Logo

KURANG PENDENGARAN

KURANG PENDENGARAN

    Seorang pasien setengah baya datang dengan keluhan terganggunya pendengaran. Saat menonton TV, pasien harus mengeraskan volume suara sehingga mengganggu anggota keluarga yang lain. Juga saat berbicara dengan orang lain, komunikasi sering tidak lancar karena harus diulang-ulang. Hal ini dirasakan semakin berat akhir-akhir ini. Pasien adalah pensiunan buruh yang bekerja dengan kebisingan mesin pabrik.

 

     Kurang pendengaran biasa disebut tuli, yaitu suatu kondisi medis yang ditandai dengan ketidakmampuan sebagian atau seluruhnya untuk mendengarkan suara. Kurang pendengaran dapat terjadi pada satu atau kedua telinga. Berkurangnya pendengaran dapat bersifat akut yang sifatnya tiba-tiba atau dapat juga terjadi secara perlahan-lahan, semakin berat seiring berjalannya waktu.
Ada dua jenis gangguan pendengaran yaitu tuli konduktif dan tuli sensorineural. Disebut tuli konduktif apabila gangguan fungsi pendengaran disebabkan oleh gangguan konduktif. Tuli konduktif terjadi ketika adanya masalah pada bagian dari telinga luar atau telinga tengah yang menghalangi penghantaran suara. Misalnya tertutupnya liang telinga akibat kotoran yang keras. Tuli sensorineural terjadi jika kelainannya terletak pada telinga dalam. Hal ini disebabkan oleh rusaknya sel-sel rambut dan sel-sel saraf yang ada di telinga dalam sehingga tidak mampu merespon gelombang suara. Gangguan pendengaran sensoris hampir selalu menetap dan sulit diatasi. Setiap gangguan pendengaran dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dengan normal.


Penyebab
Penyebab paling umum dari kurang pendengaran biasanya terjadi karena paparan bising jangka panjang. Sumber polusi bising bisa berasal dari mesin pabrik, alat transportasi bahkan ear phone. Kebisingan terus menerus dapat mengakibatkan keausan sel-sel rambut dan sel-sel saraf di dalam koklea yang berfungsi mengirim sinyal suara ke otak. Ketika sel-sel rambut dan sel-sel saraf ini rusak, sinyal suara tidak dapat ditransmisikan secara efisien. Hal ini tentu saja menyebabkan gangguan pendengaran. Pada gangguan pendengaran karena bising ini tidak ada obatnya, pencegahan tetap merupakan hal yang terbaik dengan menghindari tempat bising atau dengan meredam sumber kebisingan.
Gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh penyakit infeksi. Infeksi telinga yang paling sering yaitu otitis media, yaitu peradangan pada telinga bagian tengah disertai keluarnya cairan melalui gendang telinga yang berlubang. Pada kondisi kronik bisa berlangsung selama 2 bulan atau lebih, cairan yang keluar bisa hilang timbul atau terus menerus. Otitis media akut sering terjadi pada anak dan bayi karena secara anatomi saluran tuba pada telinga lebih mendatar. Hal ini menyebabkan infeksi mudah menyebar ketika anak batuk pilek, apalagi anak sering tiduran apabila muntah atau tersedak cairan bisa masuk ke telinga lewat saluran tuba.
Gangguan pendengaran bisa dikarenakan penurunan kualitas pendengaran karena penuaan. Hal ini disebut presbiakusis. Pada usia lanjut terjadi penuaan juga pada organ telinga bagian dalam, biasanya mengenai kedua telinga. Pasien mulai berkurang pendengarannya dan kurang mengerti isi pembicaraan, terkadang bersifat emosional karena saat lawan bicara berbicara pelan dikira berbisik-bisik, saat bicara keras dikira membentak.
Gangguan pendengaran juga ada yang didapat sejak lahir disebut tuli kongenital, hal ini disebabkan oleh infeksi TORCH. Meningitis atau infeksi pada selaput otak juga berkomplikasi pada gangguan pendengaran. Trauma akustik yaitu suara yang sangat keras secara tiba-tiba seperti ledakan akan menyebabkan gangguan pendengaran mendadak.  Efek samping obat-obat tertentu juga dapat menyebabkan kurang pendengaran.
 
Gejala
Penderitanya biasanya akan mengalami kesulitan dalam komunikasi, pasien sulit mendengarkan percakapan, terutama jika di sekelilingnya berisik. Saat mendengarkan suara televisi atau radio harus dengan volume yang tinggi. Beberapa pasien mengeluhkan adanya mendengar suara berdenging di telinga saat tidur. Gangguan pendengaran dapat disertai rasa pusing dan gangguan keseimbangan.

Diagnosis
Pada pemeriksaan dokter akan menanyakan riwayat penyakit pasien dan keluarga, sejak kapan menderita ketulian, serta di dapat secara mendadak atau semakin lama semakin berat. Pemeriksaan telinga sederhana bisa dilihat langsung dengan alat otoskop, dokter akan menilai  kelainan pada telinga luar dan telinga tengah serta kondisi kendang telinga (membrane tympani).
Pemeriksaan sederhana lainnya ialah dengan menggunakan garputala. Pendengaran melalui hantaran udara dinilai dengan menempatkan garputala yang telah digetarkan di dekat telinga sehingga suara harus melewati udara agar sampai ke telinga. Penurunan fungsi pendengaran dapat menunjukkan adanya kelainan pada saluran telinga, telinga tengah, telinga dalam, saraf pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak.
Pemeriksaan audiotimpanometri dapat dilakukan untuk mengetahui derajat dan tipe pendengaran. Pemeriksaan Audiometri dapat mengukur penurunan fungsi pendengaran secara tepat, yaitu dengan menggunakan suatu alat elektronik. Dimana alat tersebut menghasilkan suara dengan ketinggian dan volume tertentu. Telinga kiri dan telinga kanan diperiksa secara terpisah. Pada pemeriksaan timpanometri akan diketahui adakah penyumbatan saluran tuba pada telinga, adanya cairan di dalam telinga tengah atau adanya kelainan pada tulang-tulang pendengaran yang menghantarkan suara melalui telinga tengah.
Pemeriksaan oto acoustic emission (OAE) yaitu sejenis pemeriksaan untuk mengetahui fungsi sel rambut luar pada koklea yang bisa menangkap suara berintensitas rendah. Auditory brainstem response (ABR) adalah pemeriksaan untuk menilai fungsi saraf pendengaran sampai batang otak terhadap rangsangan suara. Respon auditoris batang otak dapat digunakan untuk memantau fungsi otak tertentu pada penderita tidak sadar. OAE dan ABR bisa dilakukan pada bayi dan anak karena tidak invasif, bersifat obyektif, cepat dan mudah.

Pengobatan
Pengobatan untuk gangguan pendengaran tergantung kepada penyebabnya. Gangguan pendengaran di telinga luar yang terjadi karena kotoran telinga yang menyumbat (serumen), dokter akan memberikan pelunak serumen dulu selama 2 hari supaya mudah saat pengambilan. Jika penurunan fungsi pendengaran konduktif disebabkan oleh adanya cairan di telinga tengah atau kotoran di saluran telinga, maka dilakukan pembuangan cairan dan kotoran tersebut.
Apabila terdapat radang pada telinga luar atau telinga tengah, dokter akan memberikan terapi antibiotik untuk mengatasi infeksi dan mencegah komplikasi. Peradangan jarang menimbulkan gangguan pendengaran permanen namun rasa nyerinya bisa sangat mengganggu, sakit saat telinga tersentuh, saat membuka mulut atau mengunyah. Dokter akan memberikan anti nyeri apabila diperlukan.
Untuk gangguan pendengaran yang penyebabnya tidak dapat diatasi dengan terapi standart, maka dokter akan menyarankan mengggunakan alat bantu dengar atau kadang dilakukan pencangkokan koklea.

Alat Bantu Dengar
Alat bantu dengar merupakan suatu alat elektronik yang berfungsi memperkuat dan merubah suara sehingga komunikasi bisa berjalan dengan lancar. Alat bantu dengar terdiri dari mikrofon untuk menangkap suara, sebuah amplifier untuk meningkatkan volume suara dan dilengkapi speaker untuk menghantarkan suara ke telinga. Alat bantu dengar sangat membantu proses pendengaran pada penderita tuli sensorineural.
Dalam menentukan suatu alat bantu dengar, seorang audiologis akan melakukan tes fungsi pendengaran terlebih dahulu. Mereka akan mempertimbangkan kemampuan mendengar pasien, aktifitas pasien dan keadaan medis pasien.  Berdasarkan hasil tes fungsi pendengaran tersebut, seorang audiologis bisa menentukan apakah penderita sudah memerlukan alat bantu dengar atau belum.  
Tidak semua gangguan pendengaran bisa diatasi dengan alat bantu dengar, alat bantu dengar yang dipakai harus sesuai dengan kebutuhan. Hal ini bersifat individual yang artinya berbeda untuk setiap penderita. Meski sudah menggunakan alat bantu dengar terkadang pasien masih perlu membaca ucapan bibir.
Terdapat berbagai macam alat bantu dengar, baik yang hantaran udara ataupun hantaran tulang tergantung jenis gangguan pendengaran pasien. Beberapa alat bantu biasanya dipasang di dalam saluran telinga. Ada juga yang dipasang di badan atau dibelakang telinga.
Beberapa alat bantu dengar hantaran tulang bisa ditanamkan pada tulang di belakang telinga.

Merawat Kesehatan Telinga
Telinga merupakan bagian dari alat indra yang sangat besar manfaatnya untuk komunikasi berjalan efektif. Akan lebih baik apabila kita menjaga pemberian Tuhan ini dengan penuh rasa syukur. Contoh gampang yang dapat kita lakukan adalah dengan membersihkan telinga secara rutin. Sebenarnya telinga kita didesain mempunyai mekanisme pembersihan alami, jadi saat kita membersihkan telinga tidak perlu sampai dalam sekali karena bisa terjadi iritasi bahkan infeksi.
    Jangan gunakan benda runcing seperti peniti, jepit rambut atau korek api untuk membersihkan telinga. Jangan menetesi telinga dengan cairan yang tidak semestinya misalnya minyak goreng atau air. Jangan pernah menampar seseorang di bagian telinga karena hal itu dapat merusak organ pendengaran.
Awasi anak-anak apabila bermain, hendaknya hindari bermain dengan manik-manik, biji-bijian, kancing dan benda kecil karena anak suka memasukan benda-benda kecil dalam telinga. Segera konsultasikan ke dokter apabila terjadi suatu keluhan pada telinga seperti berdenging atau keluar cairan dari telinga. Pengobatan yang tepat akan menghindarkan kita dari gangguan pendengaran.

 

{oleh : dr. Titi Somahita}

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 43 (JULI-SEPTEMBER 2015)

Tentang Penulis

Patricia Putri

patricia putri

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next KENALI DAN ATASI GANGGUAN CEMAS MENYELURUH

Tinggalkan Komentar