MAJU TERUS PANTANG MUNDUR

MAJU TERUS PANTANG MUNDUR

   Perjalanan hidup manusia silih berganti, naik dan turun. Namun kasih dan penyertaan Tuhan tidak pernah berubah. Mengingat dan melihat kembali apa yang sudah kita alami di tahun 2015, b persoalan silih berganti datang, namun kita selalu dapat melaluinya. Memasuki tahun 2016 bukan berarti bebas dari persoalan hidup. Sebaliknya, hambatan dan tantangan yang mungkin lebih berat sudah siap menghadang di depan.
    Tuntunan dan penyertaan Tuhan, bukan sekadar janji namun kenyataan yang bisa dirasakan bahkan dialami oleh setiap orang yang meyakini dan percaya akan penyertaanNya. Kitab Mazmur 23: 1-6 mengungkapkan pemahaman bahwa sungguh Tuhan adalah gembala yang baik. Seorang gembala memiliki tugas dan tanggungjawab yang luar biasa beratnya, menjaga kawanan ternak aman dari gangguan binatang buas, tercukupi kebutuhan pangannya, kebutuhan minumnya dan sehat semua.
    Gangguan binatang buas tidak hanya mengancam ternak-ternak namun juga mengancam keselamatan gembala, namun gembala harus mampu mengatasi. Padang rumput hijau dan air yang bebas mengalir tidak selalu berada di tempat yang mudah dijangkau namun sering di tempat yang terjal dan curam. Semua harus dilalui oleh gembala agar kawanan ternak tercukupi kebutuhan minum dan pangannya.
    Jika ada salah satu ternak yang tersesat maka gembala akan berjuang untuk mencari hingga mendapatkannya kembali. Hal itu terjadi karena seorang gembala pasti mengenal masing-masing ternaknya. Pengenalan itulah yang membuat gembala selalu memperhatikan keberadaan dombanya, kapan pun dan dimanapun. Tidak mudah bagi seorang gembala untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik, jiwanya aman, ternaknya juga merasa aman dan nyaman berada dekat dengan gembalanya.
    Demikian juga dengan Tuhan kita. Pemazmur mengatakan bahwa Ia adalah gembala yang baik, yang siap menjaga, melindungi bahkan rela mengorbankan nyawanya bagi setiap manusia yang percaya kepadaNya. Manusia dituntun menuju jalan kehidupan yang baik, layak bahkan aman. Saat menghadapi persoalan hidup, Ia turun tangan untuk menolong menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi, segala sesuatu disediakan sehingga manusia tak akan berkekurangan, bahkan sampai manusia terjatuh pun tak akan sampai tergeletak. Tangan Tuhan tak kurang panjang untuk terulur memegang bahkan merengkuh manusia yang percaya kepadaNya.
    Gembala yang baik menyediakan diri untuk siap berjalan mendampingi, menuntun bahkan menggendong setiap manusia. Ia juga mengenal masing-masing dari manusia yang dijaga dan dilindunginya. Sehingga tidak perlu kawatir ketika kita harus melalui lembah kehidupan di dunia ini, sebab ada Gembala Agung yang baik yang selalu bersama kita. Pastilah setiap persoalan dan tantangan yang ada di depan kita akan dapat kita lalui bersamaNya.
    Gembala yang baik juga menyediakan apa yang menjadi kebutuhan kita dengan cukup. Bahkan dikatakan oleh Pemazmur, gadaMu dan tongkatMu itulah yang menghibur aku, bukan sebagai sarana yang membuat takut dan sakit namun sebaliknya sarana yang dipakai Allah itu menjadi sarana yang semakin membuat aman dan nyaman bahkan suka cita. Terpaan badai kehidupan yang pasti akan dialami oleh manusia bukanlah satu persoalan yang tak mungkin dapat terselesaikan namun yakin Tuhan akan membuat apa yang kita alami itu semakin meneguhkan dan menguatkan iman kita, Dia tak akan membiarkan rasa sakit dari terpaan badai itu menyerang kita. Yang penting terus kenali suara Gembala kita, selalu dekat denganNya dan jangan meninggalkanNya.
       Terus yakini bahwa tahun 2016 adalah tahun berkat yang Allah sediakan bagi kita manusia. Tahun dimana Tuhan membuka jalan dan membuat setiap jalan terjal dapat dilalui oleh kaki-kaki kecil manusia. Saat manusia terantuk batu Tuhan akan membebat luka, saat manusia terjatuh karena sulitnya jalan yang harus dilalui Tuhan akan segera mengulurkan tangan untuk menopangnya.
    Saat jalan semakin sulit Tuhan akan menggendong manusia, betapa mata Tuhan terus melihat dan mengawasi proses kehidupan yang kita lalui. Oleh karena itu jangan takut dan kawatir akan masa depan yang akan kita lalui. Dikatakan bahwa masa depan itu sungguh ada dan masa depan tidak akan hilang (Ams. 23 : 18). Bukan sebuah janji namun firman itu selama ini sudah mewujud dalam hidup kita.
    

 {oleh : Kartika Purwandari, S.Si}

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 45 (JANUARI-MARET 2016)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar