HOSPITAL WITHOUT WALLS

HOSPITAL WITHOUT WALLS

‘‘RS. Panti Wilasa ‘‘Dr.Cipto’’ akan senantiasa melibatkan diri ke dalam pengembangan kesehatan bersama dengan masyarakat dan lembaga-lembaga yang relevan, sesuai dengan kondisi Rumah Sakit dan keadaan masyarakat’’, Jelas Dr. Yoseph Chandra M.Kes.

    Upaya mewujudkan Rumah Sakit tanpa dinding (Hospital Without Walls) tersebut memang sudah terlihat sejak terbentuknya UPKM (Usaha Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat) pada tahun 1993. RS.Panti Wilasa ‘‘Dr.Cipto’’ selalu berorientasi menjadi rumah sakit pilihan masyarakat dan secara  perlahan mencoba menghilangkan pola pelayanan ‘‘hospital oriented’’.
    ‘‘Sudah saatnya Rumah Sakit sekarang ini merombak pola pelayanannya menjadi pola ‘‘Community based’’ yaitu pola pelayanan yang berbasis masyarakat, suatu penyakit tidak hanya bisa diobati hanya dengan obat-obatan yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit saja, akan tetapi faktor dari lingkungan jauh lebih dominan, seorang pasien setelah diberi pengobatan bisa saja kembali sakit jika lingkungan rumah dan sekitarnya tidak sehat, maka kehadiran UPKM perlu sekali dalam mengatasi masalah sosial tersebut ,’’ Lanjut Dokter yang mempunyai kegemaran membaca ini.
    Dalam kegiatannya, UPKM terbagi menjadi 2 yaitu kegiatan ke dalam (internal) dan kegiatan keluar (eksternal). Untuk kegiatan kedalam (internal) meliputi Klinik Tumbuh Kembang Anak (KTA), Kursus Persiapan Persalinan (KPP), Kursus Senam Hamil, Donor Darah, LPK Pramurukti, kursus pemijatan bayi (KPB), Foto bayi, Forum Komunikasi ASMA, Forum Komunikasi Diabetes Melitus (FKDM). Sedangkan  kegiatan keluar (eksternal) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan terutama masyarakat ekonomi lemah meliputi Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis tiap 2 bulan sekali, PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) atau proyek peningkatan pendapatan kelompok usaha bersama. Sesuai dengan tujuannya UPKM RS.Panti Wilasa ‘‘Dr. Cipto’’ senantiasa memberikan informasi dan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat agar tidak mudah dijangkiti suatu penyakit.
    Peta pelayanan UPKM RS. Panti Wilasa ‘‘Dr.Cipto’’ meliputi Posyandu Balita yang ada di Kelurahan Banyumanik (1 Posyandu), Kelurahan Karangroto (8 Posyandu), Kelurahan Kudu (7 Posyandu), Kelurahan Purwosari (6 Posyandu), kelurahan Penggaron Lor, dan Kelurahan Bangetayu Lor, sedangkan untuk Posyandu Lansia ada 14 Posyandu yang memfokuskan diri memantau kesehatan para masyarakat lanjut usia.
    Yang cukup menarik dari rangkaian kegiatan UPKM dalam mengatasi masalah sosial di masyarakat yaitu pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat atau proyek peningkatan pendapatan usaha bersama, dalam kegiatan ini pihak UPKM RS. Panti Wilasa ‘‘Dr.Cipto’’ yang bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang relevan memberikan modal pada masyarakat ataupun para kader. Harapan yang ingin dicapai setelah ada pengguliran dana adalah agar masyarakat bisa membuat atau mengembangkan suatu usaha mandiri. Dengan demikian diharapkan kehidupan masyarakat jadi meningkat dan secara langsung kesejahteraanpun ikut mengalami peningkatan sehingga keluarga balita yang sebelumnya kekurangan bisa memenuhi kebutuhan akan gizi dan kesehatan lebih terjamin.
Dengan keterbatasan petugas yang hanya 2 orang UPKM RS. Panti Wilasa ‘‘Dr. Cipto’’ senantiasa berusaha keras agar tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan membantu masyarakat dalam meningkatkan kemandirian di segala sektor kehidupan bisa tercapai. UPKM RS. Panti Wilasa ‘‘Dr.Cipto’’ dalam pelaksanaan tugasnya membentuk jaringan kerja agar pelaksanaan program yang telah disusun dapat terealisasi. Mitra kerja yang dibentuk adalah mitra kerja internal yang terdiri dari para dokter, bidan, perawat, pastoral, humas, pendaftaran,IPS, marketing, administrasi penderita, rekam medis, farmasi, kepala ruang dan sopir, sedangkan mitra kerja eksternal meliputi aparat pemerintah/swasta dan puskesmas.
    UPKM RS. Panti Wilasa ‘‘Dr. Cipto’’ atau masyarakat umum lebih mengenal dengan istilah Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS) sebenarnya merupakan kepanjangan tangan dari rumah sakit untuk berperan aktif didalam meningkatkan kesehatan secara holistik. Sedangkan pengertian penyuluhan kesehatan memberikan pengertian yang benar tentang masalah kesehatan yang dihadapi serta melakukan tindakan penanggulangan yang sesuai dengan kemampuan kepada para pasien, keluarganya, pengunjung rumah sakit dan masyarakat umum.
    Pendirian UPKM yang merupakan salah satu pelayanan di RS. Panti Wilasa ‘‘Dr. Cipto’’ ini lahir didasari oleh UU Kesehatan No. 23 tahun 1992 pasal 38 yang menyebutkan bahwa penyuluhan kesehatan masyarakat diselenggarakan guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat dan aktif berperan dalam upaya kesehatan. Dasar lain yang mendukung adalah pasal 5 UU Kesehatan yang mengatakan bahwa setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga dan lingkungannya.
    ‘‘Meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat yang kurang beruntung berlandaskan kasih terhadap sesama adalah visi dan misi kami’’ kata         Drs. Danu Ismoyo Kabag UPKM RS. Panti Wilasa ‘‘Dr.Cipto’’.
    Dalam setiap langkah kegiatan yang digulirkan ke daerah-daerah UPKM RS. Panti Wilasa ‘‘Dr. Cipto’’ banyak sekali mendapatkan halangan dan rintangan, suara sumbang juga seringkali terdengar setiap kali  para petugas UPKM RS. Panti Wilasa ‘‘Dr.Cipto’’ mengadakan kegiatan didesa binaan, akan tetapi berkat tujuan mulia yang selalu ditanamkan sebagai prinsip, semua halangan yang selalu merintang tersebut dapa  selalu diatasi.

 

Tanggapan KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA SEMARANG terhadap pelaksanaan UPKM RS. Panti Wilasa "Dr. Cipto"

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Dr. H Hadi Wibowo, MMR menyambut baik upaya pihak Rumah Sakit Panti Wilasa   ‘‘Dr. Cipto’’ untuk terjun ke tengah masyarakat guna mengatasi masalah-masalah sosial yang muncul.
    ‘‘Laporan-laporan mengenai munculnya penyakit di suatu daerah yang dikunjungi tentunya kami nantikan, karena dari laporan-laporan tersebut Dinas Kesehatan Kota Semarang bisa segera memberikan suatu tindakan penanggulangan,’’ Jelas Dr. Hadi Wibowo,MMR dalam suatu kesempatan wawancara setelah membuka Dialog Interaktif kader kesehatan wilayah Semarang Timur.
    Pembentukan desa-desa binaan menurut beliau sangatlah tepat dan sangat membantu Pemerintah khususnya Kota Semarang, karena dengan keterbatasan Puskesmas yang hanya berjumlah 37 ini tidak memungkinkan bagi petugas kesehatan untuk menjangkau seluruh daerah.  Jalinan kemitraan antara Puskesmas dengan pihak Rumah Sakit dalam menangani permasalahan sosial sangatlah diperlukan. Bagi Dinas Kesehatan Kota Semarang kehadiran UPKM Rumah Sakit Panti Wilasa ‘‘Dr.Cipto’’ ke daerah-daerah bukanlah merupakan sebuah persaingan karena sebenarnya tugas yang diemban oleh Puskesmas dan Rumah Sakit tersebut berlainan. Angka kesakitan yang berjumlah 15% itulah yang diperebutkan oleh Rumah Sakit untuk upaya penyembuhan, sedangkan Dinas Kesehatan dalam hal ini Puskesmas bertugas untuk menjaga 85 % angka sehat agar tidak menjadi sakit.
    Saat dimintai pendapat terhadap keinginan RS. Panti Wilasa ‘‘Dr.Cipto’’ melaksanakan pola pelayanan ‘‘Hospital Without Walls’’, Kepala Dinas menanggapi sebagai suatu usaha yang positif, karena sudah saatnya Rumah Sakit-Rumah Sakit di Kota Semarang khususnya memberikan pelayanan yang bersifat kemasyarakatan. Dengan pola pelayanan ‘‘Hospital Without Walls’’ pasien bukan lagi sebagai obyek akan tetapi sebagai subyek, upaya kesehatan juga tidak hanya diarahkan kepada individu akan tetapi cenderung kepada keluarga dan masyarakat.

 

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 3 (JULI-SEPTEMBER 2005)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar