KEBENARAN YANG MEMERDEKAKAN

KEBENARAN YANG MEMERDEKAKAN

            Bulan agustus merupakan bulan yang sangat bersejarah bagi masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia. Hal ini disebabkan karena di bulan  agustus (17-8-1945) Bangsa Indonesia mendapat kemerdekaan dan menjadi bangsa yang berdaulat serta merdeka penuh. Sehingga menjelang bulan agustus, seluruh lapisan masyarakat Republik Indonesia senantiasa menyambut dan merayakan HUT dengan berbagai acara dan kegiatan-kegiatan. Semua acara dan kegiatan untuk menyemarakkan, memeriahkan perayaan HUT kemerdekaan RI.
           Di bulan agustus 2007 ini, alangkah lebih baiknya jika kita melakukan perenungan tentang apa dan bagaimana kemerdekaan itu. Perenungan akan terasa tepat ketika dilakukan dalam kesempatan mengadakan malam tirakatan menjelang tanggal 17 agustus. Benarkah kita telah mengalami dan merasakan kemerdekaan? Sudahkah kita menikmati hidup dialam kemerdekaan? Sudahkan kita isi kemerdekaan negara Republi Indonesia dengan penuh tanggungjawab?
             Sebenarnya negara Republik Indonesia, sejak 17 agustus 1945 telah merdeka lepas dari penjajahan, penindasan bangsa Belanda dan Jepang. Tetapi dalam era yang semakin canggih sekarang ini, sadar atau tidak sadar sebenarnya kita talah masuk ke dalam penjajahan, penindasan dalam bentuk lain. Dalam kenyataannya di banyak kasus, telah ada dan terjadi penindasan dan penjajahan terhadap sesama warga negara Republik Indonesia di tengah alam kemerdekaan ini.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini, marilah kita merenungkan dan memahami ulang arti kemerdekaan yang sejati, seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus didalam Yohanes 8:30-36. Tuhan Yesus mengatakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa mereka belum sepenuhnya hidup mengikuti Tuhan Yesus. Kehidupan mereka masih bercampur dengan kehidupan lama seperti sebelum mengenal Tuhan Yesus. Mereka masih menganggap mempunyai status dan kedudukan lebih tinggi dari siapapun. Sebagai orang Kristenpun, mereka masih merasa lebih tinggi dari orang Kristen yang berasal bukan dari Yahudi (meremehkan orang lain). Dari cara dan sikap hidup, mereka itulah yang dikecam serta tidak dibenarkan oleh Tuhan Yesus. Didalam Yesus harusnya ada hidup baru yaitu hidup  yang terus mau diperbaharui menuju kepada hidup yang berkenan kepada Tuhan Yesus.
             Orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang masih dikuasai oleh dosa karena masih terikat oleh hukum Taurat, belum mendasari hidup kepada ajaran Tuhan Yesus. Sebenarnya mereka masih hidup yang dikuasai oleh dosa dan belum merdeka. Sehingga Tuhan Yesus mengajarkan kepada mereka tentang kemerdekaan yang sejati. Hal ini menjadi penting karena mereka masih mempunyai pemahaman yang keliru tentang kemerdekaan. Mereka merasa sudah memiliki kemerdekaan sebab sejak semula mereka adalah keturunan Abraham yang tidak pernah diperbudak oleh siapapun (Yohanes 8:33)
            Untuk dapat memiliki kemerdekaan yang sejati maka mereka harus hidup didalam kebenaran karena kebenaran itulah yang memerdekakan. Agar supaya bisa hidup dalam kebenaran Kristus Yesus, mereka harus menjadi murid Kristus dengan ditandai oleh kesediaan untuk selalu hidup di dalam dan berdasarkan kepada pengajaran Tuhan Yesus.
           Melalui pemahaman yang demikian, kita sebagai orang Kristen perlu mawas diri, introspeksi supaya bisa menyadari akan keberadaan kita. Benarkah kita sudah merdeka? Benarkan kita tidak diperhamba oleh siapapun juga? Benarkah kita sendiri tidak menjadi penjajah atau penindas bagi sesama? Dalam kenyataan yang ada diantara kita sebagai warga negara yang telah merdeka, ada banyak hal yang masih harus kita benahi. Barangkali kemerdekaan yang kita peroleh saat ini adalah kemerdekaan dari penjajah Belanda dan Jepang. Buktinya masih ada golongan tertentu yang menempatkan diri sebagai penjajah, penindas bagi sesama walaupun caranya tidak kentara dan tidak terasa. Demikian juga masih ada orang-orang yang diperhamba atau diperbudak oleh sesuatu, misalnya diperbudak oleh jabatan, materi, kekayaan IPTEK dan lain-lain.
         Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal tersebut diatas maka kita perlu memberlakukan kebenaran Kristus dengan jalan hidup mendasarkan pada ajaran Tuhan Yesus Kristus. Akhirnya alangkah indah dan baiknya jikalau kita sebagai orang Kristen sungguh-sungguh bisa menikmati dan mewujudkan kemerdekaan yang sejati didalam Kristus, sehingga damai sejahtera Kristus akan semakin nampak dan terasa nyata.

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih Edisi 11 ( JULI - SEPTEMBER 2007 )

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar