KENALI ARTRITIS REUMATOID

KENALI ARTRITIS REUMATOID

Artritis Rematoid (AR) adalah penyakit autoimun (tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi.

 

Penyakit ini menyerang persendian dan anggota gerak.  Penyakit ini menimbulkan rasa nyeri dan kaku pada sistem muskuloskeletal (sendi, tulang, otot dan jaringan ikat).
    AR dapat menyerang hampir semua sendi, tetapi yang paling sering adalah sendi di pergelangan tangan, buku-buku jari, lutut dan engkel kaki.  Sendi-sendi lain yang mungkin diserang termasuk sendi di tulang belakang, pinggul, leher dan sendi bahu.
    AR merupakan penyakit sendi autoimun yang paling sering dijumpai.
·    Prevalensi penyakit AR relatif menetap pada banyak populasi masyarakat, yaitu sebesar 0,5-1% dengan angka kejadian tertinggi bervariasi tergantung dari jenis kelamin dan suku bangsa (sekitar 12-1200 per 100.000 penduduk).
·    Penyakit ini dapat terjadi pada semua golongan usia namun, seringkali muncul pada usia 20-40 tahun.
·    Sedikitnya terdapat 1,3 juta orang dewasa di Amerika Serikat yang menderita AR, dan 75% di antaranya adalah wanita.
    Satu hal yang perlu diwaspadai yaitu jika rematik tidak segera diobati dengan baik dan benar, maka akan berisiko menimbulkan kecacatan seperti kerusakan sendi dan yang lebih parah dapat menimbulkan kelumpuhan.

Penyebab
    Penyebab dari penyakit ini hingga sekarang belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang diperkirakan berperan dalam timbulnya penyakit ini yaitu sistem kekebalan tubuh dan infeksi virus Epstein Barr (EBV).
 
Gejala Awal
Gejala awal tersering yang dialami penderita AR adalah kelelahan mendadak, kaku sendi di pagi hari, nyeri dan pembengkakan pada sendi kecil pada buku-buku jari dan pergelangan pada kedua tangan.
     Perhatikan sendi-sendi pada pergelangan tangan, buku-buku jari Anda. Apakah ada tanda-tanda peradangan seperti merah, bengkak, ataupun terasa hangat. Biasanya bengkak pada AR terjadi pada kedua tangan.
Cara lain adalah Melakukan Squeeze Test
·    Caranya sangat mudah, yaitu remas (squeeze) sendi pergelangan tangan atau kaki dan rasakan adanya nyeri pada penekanan.
·    Bila terdapat nyeri pada penekanan, maka hasil pemeriksaan dikatakan positif. Hal ini menandakan adanya artritis inflamasi

Pemeriksaan penunjang
    Pemeriksaan laboratorium memiliki peranan penting dalam evaluasi penderita dengan  Artritis Reumatoid (AR). Pemeriksaan ini berguna untuk  menegakkan diagnosis, menentukan derajat keparahan penyakit,  sekaligus mengikuti perkembangan aktivitas penyakit dan respon terhadap terapi yang diberikan.
 
Laju Endap Darah (LED)
    Pemeriksaan LED sangat sensitif bagi sebagian besar tipe peradangan (inflamasi), akan tetapi tidak dapat membedakan apakah penyebab radang tersebut berasal dari infeksi, peradangan, atau tumor ganas. Peningkatan LED menunjukkan adanya proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh.
 
C-Reactive Protein (CRP)
Peningkatan kadar CRP dalam darah juga menunjukkan adanya proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh. Peningkatan ini berhubungan dengan infeksi dan penyakit kronis pada umumnya, dan lebih sensitif dibandingkan dengan LED.
 
Rheumatoid Factor
    Faktor reumatoid merupakan suatu autoantibodi yang dimiliki oleh penderita AR. Apabila hasil pemeriksaan darah Anda positif dengan adanya antibodi Anti-RA33, maka kemungkinan besar Anda mengidap Artritis Reumatoid (AR).
 Anti-citrullinated protein antibody (Anti -CCP )
    Hasil yang positif menunjukkan bahwa kemungkinan besar Anda mengidap Arthritis Rheumatoid (AR).
 
Antinuclear antibody (ANA)
    Pemeriksaan ini umumnya dilakukan untuk menyingkirkan adanya penyakit autoimun lainnya(misalnya Lupus)

 Pengobatan AR
Fakta
·    Penyakit artritis rematoid tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikontrol.
·    Terapi yang tersedia saat ini dapat meredakan, menghilangkan keluhan dan dapat membuat penderita melakukan aktivitas harian seperti orang normal lainnya.
·    Dengan obat yang tepat, penderita dapat mencapai fase remisi yaitu suatu keadaan dimana tidak ada gejala aktif dari penyakit artritis reumatoid.

Prinsip Terapi
·    Tujuan terapi adalah untuk meredakan gejala dan mencegah perburukan penyakit.
Untuk mencegah kerusakan sendi yang bersifat permanen
Pilihan Terapi Yang Tersedia Saat Ini
·    Obat: DMARD (disease modifying anti rheumatoid disease), agen biologis, glukokortikoid, OAINS (obat anti inflamasi non-steroid)
·    Terapi bedah
 
Terapi Obat
·    DMARD (disease modifying anti rheumatoid  disease) konvensional: methotrexate (MTX), hidroksiklorokuin atau klorokuin fosfat, sulfasalazin, leflunomid, azatioprin, siklosporin – terapi ini dapat diberikan tunggal atau dengan kombinasi. MTX merupakan DMARD yang paling sering digunakan.
·    Agen biologis: infliksimab, etenersep, rituksimab, tosilizumab
·    OAINS (penghambat COX-1 dan penghambat COX-2) – obat ini diberikan untuk meredakan gejala karena DMARD umumnya baru menunjukkan hasil setelah konsumsi selama sedikitnya 6 minggu.
 
Kesimpulan
    Artritis Rematoid (AR) adalah penyakit autoimun (tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan pada sistem muskuloskeletal (sendi, tulang, otot dan jaringan ikat). Jika  AR tidak segera diobati dengan baik dan benar, maka akan berisiko menimbulkan kecacatan seperti kerusakan sendi dan yang lebih parah dapat menimbulkan kelumpuhan.
    Gejala awal tersering yang dialami penderita AR adalah kelelahan mendadak, kaku sendi di pagi hari, nyeri dan pembengkakan pada sendi. Pemeriksaan laboratorium biasanya didapatkan peningkatan LED, CRP, RF dan anti-CCP. Dengan pengobatan yang tepat, penderita dapat mencapai fase remisi yaitu suatu keadaan dimana tidak ada gejala aktif dari penyakit artritis reumatoid. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat berkonsultasi ke klinik umum atau spesialis di RS PantiWilasa 'Dr.Cipto” Semarang.

 

{ Oleh : dr. Yoseph Chandra, M.Kes }

*Dimuat dalam Majalah Kasih Edisi 41 ( JANUARI - MARET 2015 )
 
 

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar