KEPUTIHAN

KEPUTIHAN

 Tanya: Dok, saya sering keputihan kadang-kadang gatal, kadang-kadang biasa saja, tidak gatal, kira-kira kenapa ya Dok? Penyebabnya apa? Berbahaya?

Jawab:
Keputihan atau flour albus adalah cairan berlebihan yang dikeluarkan lewat vagina atau jalan lahir. Keputihan ada yang normal dan ada yang tidak normal.
Vagina dan serviks (leher rahim) memiliki kelenjar yang mengeluatkan sekret. Sekret ini berfungsi sebagai sistem perlindungan alami dan sebagai lubrikan ( pelumas) untuk mengurangi gesekan dinding vagina saat berjalan & saat berhubungan seksual. Jumlah sekret yang dihasilkan tidaklah sama pada setiap wanita. Pada keadaan normal terkadang jumlah sekret dapat meningkat seperti saat masa subur, masa pubertas dan saat stres emosional Keputihan yang normal (fisiologis) ditandai dengan Cairan sekresi berwarna bening, tidak lengket dan encer, tidak mengeluarkan bau yang menyengat dan tidak disertai rasa gatal. .  Selain itu, di daerah vagina terdapat flora normal basil doderlein (bakteri normal) yang  berfungsi dalam keseimbangan ekosistem pada daerah vagina sekaligus membuat lingkungan bersifat asam (pH 3.8-4.5) sehingga memiliki daya proteksi yang kuat terhadap infeksi.
Pada beberapa keadaan tertentu seperti perubahan hormonal pada kehamilan, dan penggunaan obat-obatan seperti steroid dan antibiotik, hubungan seksual dsb dapat meningkatkan resiko seorang wanita mengalami keputihan yang tidak normal. Sedangkan keputihan yang tidak normal ditandai dengan cairan yang berwarna putih seperti kepala susu, putih kekuningan, putih kehijauan atau putih keabu-abuan. Dapat berupa cairan yang kental atau encer dan terkadang berbusa. Cairan terasa gatal dan berbau. Beberapa contoh penyebab penyakit keputihan adalah:

  1. Radang pada vagina (vaginitis)
    Radang pada vagina disebabkan oleh
    pertumbuhan bakteri normal yang berlebihan pada vagina. Cairan yang keluar encer, berwarna kuning kehijauan, kadang berbusa, dan berbau busuk. Terasa gatal dan nyeri saat berhubungan seksual atau saat kencing.
  2. Jamur (candida)
    Jamur penyebab keputihan adalah Candida albicans. Gejala ditandai dengan pengeluaran sekret berwarna putih seperti kepala susu
  3. Trichomoniasis
    Keputihan berupa sekret berwarna kuning-hijau, kental atau encer, berbusa dan berbau tidak enak. Kadang keputihan yang terjadi menimbulkan rasa gatal dan iritasi pada daerah intim.
  4. Kanker leher rahim
    Sekret yang keluar biasanya berwarna merah, bercampur darah dan berbau busuk menyengat.
  5. Keputihan akibat virus, Keputihan jenis ini dapat diakibatkan oleh virus misalnya HIV, Herpes atau Condyloma. Keputihan akibat virus herpes biasanya disertai tanda-tanda herpes seperti luka yang melepuh, sedangkan pada keputihan karena infeksi condyloma disertai tanda-tanda candyloma berupa kutil-kutil yang tumbuh di vagina atau rahim. Tanda-tanda ini pada awalnya sering  tidak kelihatan karena muncul di dalam vagina.


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah keputihan yang tidak normal, antara lain:

  1. Hindari keadaan lembab  pada daerah vagina dengan menggunakan celana dalam berbahan katun atau bahan lain yang mudah menyerap air atau keringat, sehingga  sirkulasi udara di aerah vagina tetap terjaga.
  2. Hindari pemakaian celana ketat  berbahan jeans atau tebal karena  menyebabkan mudah berkeringat.
  3. Hindari pemakaian pentiliner yang terus-menerus.
  4. Basuhlah organ kewanitaan denganair
    bersih setelah buang air kecil, tidak perlu menggunakan sabun setiap kali membasuh. Keringkan dengan handuk atau tissue lembut agar celana dalam tidak basah dan lembab yang menyebabkan mudah terjadi infeksi jamur dan bakteri.
  5. Membilas vagina dari arah yang salah. Yaitu dari ke arah anus ke arah depan vagina. Cara membasuh yang benar adalah dari arah vagina (depan) ke anus (belakang).
  6. Menjaga kebersihan saat menstruasi.
  7. Menghindari kelelahan atau stres yang berlebihan.
  8. Menghindari berat badan berlebihan.
  9. Melakukan pemeriksaan ginekologi secara teratur, termasuk deteksi dini kanker serviks. Idealnya setahun sekali, khususnya bagi yang sudah pernah melakukan hubungan seksual.
  10. Hindari pemakaian WC Umum yang kotor.


Harapan saya dengan membaca sekilas paparan di atas, Ibu dapat mengenal jenis keputihan apakah normal atau tidak. Jika terasa gatal, berwarna dan berbau itu adalah ciri keputihan yang tidak normal. Sebaiknya ibu berkonsultasi dengan dokter dan Ibu menjalani pengobatan yang diperlukan. Ada baiknya Ibu melakukan Pap's smear. Di RS. Panti Wilasa “ Dr. Cipto”,  Ibu dapat malakukan pemeriksaan tersebut dengan biaya yang lebih ringan dengan mengikuti Program Paket ANC, bisa dengan dokter umum ataupun dengan Dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan . Informasi lebih lanjut, Ibu dapat menghubungi Bagian Informasi RS> Panti Wilasa “Dr. Cipto” di (024)3546040) ext 0.
Semoga jawaban ini dapat membantu Ibu.

 

{oleh : dr. Nurendah K, M.M}

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 36 (OKTOBER-DESEMBER 2013)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar