KOMUNIKASI KELUARGA MEMBENTUK ANAK CERDAS DAN TANGGUH

KOMUNIKASI KELUARGA MEMBENTUK ANAK CERDAS DAN TANGGUH

seminar Dr. Ismed

     Minggu 14 Desember 2008 dimanfaatkan oleh RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” untuk memberikan materi seminar komunikasi keluarga kepada masyarakat awam. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Alua RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” dengan pembicara Dr. Ismed Yusuf ahli kejiwaan dar Universitas Diponegoro Semarang. Belajar memang tidak mengenal waktu, untuk itu upaya memberikan pelayanan dan pembelajaran masyarakat RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” selalu memenuhinya walau di hari libur.
     Dalam materi yang diberi judul “Komunikasi Keluarga untuk Membentuk Anak Cerdas dan Tangguh” Dr. Ismed menjelaskan akan arti penting sebuah komunikasi terutama dengan keluarga. Keluarga merupakan bagian terkecil dari masyarakat, keluarga mempunyai satu ikatan hukum dan keturunan, sudah selayaknya komunikasi senantiasa dibina.
     Komunikasi Keluarga yang baik akan menciptakan sikap toleran yang besar, kita jadi tahu kondisi orang lain dan bisa bersikap tepat. Komunikasi menurut dokter Ismed sangat dipengaruhi oleh umur, latar belakang pendidikan, social ekonomi, jenis kelamin, tugas dalam keluarga dan masyarakat serta kepribadian individu. Komunikasi dalam Keluarga merupakan kunci perkembangan anak-anak kita untuk menjadi cerdas dan tangguh.
     Peranan keluarga dalam perkembangan jiwa anak juga disinggung oleh dokter yang humoris dan ramah tersebut. Ketika anak kita lahir tentu sebagai orang tua akan mengasuh dan membimbing dari ketidakberdayaan hingga tumbuh dan berkembang. Dalam mengisi pertumbuhan tersebut kita tidak bisa lepas dari komunikasi ayah, ibu dan anak, karena pada dasarnya tumbuh dan kembang anak terdiri dari dua factor fisik dan jiwa.
     Tumbuh kembang ideal jelas dokter Ismed fisik sehat dan kuat tidak ada hambatan untuk terus tumbuh, jiwa senantiasa berprestasi, mandiri, mengembangkan diri sedangkan sosial bermanfaat bagi orang lain dan juga bagi agamanya. Pertumbuhan fisik tergantung dari kondisi bawaan, asupan gizi, kondisi anak dalam mencerna asupan gizi secara optimal baik secara fisik maupun mental.
     Selain menjelaskan bagaimana komunikasi yang baik sehingga membentuk anak yang cerdas dan tangguh dokter Ismed juga memaparkan sikap salah orang tua terhadap anak. Ada delapan sikap salah orang tua terhadap anak yang harus dihindari antara lain: terlalu kawatir dan melindungi, terlalu menuntut, terlalu keras atau dominan, terlalu memanjakan, terlalu permisif atau mengijinkan, terlalu rejektif atau menolak, terlalu banyak mengkritik dan sikap tidak konsisten atau berubah-ubah.”Batas tegas itu memang sulit,” ungap dokter Ismed “Perlu kepribadian orang tua yang matang karena kita tahu setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan, untuk itu terhadap masing-masing anak tidak boleh sama,” lanjutnya.

 

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 16 (OKTOBER-DESEMBER 2008)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar