah bagaimana ranting selalu menempel dengan kuat pada pokok anggur. Dengan menempel pada pokok anggur maka asupan makanan akan bisa diterima dan menghidupi ranting-ranting hingga akhirnya ranting-ranting mampu memunculkan tunas calon buah. Makanan yang cukup akan membuat pertumbuhan bakal buah baik bahkan jumlahnya bisa banyak. Hingga tiba saatnya buah-buah itu siap untuk dipanen dan dimanfaatkan.

    Pohon hidup tidak untuk dirinya sendiri dan tidak dapat hidup dengan sendirinya. Pohon hidup untuk yang lainnya dan hidup dengan bantuan manusia. Ada proses kebersamaan yang harus dijalani, proses saling membantu. Hingga sampai akhirnya semua menerima hasil yang bisa dimanfaatkan. Demikian juga manusia seharusnyalah manusia tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri, namun biarlah hidup kita bermanfaat bagi orang-oraang yang ada di sekitar kita. kita tidak bisa hidup dengan sendirinya , karena pada dasarnya hidup ini adalah karunia Tuhan. Tuhan yang merancangkan manusia ada dan kelangsungan hidupnya ada didalam kuasa perawatan Tuhan. Kesadaran bahwa manusia ada karena diciptakan Tuhan menjadikan dirinya harus hidup percaya dan selalu bertaut pada Tuhan, karena Tuhanlah sang sumber kehidupan. Seperti halnya ranting yang menancap pada batangnya/ pokok pohonnya. Ketika hidup kita bertaut pada Tuhan maka asupan yang baiklah yang kita terima seperti firman Tuhan, kata-kata positif dan membangun serta ajaran-ajaran yang sesuai dengan firman Tuhan.  Selalu bersekutu dengan Tuhan melalui doa, perkumpulan-perkumpulan iman, ibadah, puji-pujian dan rajin membaca kitab suci. Asupan yang baik yang masuk membuat iman kita menjadi bertumbuh, kuat dan menghasilkan buah yang bermanfaat. Pertumbuhan iman akan terus kita pupuk supaya terus menghasilkan karya-karya iman yang menciptakan kedamaian dan membuat sesama berbahagia.

  Hidup janganlah sekedar menjalani kehidupan namun mari terus tunjukkan bahwa hidup kita ini betul-betul bermanfaat bagi siapapun. Setiap karya yang kita hasilkan biarlah sungguh-sungguh berdayaguna dan bisa dinikmati orang-orang di sekitar kita. Tidak sulit jika kita mau melakukannya cukuplah tersenyum dengan tulus, menyapa dengan kata-kata yang lembut dan membangun, mengerjakan pekerjaan dengan sepenuh hati , memiliki hati yang diliputi dengan kasih dan banyak hal positif yang lain yang bisa dimunculkan. Ketika apa yang kita lakukan baik dan orang merasakan faedahnya maka hidup bersama menjadi indah. Satu dengan yang lain saling berproses , saling memberi diri untuk melakukan kebaikan, saling berbagi apa yang menjadi miliknya , maka terciptalah kedamaian. Semakin hari jadilah orang percaya yang bisa menghasilkan buah yang baik dan bermanfaat, maka hidup kita akan menjadi berarti, jangan pernah sia-siakan hidup pemberian Tuhan selama Tuhan beri waktu dan kesempatan untuk hidup.

    Selalu menjadi ranting yang menghasilkan buah supaya jangan dipotong. Ketika kebaikan kita hentikan maka saat itulah kita menjadi ranting yang tidak berbuah dan siap dipotong untuk dicampakkan ke dalam api. Ketika ranting dibakar dan menjadi abu tidak akan lagi ada gunanya. Akankah kita menjadi orang yang tidak berguna, dibuang dan dijauhi orang. Tentulah hal seperti itu tidak diinginkan, jadilah pelaku-pelaku firman yang bisa membuat sesama mampu merasakan sukacita, bahagia dan damai sejahtera oleh karena apa yang kita perbuat. Roh Kudus akan menolong dan memimpin kita untuk bisa menjadi pelaku-pelaku firman. *

 

Oleh: Kartika Purwandari, SSi. Teol

 

Dimuat di Majalah Kasih edisi 50

Tentang Penulis

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next KURANG TIDUR CEPAT MATI

Tinggalkan Komentar