LAPARASCOPY : MENGURANGI TIMBULNYA TRAUMA OEPRASI

LAPARASCOPY : MENGURANGI TIMBULNYA TRAUMA OEPRASI

laparascopy

Mendengar kata Operasi tentu kita akan merasa takut dan ngeri, tapi dengan kemajuan teknologi dibidang kedokteran ternyata operasi dapat dilakukan dengan mengurangi bahkan memperkecil rasa sakit karena efek dari luka yang ditimbulkan akibat operasi tersebut , operasi ini dinamakan Laparascopy.
    
    RS. Panti Wilasa ‘‘Dr.Cipto’’ sebagai Rumah Sakit yang mempunyai obsesi menjadi Rumah Sakit Pilihan Masyarakat selalu berupaya mengikuti perkembangan teknologi kedokteran dan selalu mengupayakan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat, salah satunya dengan membuka layanan operasi dengan teknologi Laparascopy dibawah pengawasan Dr. C Prabani S, Sp BD.
    ‘‘Laparascopy adalah suatu tindakan bedah (operasi) abdominal / perut dengan sayatan minimal,’’Jelas Dr. C Prabani S. Sp BD, Dokter yang Lulus Kedokteran Umum FK UNDIP tahun 1983, Lulus Spesialis Bedah FK UNDIP tahun 1993 dan Lulus Kons. Bedah Digesif FK UNAIR pada tahun 2003. Lebih lanjut Dokter yang mempunyai 4 orang putra/putri ini Juga menjelaskan bahwa, Sayatan yang dibuat adalah berupa lobang-lobang kecil sebesar 5-10 mm pada dinding perut. Kemudian kamera dan peralatan untuk melaksanakan operasi yang dihubungkan dengan layar monitor dimasukan kedalam rongga perut pasien melalui sayatan lobang yang telah dibuat tadi. Melalui layar monitor tersebut, Dokter yang memeriksa bisa melihat kondisi penyakit dan dapat segera mendeteksi serta melakukan operasi dengan lebih terfokus tanpa harus membuka luka lebih lebar dan lebih menyakitkan bagi pasien. Operasi ini selain meminimalkan rasa sakit juga menghilangkan trauma pra operasi maupun pasca operasi pada pasien.
    Pelayanan Operasi dengan menggunakan teknologi Laparascopy di RS. Panti Wilasa ‘‘Dr. Cipto’’ ada beberapa yaitu meliputi :
RS. Panti Wilasa ‘‘Dr. Cipto’’ ada beberapa yaitu meliputi :
Operasi Batu Kandung Empedu
Operasi Usus Buntu (apendix)
Operasi Adhesiolisis (menghilangkan perekat-perekat dinding usus dengan dinding perut atau usus dengan usus)
Operasi Hernia
 
Apa yang dilakukan Sebelum Operasi Laparascopy (Pra Operasi) ?
    ‘‘Pada dasarnya apa yang dilakukan sebelum operasi dengan teknologi Laparascopy sama dengan apa yang dilakukan sebelum Operasi biasa atau Operasi terbuka karena sama-sama membuka dinding Abdominal / perut,’’ Kata  Dr. Prabani. Yang membedakan hanya ketenangan jiwa dari pasien, karena operasi ini hanya memerlukan sayatan yang membentuk lobang kecil dan luka yang diakibatkan dari operasi juga lebih cepat membaik, selain itu pihak RS. Panti Wilasa ‘‘Dr.Cipto’’ juga selalu melakukan pendekatan dan memberikan pengertian secara kontinyu kepada pasien mengenai operasi dengan teknologi Laparascopy yang akan dilakukan.

Apa yang terjadi Pasca Laparascopy ?
    Dr. Prabani juga menjelaskan bahwa, Perasaan tidak nyaman dan rasa sakit pasca Operasi juga di alami pada Operasi dengan teknologi Laparascopy. Hal ini merupakan gejala yang wajar sebagai efek dari sayatan yang ditimbulkannya, hanya nyeri dan rasa sakit tersebut lebih cepat hilang.     Rasa sakit dan nyeri lebih cepat hilang pada operasi dengan teknologi laparascopy ini karena selain sayatan yang sangat kecil, proses operasinya juga lebih terfokus pada penyakit yang di derita dimana semuanya terlihat dalam layar monitor melalui media kamera yang dimasukan. Rasa nyeri akan berangsung-angsur membaik dalam kurun waktu 2 - 3 hari (tergantung jenis dan berat /  ringannya penyakit yang diderita) dari waktu pelaksanaan operasi dan setelah waktu tersebut pasien sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasa.

Adakah Larangan- Larangan Pasca Operasi ?
    Dalam keterangan lebih lanjut Dr. Prabani juga menjelaskan, Larangan Pasca Operasi baik berupa makanan maupun aktifitas sehari-hari (kerja/ olah raga) relatif tidak ada. Pasien bisa melakukan aktifitas kerja dan juga olah raga bahkan mandi seperti biasa setelah dinyatakan sembuh oleh dokter (sekitar 2-3 hari tergantung dari berat / ringan dan jenis penyakit yang di derita) walaupun demikian akan lebih baik pasien selalu konsultasi terhadap dokter yang menangani operasi, karena operasi Laparascopy memerlukan biaya yang tidak sedikit sehingga walaupun proses penyembuhan lebih cepat pasien senantiasa dianjurkan untuk berhati-hati.


Bagaimana perbandingan Operasi terbuka  (operasi biasa) dengan Operasi dengan metode Laparascopy ?
    ‘‘Operasi dengan teknologi Laparascopy jauh lebih efektif dari pada operasi terbuka (operasi biasa) walaupun relatif biaya yang dikeluarkannya sama, akan tetapi proses penyembuhannya lebih cepat kalau dengan menggunakan teknologi Laparascopy’’ Jelas Dr. C Prabani S, Sp BD.
    Keuntungan pasien jika melaksanakan operasi dengan menggunakan teknologi Laparascopy jelas lebih banyak dibanding dengan operasi biasa diantarannya : Rawat Inap jauh lebih pendek dari rawat inap kalau kita melaksanakan operasi biasa (operasi terbuka), Obat-Obatan maupun antibiotik yang digunakan jauh lebih sedikit dibanding dengan operasi biasa (operasi terbuka), Waktu sembuh jauh lebih cepat, dan sasaran penyakit jauh lebih terfokus karena terlihat di layar monitor, Lanjut Dokter yang aktif dalam beberapa keanggotan Profesi ini.
    Sebagai Contoh : Pada Operasi Pengangkatan Batu Kandung Empedu, Sayatan / lubang yang di buat hanya 2 lobang sebesar 10 - 11 mm dan 2 lobang lagi sebesar 5 mm, dengan kecilnya lobang sayatan akan mempercepat pula proses penyembuhan dalam operasi Laparascopy, obat-obatan dan antibiotik yang digunakanpun tidak perlu banyak, mobilisasi juga lebih cepat dan bisa segera melakukan aktifitas sehari-hari serta bekerja kembali dalam kurun waktu 2 - 3 hari. Apabila dilakukan operasi terbuka untuk pengangkatan Batu Kandung Empedu akan memerlukan waktu sekitar 10 hari dengan jumlah obat-obatan maupun antibiotik yang cukup banyak. Dalam kurun waktu 10 hari tersebut pasien belum bisa melakukan semua aktifitas secara bebas karena harus senantiasa hati-hati dengan jahitan hasil operasi, karena gerakan akan menimbulkan rasa nyeri.
   

Lapascopy dalam Kebidanan
    Dr. S Taufik H Sp.OG dalam suatu keterangannya mengatakan ‘‘Operasi dengan sistem Laparascopy juga bisa di lakukan dalam dunia kebidananan yaitu digunakan untuk diagnostik dan Operatif’’. Diagnostik untuk mendeteksi Endometriosis dan ganggaun haid (nyeri Haid) dan Operatif untuk operasi Kista Varium / Indung telur, Pelengketan-pelengketan, penyumbatan di saluran telur, mioma dan lain-lain. ‘‘Pasien biasanya cepat pulih dan sudah boleh pulang dalam waktu 2 - 3 hari saja, cukup singkat karena Laparascopy hanya membuat sayatan lubang yang kecil kira-kira 1 cm,’’ Kata Dokter Taufik. Sebenarnya Laparascopy bisa juga untuk operasi pengangkatan Rahim akan tetapi dengan bantuan alat yang namanya Uterus Manipulator, akan tetapi di RS. Panti Wilasa "Dr. Cipto" belum pernah melakukan operasi ini, lanjut Dr. Taufik mengakhiri pembicaraan.



 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 2 (APRIL-JUNI 2005)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar