Logo

MASA DEPAN YANG CERAH

Foto: dok RSPWDC
 MASA DEPAN YANG CERAH

Lagu yang berjudul “ Hidup ini adalah kesempatan” dengan syair demikian:
Hidup ini adalah kesempatan, Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia – siakan waktu yang Tuhan bri Hidup ini harus jadi berkat
Reff :     O Tuhan pakailah hidupku. Selagi aku masih kuat
    Bila saatnya nanti , kutak berdaya Hidup ini sudah jadi berkat

 

Lagu yang sarat dengan makna, bagaimana seseorang yang sudah mendapat karunia kehidupan benar-benar memanfaatkan hidupnya dengan menghasilkan berkat ,baik bagi diri sendiri terlebih bagi orang lain. Bukankah sesuai dengan tujuan Allah ketika menciptakan manusia agar beranak cucu dan mengolah bumi agar memberikan hasil. Kesempatan yang Tuhan berikan jangan pernah kita sia-siakan namun harus benar-benar diisi dengan hal-hal yang positif.

    Ketika Tuhan menjadikan manusia, segala fasilitas sudah disediakanNya  , bukti bahwa betapa Tuhan mengasihi manusia, Ia tidak ingin kehidupan manusia menjadi menderita. Segala sesuatu yang Tuhan sediakan membuat hidup manusia terjamin. Tuhan pada awalnya membuat perjalanan kehidupan manusia mudah, tak ada onak dan duri, namun karena keinginan manusia secara kedagingan membuat apa yang mudah menjadi sulit. Manusia harus bekerja keras demi terpenuhi kebutuhan hidupnya. Dosa memutuskan hubungan yang baik antara Tuhan dan manusia. Keinginan-keinginan kedagingan telah menguasai manusia sampai saat ini. Namun Tuhan yang mengasihi manusia tidak pernah membiarkan manusia menderita, Ia sampai hari ini masih menurunkan pertolongan dan berkatNya.

    Saat kita memasuki th 2018 kita harus memiliki keyakinan bahwa Tuhan memberikan kembali kesempatan hidup kepada manusia. Tanggungjawab baru kembali dipercayakan. Bersyukur untuk apa yang kita terima, hidup, kekuatan, kesehatan, kemampuan berfikir, rejeki, keluarga dan banyak lagi yang Tuhan berikan . Yakinkah kita bahwa th 2018 adalah tahun baik dan tahun anugerah bagi kita. Kitab Amsal khususnya psl 23 : 18 mengatakan “Karena masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang”. Jelas Tuhan sudah menyediakan masa depan bagi setiap manusia yang diberi kepercayaan untuk memasuki tahun yang baru, bahkan Tuhan tidak tinggal diam, Ia turut bekerja dan campur tangan pada setiap kita yang mengasihiNya ( Roma 8 : 28 : Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah ). Apa yang difirmankan Tuhan ini menjadi satu bagian yang menolong kita untuk tidak takut memasuki tahun yang baru khususnya tahun 2018.  Harapan yang dibangun tidak akan hilang namun akan terwujud tepat pada waktunya asal hidup kita terus bergantung pada Tuhan. Harapan-harapan yang dibangun oleh manusia menjadi penanda bahwa kehidupan yang akan dijalaninya akan terus hidup dan diisi dengan semangat untuk menggapainya.

    Tuhan tidak tinggal diam dan membiarkan kita menjalani hidup untuk mewujudkan harapan sendirian, namun Ia turut campur tangan agar segala sesuatu yang baiklah yang terjadi dalam hidup kita yang mengasihiNya. Pikiran manusia hendaknya diisi dengan kehendak Allah dimana isinya adalah segala sesuatu yang baik yang membuat diri sendiri dan orang lain ada dalam damai sejahtera. Tuhan tidak begitu saja memberikan kesempatan hidup pada manusia namun seperti diawal dikatakan bahwa ada tujuan yang hendak diwujudkan, manusia diberi kesempatan untuk beranak cucu dan memenuhi bumi, manusia diberi kesempatan untuk mengolah bumi dan memanfaatkan segala hasil dari bumi, manusia diberi kesempatan untuk menghasilkan karya yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, sekalipun dianggap sebagai hukuman namun manusia diberi kesempatan untuk bekerja dengan keras. Manusia dibekali Tuhan dengan kekuatan, kesehatan,kepandaian dan kebijaksanaan sehingga mampu mewujudkan segala sesuatu yang Tuhan rancangkan dalam hidupnya. tidak ada lagi rasa kawatir dan takut untuk memasuki hari-hari yang Tuhan sediakan di depan kita.

    Hidup melayani Tuhan menjadi bagian dari tujuan manusia menjalani hidup,caranya dengan melayani sesamanya. Dalam surat 1 Yohanes 4 : 20 dikatakan disana “Jikalau seorang berkata: Aku mengasihi Allah, dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya.” Hidup menjadi berarti adalah ketika mampu mengasihi Allah dengan cara mengasihi manusia secara nyata, dengan mewujudkannya melalui pelayanan yang langsung dilakukan dan dirasakan oleh sesama. Tahun 2018 akan terwujud mendatangkan berkat dan anugerah ketika pelayanan nyata kepada sesama dapat diwujudkan, melalui karya kita. Profesi apapun kita, kondisi ekonomi berlebih atau pas-pasan, cerdas atau biasa saja intelegensi kita, cantik atau ganteng, tua atau muda tidak menjadi penghalang bagi kita untuk melayani Tuhan melalui pelayanan kepada sesama, karena apa yang kita lakukan dengan dasar kasih pastilah berdampak baik.

    Tujuan yang Tuhan rancangkan bagi hidup manusia biarlah mewujud juga dalam tujuan manusia mengisi hidupnya, manusia tidak sekedar beranak cucu dan mengelola bumi namun lebih dari itu menjadikan hidupnya berarti bagi Tuhan dengan hidup berarti bagi sesamanya. Sungguh anugerah kehidupan yang luar biasa di tahun ini jika itu dapat terwujud. Mari jadikan satu tahun yang akan kita lalui menjadi tahun yang bermakna dan berarti bagi hidup kita, menjadi tahun anugerah Tuhan, bersamaNya kita mewujudkan harapan-harapan kita. Tidak ada hidup yang tidak berarti, bersama Tuhan hidup kita akan berarti. Yakini terus tuntunan dan penyertaan Tuhan. Ia menggendong saat kita lelah dan menopang saat kita hendak jatuh. Jangan pernah takut menjalani hari ke depan karena selalu ada pertolongan Tuhan untuk kita ( Ibrani 13 : 6 a : Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata : “ Tuhan adalah Penolongku . Aku tidak akan takut. “ *

 

Foto: dok RSPWDC

Oleh : Kartika Purwandari, SSi

 

Dimuat di Majalah Kasih Edisi 52
 

Tentang Penulis

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next THE POWER OF LOVE

Tinggalkan Komentar