Logo

KUATKAN HATI, JANGAN TAKUTI

KUATKAN HATI, JANGAN TAKUTI

     Kita saat ini berada di awal tahun 2009, tahun yang baru sekaligus tahun yang penuh dengan misteri sebab kita tidak tahu apa yang bakal terjadi ditahun 2009. Seorang psikologi (ahli jiwa) yang bernama Erickson mengatakan bahwa kehidupan ini ibarat sebuah buku. Setiap akhir tahun kita harus memberi judul bab dalam buku kehidupan kita. Tentu saja tiap-tiap orang memberikan judul yang berbeda-beda, semua itu tergantung bagaimana seseorang menjalani hidupnya. Menurut Erickson, judul buku kehidupan itu hanya ada dua kemungkinan yaitu: “kepuasan” atau “Keputus-asaan.”
     Melalui kehidupan Paulus, saya mengajak pembaca sekalian untuk membuka lembar demi lembar buku kehidupan kita di tahun 2009. Ketika kita tidak menjalani kehidupan kita sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan, maka kita akan memandang kehidupan ini sebagai musuh. Sedikitnya ada dua musuh kehidupan yang harus kita waspadai:
1.    Ketika kita memandang ke belakang, kehidupan kita seharusnya melakukan yang terbaik (ay. 7).
     Ucapan ini sangat dalam maknanya karena diucapkan oleh seorang Paulus yang telah berjuang mati-matian demi Injil, seorang prajurit Kristus yang terluka menghadapi ganasnya medan pertempuran rohani. Namun dengan tekad dan kasihnya kepada Allah dan sesama, dia bertekad dan membuktikan bahwa dia setia sampai akhir dan menyelesaikan tugas sampai tuntas. Oleh karena itulah, ketika Paulus memandang kebelakang, membuka lembar demi lembar, bab demi bab buku kehidupannya, is tidak menyesal karena ia telah berjuang dan melakukan yang terbaik didalam hidup dan pelayanannya.
     Bagaimana dengan hidup dan pelayanan kita sepanjang tahun 2008 ini? Ketika kita mengevaluasi, dan membuka lembar demi lembar buku kehidupan kita, apa yang kita dapati disana? Kesimpulan atau resume seperti apa yang kita buat di akhir tahun ini? Penyesalankah? Atau Kepuasan (kemenangan)? Sudahkah kita berjuang dan melakukan yang terbaik bagi Tuhan dan sesama kita?
     Memang tidak mudah bagi kita untuk hidup kini dan disini. Masa lampau terus menerus mengganggu kita. Masa lampau mengusik diri kita dengan rasa bersalah, sedangkan masa depan dengan kecemasan. Begitu banyak hal sudah terjadi dalam hidup kita. Banyak diantaranya yang membuat kita merasa tidak tenang, menyesal, marah bingung atau sekurang-kurangnya mendua.
Kita tidak bisa mengubah lembaran-lembaran atau masa lalu kita, kita tidak bisa mengubah kenyataan bahwa kita telah bertindak dalam cara-cara tertentu. Kita tidak bisa mengubah hal yang tidak terelakkan, yang memang sudah terjadi.
     Dan yang istimewa adalah bahwa kita memiliki pilihan setiap hari mengenai sikap apa yang akan kita ambil untuk hari itu. Oleh karena itu, mari kita hidup dengan bijaksana agar kita tidak menyesali sikap-sikap yang telah kita ambil. Sikap dan karakter didalam kehidupan kita? Yakni perubahan yang muncul dari dalam.
     Ketika kita mengevaluasi hidup kita sepanjang tahun ini, puaskah Tuhan dengan hidup dan pelayanan kita? Beranikah kita berkata seperti Paulus? Jikalau belum kita harus mengoreksi diri dan bersungguh-sungguh lagi di tahun yang akan datang. Mari kita serahkan segala penyesalan dan kegagalan-kegagalan kepada Nya. Dan kita lakukan apa yang menjadi bagian kita.


2.    Harapan bagi yang telah runtuh (ay. 8, 16-18).
     Dengan tegas Paulus berkata, ”Meski semua meninggalkan aku, tetapi Tuhan telah mendampingi aku, menguatkan aku, melepaskan aku, menyelamatkan aku…” ada empat kata kerja aktif yang dipakai oleh Paulus untuk menggambarkan perbuatan Tuhan di dalam hidupnya, yakni: mendampingi, menguatkan, melepaskan dan menyelamatkan.
     Didalam keadaan yang sulit dan terhimpit. Paulus tidak cemas akan hidupnya, Allah selalu menjaga dia di segala keadaan. Paulus tidak cemas akan masa depannya dan bertanya-tanya dengan penuh kecemasan. Ketika memandang kedepan dengan mantap dan penuh iman Paulus berkata,” Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran…”. Frase ini menunjukan bahwa Paulus memiliki keyakinan dan kepastian masa yang akan dating. Ia tidak takut akan masa yang datang.
     Ketika melihat ke belakang, Paulus tidak menyesali hidup dan pelayanannya, sebaliknya ketika ia memandang ke depan, Pauluspun tidak dipenuhi dengan kecemasan-kecemasan. Tetapi ia memiliki kepastian hidup,” Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran…” Hal yang lebih buruk daripada rasa bersalah atau penyesalan kita adalah kecemasan-kecemasan kita.
     Kekristenan adalah sebuah kepastian. Bagi kita yang sungguh-sungguh percaya dan menaruh harap hanya pada Allah, kita tidak perlu hidup di dalam kecemasan dengan berandai-andai. Karena Allah memberikan hidup yang penuh dengan kepastian. Allah sendiri telah berfirman, “Sebab aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada Ku mengenai kamu, rancangan-rancangan Ku adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan. Apabila kita berseru dan datang berdo'a kepada Tuhan, maka Tuhan akan mendengarkan doa-doa dan seruan kita; apabila kita sungguh-sungguh mencari Tuhan, maka kita akan menemukan Dia, Dia akan memulihkan hidup kita yang hancur dan tercerai berai (yer, 29:11-12). Bagi kita yang sungguh-sungguh hidup takut akan Dia, Tuhan berkata,” Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” (Ams. 23:17-18).
     Dengan suara lembut Allah kemudia melanjutkan: “Bila hidupmu hanya memikirkan masa lampau dengan kesalahan-kesalahan dan penyesalan-penyesalan, semuanya itu tidak ada gunanya. Jika seseorang pada hari ini telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya dia harus yakin bahwa dosa-dosanya telah diampuni dan masa depannya ada dalam pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Tuhan juga menasehati kita untuk tidak kuatir, karena dengan kekuatiran kita, kita tidak dapat menambah sehasta saja kehidupan kita.
     Selamat Tahun Baru 2009 Tuhan memberkati.

 


{oleh : Pdt. Setyawan Budiana}

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 16 (OKTOBER-DESEMBER 2008)

Tentang Penulis

Patricia Putri

patricia putri

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next PENGARUH DIAPERS PADA BAYI

Tinggalkan Komentar