MELIHAT DENGAN HATI

MELIHAT DENGAN HATI

       Mata adalah organ penting yang dibutuhkan manusia untuk melihat semua yang Tuhan ciptakan dan ada di sekitar manusia. Manusia sangat membutuhkan mata yang sehat dan bisa melihat dengan jelas agar dapat melanjutkan segala aktifitas kehidupan. Namun pada kenyataannya tidak semua yang lahir ke dunia ini sehat dan normal secara jasmani, masih ada juga bayi lahir dengan organ yang kurang, salah satunya lahir dengan kekurangan pada organ matanya bahkan mengalami kebutaan sejak lahir. Bayi yang lahir dengan gangguan bahkan kekurangan pada organ matanya dan dinyatakan tidak dapat disembuhkan akan mengalami kebutaan. Kebutaan secara fisik membuat orang tidak mampu melihat benda-benda yang ada disekitarnya. Ada banyak penyebab sehingga orang mengalami kebutaan pada matanya. Namun kebutaan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan kehidupan, melalui karya cinta kasih Tuhan sekalipun matanya buta tidak mampu melihat secara fisik namun Tuhan mengaruniakan mata hati yang mampu melihat apapun lebih tajam dan mendalam apa yang ada di sekitarnya.
    Firman Tuhan dalam Injil Yohanes 9 : 1 – 41 mengisahkan bagaimana Yesus menyembuhkan seorang yang buta sejak lahirnya. Yesus mengatakan bahwa kebutaan yang dialami oleh orang tersebut dipakai Tuhan untuk menyatakan pekerjaan-pekerjaan Allah yang luar biasa. Yesus ingin menunjukkan bahwa kuasa Tuhan atas manusia dalam kondisi apapun luar biasa. Si buta dapat dipulihkan kondisinya dan mampu melihat kembali secara fisik. Orang buta yang sudah sembuh berani memberikan kesaksian tentang apa yang telah diperbuat oleh Yesus baginya kepada orang-orang yang bertanya kepadanya, hingga akhirnya ia diusir keluar dari desanya karena banyak orang tidak percaya kepada kesaksiannya. Sampai pada akhirnya ia bertemu kembali dengan Yesus dan mengaku percaya kepadaNya serta menjadi pengikutNya. Sebagai pengikutNya ia memiliki tanggungjawab yang besar yang harus dia kerjakan yaitu menyampaikan kabar sukacita yang dari Yesus, mau menjadi saksiNya yang hidup , tidak menjadi buta secara psikis dan spiritual, namun terus mewujudkan hidup yang berguna bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.
    Buta secara fisik hendaknya jangan sampai menimbulkan kebutaan secara rohani , psikologis dan sosial.  Kebutaan secara fisik bukanlah sebuah hambatan untuk orang tetap mampu menjadi saksi Kristus namun akan semakin mengobarkan semangat untuk menjadi pelayan Kristus. Kebutaan secara fisik seperti karena katarak bahkan saat ini mudah untuk disembuhkan, seperti di RS Pantiwilasa “dr. Cipto” menyediakan sarana untuk penyembuhan katarak. Namun untuk kebutaan secara rohani dapat menimbulkan penderitanya hidup jauh dari Tuhan, karena relasinya tidak baik ada sesuatu yang menghalangi seperti beban hidup , permasalahan pribadi dan lain sebagainya. Kebutaan Psikologis menyebabkan penderitanya mengalami situasi mental yang tidak baik seperti menyimpan kemarahan, dendam, ketidakpuasan atau tekanan-tekanan mental yang dirasakan secara pribadi. Kebutaan sosial menyebabkan penderitanya tidak mampu berelasi baik dengan sesamanya karena merasa ada persolan-persoalan yang dirasakan menghalangi terbangunnya relasi. Kebutaan secara rohani bisa dipulihkan ketika setiap orang mampu menyadari bahwa ada Tuhan yang mampu menjadi cahaya dan terang dalam kehidupan  ( Yohanes 9 : 5 ). Kekuatan terang yang dimiliki Yesus mampu menembus apapun selama kita mau mengenal dan menerimaNya. Hingga akhirnya kekuatan terang Yesus memberikan kemampuan kepada mata hati kita untuk melihat segala sesuatu baik secara fisik ataupun peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Bahkan kebutaan psikologispun dapat disingkirkan oleh kekuatan terang Kristus, tekanan-tekanan yang dirasakan manusia sebagai beban berat dan mengganggu situasi mental seseorang akan disembuhkan dan dipulihkan. Orang akan menjadi kuat oleh karena terang yang dari Kristus. Kebutaan sosial yang menghambat relasi antar manusia akan dipulihkan dan menjadi baik kembali ketika terang Kristus datang menguasai setiap manusia. Tidak ada lagi perpecahan yang menghambat relasi antar manusia, yang ada hanyalah damai sejahtera yang datangnya dari Kristus Sang pemilik kehidupan.
    Kemampuan untuk melihat ternyata tidak hanya berasal dari mata secara fisik saja namun lebih dari itu juga berasal dari mata yang ada didalam hati setiap manusia yang sudah Tuhan berikan. Tinggal apakah manusia itu terus mau menajamkan mata hati yang dimilikinya untuk terus peka terhadap apa yang ada disekitarnya atau tidak. Sebagai orang yang percaya dan meyakini bahwa Kristus adalah terang dunia maka kemampuan untuk memancarkan terang itu harus selalu dimiliki, dan bersedia untuk terus membagikan terang itu. Terang yang dari Kristus akan menolong banyak orang untuk dapat melihat dan merasakan kasihNya melalui pelayanan yang diberikan . Terus isi hati kita dengan hal-hal yang baik supaya yang keluar juga baik. Karena yang baik itulah yang akan membangun dan menghidupkan orang-orang yang tinggal dalam kegelapan. Selamat membagi terang yang dari Kristus.

 

{oleh : Kartika Purwandari, S.Si}

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 46 (APRIL-JUNI 2016)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar