Logo

KAPAN HARUS MEMBAWA ANAK KE DOKTER KETIKA MEREKA SAKIT

KAPAN HARUS MEMBAWA  ANAK KE DOKTER KETIKA MEREKA SAKIT

“Berbagai bentuk respon bisa terjadi pada orang tua ketika menghadapi anak sakit. Sebagian orang tua ada yang sangat berlebihan, nampak sangat ketakutan, sangat kebingungan, dan sangat galau, nampak begitu khawatir ketika menghadapi anak sakit,  walaupun anaknya sebetulnya hanya “sakit ringan”. Sebaliknya ada orang tua yang kurang menyadari akan kondisi kesehatan anaknya padahal penyakit yang sedang terjadi sudah mengancam jiwa anaknya, sehingga tampak tenang, tidak ada rasa bingung, takut atau gelisah, padahal anaknya sudah sakit kritis”, ungkap Dr. Sedyo Wahyudi, Sp.A

 

    Menurut Dokter Spesialis Anak RS Panti Wilasa “Dr. Cipto ini,  karakter dan pengetahuan orang tua dalam masalah kesehatan sangat menentukan dalam mereka berespon terhadap suatu masalah kesehatan yang sedang terjadi pada anak mereka. Bacaan berikut ini diharapkan bisa menjadi informasi yang berguna dalam mengambil keputusan dan segera bertindak ketika menghadapi anak sakit, dan kapan sebaiknya segera membawa ke dokter.
    Ada banyak kondisi yang bisa anda ketahui, yang bisa menjadi tanda atau sinyal untuk menjadi lebih waspada terhadap keadaan kesehatan anak. Anda tidak harus bisa mendiagnosis penyakit, karena untuk diagnosis adalah tugas dan kewenangan dokter. Yang diperlukan adalah mengenali tanda akibat penyakit yang sedang terjadi, sehingga tidak terlambat dalam pengobatannya atau tidak jatuh dalam kondisi yang sudah lanjut dan parah penyakitnya, yang akan semakin susah untuk mengalami pemulihan sempurna walaupun sudah mendapatkan perawatan dan pengobatan yang optimal.
    Lebih lanjut dr. Sedyo memaparkan bahwa kondisi-kondisi di bawah ini bisa menjadi tanda yang bisa anda kenali sebagai pertimbangan untuk segera membawa anak ke dokter:

DEMAM
    Demam merupakan keluhan yang sering terjadi pada anak. Rasanya tidak ada anak yang tidak pernah mengalami demam semasa kehidupannya. Dalam sehari-hari, banyak penyakit yang ditandai dengan demam. Tetapi sebagian besar adalah karena infeksi.
    Suhu normal pada anak adalah sekitar 36,1 – 37,8 ℃  atau 37 ± 1-1,5 ℃. Untuk mengetahuinya, tentu perlu alat ukur suhu tubuh, yaitu termometer. Sangat kurang akurat apabila hanya dengan mengandalkan tangan yang ditempelkan pada dahi/tubuh anak. Karena tangan kita ini bukan alat ukur yang tepat untuk mengukur suhu tubuh. Tetapi masih boleh kalau hanya sebagai langkah awal untuk mengetahui demam atau tidak. Namun untuk mengetahui berapa suhunya, harus diukur dengan alat termometer. Bila suhu badan anak > 38 ℃ maka benar anak sedang mengalami demam.
    Lalu kapan sebaiknya anda membawa ke dokter atau RS apabila anak anda mengalami demam?   Apabila demam dengan suhu tubuh 39 ℃ atau lebih. Demam berlangsung selama 3 hari, dan tidak turun dengan obat penurun panas (suhu tubuh hanya turun sebentar selama dua-tiga jam, dan kemudian naik lagi). Demam yang disertai dengan penurunan kesadaran: anak menjadi kurang berespon dengan ajakan untuk bercanda atau untuk diajak bicara, gelisah, rewel terus menerus tidak bisa ditenangkan, atau bahkan lebih banyak tidur: dibangunkan hanya membuka mata sebentar lalu cenderung ingin tidur lagi. Anak tidak mau minum, sehingga tidak kencing dalam tiap 4-6 jam. Atau ada riwayat kejang sebelumnya ketika mengalami demam.  
    Apabila anak anda mengalami demam seperti tersebut di atas, sebaiknya segera membawa ke dokter. Sebaiknya andapun harus kembali ke dokter lagi apabila misalnya hari pertama demam sudah diperiksa dokter dan sudah minum obat yang diresepkan; namun sampai hari keempat demam idak kunjung teratasi. Karena bila demam berlangsung sampai 4 hari belum kunjung turun, atau masih naik-turun anak perlu diperiksa darahnya dan urinya untuk mencari penyebab demamnya, apakah ada penyakit infeksi tertentu; misalnya tipus, demam berdarah, infeksi saluran kencing, atau penyakit lainnya.
 
KEJANG
    Kejang merupakan salah satu keadaan yang menakutkan bagi orang tua, apalagi bila kebetulan menyaksikan sendiri ketika kejang terjadi; hampir pasti orang tua panik, bingung, sehingga justru tidak bisa melakukan sesuatu, hanya bisa terdiam tidak melakukan apa-apa.     Apabila anak anda kejang, sebaiknya segera bawa ke dokter atau rumah sakit. Sebagian besar kejang pada anak disebabkan karena demam; yaitu kejang yang terjadi saat anak mengalami demam dengan suhu > 38 C. Tetapi ada kejang yang terjadi pada saat tanpa demam, seperti pada epilepsi. Kejang juga bisa disebabkan oleh penyakit radang selaput otak. Apapun sebab kejangnya, anda harus membawa ke dokter atau rumah sakit. Karena kejang merupakan kegawatan yang harus segera diatasi. Apalagi kalau itu merupakan kejang yang pertama kali dialami, atau kejangnya berulang dalam sehari.

BATUK-PILEK
    Batuk dan atau pilek merupakan keluhan yang terjadi karena adanya penyakit  di saluran pernapasan. Penyakit ini sangat umum terjadi dan dengan sangat mudah menular dari anak satu ke anak yang lainnya, atau dari satu anggota keluarga ke anggota keluarga lain yang tinggal serumah. Bahkan yang satu baru saja sembuh bisa batuk pilek lagi karena penyakit itu bergilir dan setelah satu rumah mendapat giliran, kebetulan kena giliran lagi.
    Batuk pilek yang ringan, bisa disebabkan karena penyakit “common cold”  atau dalam bahasa indonesia dikenal dengan “salesma”. Salesma ini biasanya bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari. Tetapi bila ditumpangi infeksi bakteri lain maka batuk pilek itu akan berkepanjangan, disertai demam tinggi, dan keadaan anak biasanya memburuk: lemas, tidak mau makan/minum, cenderung pingin tidur terus, atau tidak bisa tidur karena tidak bisa bernapas dengan nyaman. Pada situasi seperti ini sebaiknya harus dibawa ke dokter.
    Batuk itu sendiri bisa disebabkan oleh berbagai macam penyakit. Bila batuknya sangat mengganggu: sekali batuk tidak berhenti-berhenti, sampai membungkuk-bungkuk atau bahkan nungging-nungging, mukanya merah, atau bibirnya membiru, atau ada perdarahan di mata, setelah batuk anak menghirup napas cepat dan timbul suara yang khas karena aliran udara cepat yang terhirup; sebaiknya waspada, kemungkinan batuk ini karena pertusis (batuk rejan, batuk 100 hari).
    Batuk yang berlangsung lama, lebih dari 2 minggu sebaiknya segera ke dokter, karena ada kemungkinan asma, bronkhitis, tuberkulosis, atau alergi. Biarkan dokter yang manganalisa dan menentukan diagnosisnya setelah melakukan pemeriksaan fisik pemeriksaan penunjang (pemeriksaan darah atau foto rontgen dada).
SESAK  NAPAS
    Sesak nafas, merupakan gangguan pernapasan yang bisa disebabkan oleh banyak penyakit yang mendasari, baik karena penyakit di saluran pernapasan atau penyakit di luar saluran pernapasan. Pada anak yang mengalami radang paru (pneumonia); bisa diawali dengan batuk, pilek dan demam terlebih dahulu, beberapa hari kemudian bisa  sesak napas. Sebelum sesak napas biasanya diawali dengan frekuensi napas yang meningkat terlebih dahulu. Maka hitunglah frekuensi napas anak anda selama 1 menit ketika mengalami batuk, pilek dan demam. Apabila anak anda berumur di bawah 2 bulan, dengan frekuensi napas ≥60 kali/menit atau anak usia 2-12 bulan dengan frekuensi napas ≥50 kali permenit  atau anak 12 bulan – 59 bulan ≥40 kali per menit; maka waspadalah itu frekuensi napas yang sudah meningkat, yang berpotensi terjadinya sesak napas bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.
    Sesak napas juga bisa terjadi pada anak dengan asma. Pada anak dengan asma, biasanya sesak napasnya sering berulang dan ditandai juga dengan suara mengi yang biasanya  cenderung terjadi malam atau menjelang pagi hari. Apapun sebabnya, anda harus membawa anak yang mengalami sesak napas.  

DIARE
    Diare merupakan penyakit yang masih banyak terjadi dilingkungan kita. Banyak jenis kuman, virus, parasit atau jamur bisa menjadi penyebab diare pada anak. Diare sangat mudah dikenali. Ditandai dengan buang air besar yang berkali-kali dan fesesnya menjadi lembek atau cair; tidak seperti biasanya. Pada anak diare, sering pula diawali atau disertai dengan muntah. Sehingga sering orang menyebut dengan muntaber, singkatan dari muntah-berak.
    Pada anak yang mengalami diare, prinsipnya adalah  cairan yang keluar saat diare dan muntah harus tergantikan dengan cara minum yang lebih banyak dibanding cairan yang terbuang melalui muntah dan diare. Cairan yang diminum bisa bermacam-macam: bisa susu, oralit, air gula-garam, kuah sayur, dan lain sebagainya. Kalau tidak bisa minum cairan yang cukup menggantikan cairan yang keluar melalui diare dan muntah, maka anak akan berisiko jatuh dalam keadaan dehidrasi (sel-sel tubuh kekurangan cairan). Keadaan dehidrasi ini akan menyebabkan anak nampak lemas, rewel, gelisah, mata cekung, kulit bibir kering, air mata berkurang, tidak keluar kencing dalam tiap 4-6 jam, ingin minum terus, tampak sangat haus. Kalau dehidrasi berat bahkan anak bisa sampai tidak sadar, lunglai, bahkan bisa mengalami kejang. Jadi bila anak anda diare apalagi sudah tampak ada tanda dehidrasi seperti tersebut di atas, sebaiknya segera dibawa ke dokter. Jangan sampai jatuh dalam dehidrasi berat; karena kalau sudah mengalami dehidrasi berat untuk mengatasinya akan semakin sulit, dan berisiko untuk mengalami kematian.  

RUAM KULIT
    Ruam yang muncul pada kulit bisa merupakan tanda murni penyakit kulit, tetapi bisa juga karena keterlibatan kulit yang sejatinya bukan penyakit kulit, tetapi hanya merupakan respon pada kulit akibat penyakit lain yang mendasari. Penyakit yang mendasari ini bisa penyakit yang tidak berbahaya, tetapi bisa juga merupakan penyakit yang berisiko mengancam jiwa. Keluhan lain yang menyertai munculnya ruam, juga perlu diperhatikan, misalnya demam, batuk-pilek, nyeri kepala, nampak lemah, mual-muntah, nyeri otot dan sendi, atau adanya tanda perdarahan (mimisan, perdarahan di kulit: bintik-bintik merah yang hampir mirip dengan bekas gigitan nyamuk). Semua keluhan yang menyertai ruam ini sebaiknya diperhatikan dan diingat betul kapan munculnya dalam kaitannya dengan waktu munculnya ruam. Apakah muncul sebelum, bersamaan atau sesudah ada ruam. Karena informasi ini sangat penting bagi dokter untuk dasar menegakkan diagnosis penyakit yang sebenarnya sedang terjadi. Jadi sebaiknya jangan menyepelekan ruam kulit pada anak, sebaiknya segera bawa ke dokter apalagi bila ada keluhan lain yang menyertai.


SEMBAB PADA MATA ATAU BENGKAK
    Sembab pada mata, bengkak pada kaki atau tangan, atau bahkan bengkak seluruh tubuh bisa merupakan tanda penyakit yang disebabkan karena gangguan pada ginjal, jantung, atau organ lain yang menyebabkan terimbunnya cairan di bawah kulit. Bengkak yang sifatnya hanya minimal, bisa jadi diawali dengan sembab pada mata yang terjadi ketika bangun tidur pagi dan menghilang sendiri pd siang atau malam hari. Tetapi berulang tiap pagi dan bila bengkaknya bertambah hebat, sembab di mata akan menetap dan diikuti bengkak di tempat yang lain, misalnya di punggung kaki, betis dan tangan. Bengkak yang berat bahkan bisa menyebabkan tertimbunnya cairan di rongga perut dan dada, sehingga perut nampak buncit, pada anak laki-laki kantong buah pelir membesar, dan bila sampai di rongga dada akan menyebabkan sesak napas. Bawalah segera ke dokter bila anda menemukan tanda bengkak yang masih ringan, sebelum bengkaknya bertambah berat.
    Masih banyak tanda yang bisa menjadi alasan anda harus  segera membawa anak ke dokter yang belum tertulis dalam bacaan ini.  Tetapi sebagai orang tua atau yang selalu dekat dengan anak (pengasuh), pasti ada “perasaan yang tidak enak” ketika melihat ada perubahan pada anak yang sedang sakit, yang nampak “tidak seperti biasanya”. Kata hati atau perasaan-perasaan inilah yang juga bisa dijadikan sebagai sinyal dan perlu dituruti untuk segera membawa anak ke dokter ketika menghadapi anak sakit, agar tidak terlambat mendapat pertolongan. Karena kalau terlambat bisa jadi akan ada penyesalan di kemudian hari. *


 *Dimuat di Majalah kasih edisi 53

Tentang Penulis

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next KEHIDUPAN YANG MENGHIDUPKAN

Tinggalkan Komentar