Logo

KEHIDUPAN YANG MENGHIDUPKAN

KEHIDUPAN  YANG MENGHIDUPKAN

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah  ( Yoh. 12 : 24 ). Firman ini mengajak kepada kita bagaimana proses kehidupan baru dimunculkan melalui sebuah peristiwa kematian. Biji gandum yang dipakai sebagai perumpamaan menggambarkan bahwa proses biji itu untuk menghasilkan buah diawali dengan kematian si biji gandum itu sendiri, dari kematian biji itu kemudian tumbuh kecambah yang akhirnya dengan pemeliharaan yang baik akan terus bertumbuh , berbunga dan menghasilkan buliran-buliran gandum yang banyak dan bisa dimanfaatkan. Satu buah biji berubah menjadi banyak biji dan berdaya guna luar biasa bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Proses kematian biji harus dialami dan dilalui terlebih dahulu.

    Paskah yang bagi orang percaya merupakan satu peringatan peristiwa penderitaan, kematian dan kebangkitan Yesus menjadi satu momen penting yang harus selalu diingat , diperingati dan dihayati. Kematian Kristus bukanlah sebuah akhir dari kehidupan namun awal dari sebuah kehidupan baru. Proses penderitaan Kristus menjadi bukti kesediaanNya untuk menanggung rasa sakit yang dibuat manusia, kematianNya di kayu salib menjadi bukti bahwa Ia bersedia merendahkan diri demi dosa yang diperbuat manusia agar terbebas dari maut dan kebangkitanNya sebagai wujud kehidupanNya kembali menjadi bukti kemenanganNya atas dosa sehingga pembaharuan hidup diterima oleh manusia.
Kebangkitan Kristus menolong manusia untuk terbebas dari rasa takut, Yesus yang bangkit menjumpai para murid untuk membangun keyakinan kembali dan keberanian untuk menjalani kehidupan ke depan. Tidak ada lagi belengku ketakutan yang mengikat para murid oleh karena kematian Kristus. Pertemuan yang terjadi memberikan kehidupan dan energi baru bagi para murid, sehingga mereka memiliki keranian dan semangat untuk menjalankan tugas perutusan dari Kristus. Para murid dianugerahi damai sejahtera yang menguasai hati dan pikiran mereka. Damai sejahtera itu harus dibagikan agar orang-orang mampu merasakan juga ( Yoh. 20 : 19 – 26 ). Demikian juga dengan setiap kita , Kristus juga menjumpai kita melalui banyak peristiwa kehidupan yang boleh kita saksikan dan alami. Keluarga yang menjadi berkat bagi kita, rekan-rekan di lingkungan kita bekerja, para tetangga di sekitar rumah kita dan orang-orang yang boleh kita temui dimana saja. Mereka bisa menjadi saksi Kristus yang hidup. Lewat orang-orang yang ada di sekitar kita kita bisa mendapatkan energi dan semangat yang baru sehingga kehidupan kita kembali hidup. Demikian juga sebaliknya dengan setiap kita yang sudah percaya pada Kristus, biarlah kita mampu menjadi agen-agen kehidupan yang mampu menciptakan dan menumbuhkan kehidupan baru bagi mereka yang ada di sekitar kita, karena kita sudah memperoleh kehidupan baru dari Kristus. Kasih Kristus yang kita terima hendaknya mampu kita bagikan kepada orang-orang yang ada di sekitar kita.
Penderitaan mungkin tidak akan pergi dari hidup kita bahkan persoalan datang silih berganti menghampiri kita, namun jangan takut menghadapinya. Kristus yang sudah menyingkap tabir ketakutan akan menolong kita dan memberikan damai sejahtera. Kemampuan dan jalan keluar senantiasa akan diberikan seiring berjalannya waktu dan terus hidup mendekat kepada Kristus. Kehidupan Kristus sungguh mampu menghidupkan orang-orang yang terpuruk oleh karena peristiwa-peristiwa kehidupan yang dianggap sebagai persoalan dengan mendapatkan pertolongan.

Kristus yang hadir di tengah keluarga mampu memberikan anugerah kasih antar anggota keluarga, menyelesaikan setiap persoalan yang hadir dalam kebersamaan keluarga dan menopang kehidupan seluruh anggota keluarga.
Anugerah damai sejahtera menjadi jaminan setiap penerimanya mampu merasakan kehadiran Kristus. Bersyukur memiliki damai sejahtera sehingga hidup bisa tenang dan bahagia. Betapa luar biasanya dampak kebangkitan Kristus bagi umat manusia.
Penghayatan akan peristiwa Paskah menjadikan setiap orang memiliki makna hidup yang lebih, hidup bukan saja sekedar menggelinding atau asal berjalan namun hidup harus memiliki makna dan arti yang lebih baik bagi diri sendiri terlebih bagi sesama. Peristiwa-peristiwa kehidupan menjadi bagian yang bisa dipakai untuk belajar memaknai Paskah. Apakah dengan peristiwa-peristiwa hidup itu kita mampu menghadapinya atau jatuh oleh karenanya. Paskah memberikan energi baru yang luar biasa seperti yang Yesus kerjakan pada para murid-muridNya dengan kebangkitan yang dialami Yesus , para murid mendapatkan semangat baru untuk mengerjakan tugas perutusan. Seperti firmanNya “ Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” ( Yoh. 20 : 21 ), tugas perutusan diberikan kepada murid untuk melanjutkan karya pelayanan Yesus, diberikan juga kepada kita yang saat ini diberi kepercayaan melanjutkan hidup. Berkarya melayani Tuhan dengan memberikan pelayanan kepada orang-orang disekitar kita yang membutuhkan bantuan,pertolongan, penghiburan, kekuatan, penyembuhan , semangat dan banyak kebutuhan orang-orang yang dapat kita penuhi melalui kehidupan kita. Mari jadikan hidup kita menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita, bagikan energi yang kita miliki yang berasal dari Yesus.
Terus belajar meniru Yesus mau memberikan hidupnya demi kehidupan orang berdosa. Pengampunan yang diberikan melalui kematianNya mengajar kita untuk mau belajar mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita. kebangkitanNya mengalahkan maut, menunjukkan kekuatanNya atas kuasa gelap. Kitapun juga diberi kemampuan untuk mengalahkan kuasa gelap dengan kerendahan hati yang kita miliki. Selamat menikmati karya cinta kasih Kristus. *

 

Oleh : Kartika Purwandari, SSi,Teol

Dimuat di Majalah Kasih edisi 53

Tentang Penulis

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next Si Pencuri Penglihatan

Tinggalkan Komentar