Logo

MENGANDALKAN TUHAN

MENGANDALKAN TUHAN

  Bersukacitalah senantiasa, tetaplah berdoa, mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu, janganlah padamkan Roh.
    Di dalam menempuh perjalanan hidup manusia tidaklah selalu berada di puncak, keberhasilan, kelimpahan, nyaman, aman, mulus, tenang, damai yang sesuai dengan harapan kita. Namun ada saatnya kita berada dalam lembah yang kelam, kabut yang tebal, dalam penderitaan dan berat yang menekan, dan seakan tidak ada jalan keluar; hanya yang kita rasakan adalah menyakitkan, mengecewakan dan membingungkan. Dalam keadaan seperti ini apakah kita mampu bisa tetap untuk bersukacita, tetap berdoa, mengucap syukur dalam segala hal dan tidak memadamkan Roh?
    Pada umumnya yang bisa melakukan hal tersebut dimana kita diposisi yang aman dan nyaman dalam keadaan sukses, kelimpahan, sehat, damai, tenteram dan keadaan happy. Saat kita menghadapi hal-hal yang tidak menguntungkan janganlah kita menjadi ragu, takut, gentar atau mau mencoba lari dari kenyataan? Ketika kita diperhadapkan dengan hal-hal yang tidak menyenangkan adalah suatu proses dalam kehidupan kita. Sebagai umat percaya kepada Tuhan yang penuh kuasa dan tidak sekali-kali membiarkan umat-Nya dalam keputus-asaan, tetapi akan memberi kemenangan dan kekuatan serta memiliki kepribadian yang tegar, yang lebih dari pemenang. Sebab kita adalah umat yang mengandalkan Tuhan. Oleh karena Dia kita bisa dan mampu untuk selalu tetap bersukacita, tetap berdoa, mengucap syukur dalam segala hal, dan tidak memadamkan Roh. Sekalipun hidup ini diperhadapkan dengan keadaan yang tidak menyenangkan.
    Di dalam 1 Tesalonika 5: 16-19 ada 4 bukti umat yang hidupnya mengandalkan Tuhan sehingga tetap tegar dan kuat walaupun dalam penderitaan, kesakitan atau tantangan.

1. Bersukacita Senantiasa (1 Tes  5: 16)
    Tuhan mau supaya kita tidak bersungut-sungut, untuk tidak menyalah-kan keadaan, menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain di waktu kita menghadapi keadaan yang tidak kita harapkan. Salah satu contoh surat Paulus umat yang sangat dekat dan disayang adalah sidang atau umat di Filipi yang penuh suka cita dan persahabatan. Dijelaskan setiap pasal ada tertulis suka cita ;
a. Karena Bagiku Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. (Filipi 1: 21)
b. Melayani dengan suka cita (Filipi 2:5)
c. Membagi kehidupan dipenuhi suka cita. (Filipi 3: 14)   
d. Menikmati ketenangan dan suka cita  (Filipi 4 : 6-7)  
    Rasul Paulus sekalipun hidup di penjara tetap berdoa, bersyukur dan tetap memuji Allah sekalipun hidup di penjara tidak mengeluh tapi tetap teguh dan kuat untuk bersuka cita karena melalui penderitaannya ini bukan karena kesalahan dan bukan karena pelanggarannya tetapi karena nama Tuhan.

2. Tetaplah Berdoa (1 Tes 5: 17)
    Bagaimana doa-doa kita? Berapa lamanya kita berdoa dan berapa banyaknya doa kita walaupun sampai saat ini belum dijawab Tuhan tetaplah kita berdoa karena doa adalah nafas kehidupan orang percaya
    Dalam Yakubus 5: 16 b, doa orang benar, bila yakin di doakan sangat besar kuasaNya yaitu doa Elia.  Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia tetap bersungguh- sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Elia berdoa pula dan supaya langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya. Pada Lukas18 : 1, Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Dan Lukas 18 : 7 mengatakan Tidaklah Allah akan membenarkan orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya?
    Mari kita berdoa dengan yakin dan sungguh-sungguh Tuhan akan menjawab doa kita tepat pada waktunya pertolongan akan dinyata-kan.

3. Mengucap Syukur Dalam Segala hal (1Tes 5:18)
    Seseorang tentu sulit untuk mengucap syukur saat dalam tekanan, siksaan, penderitaan, keadaan yang tidak mengenakkan tetapi Rasul Paulus dan Silas mampu walaupun dalam penderitaannya dipenjara ia tetap memuji-muji Allah dan berdoa dengan iman mengalami pernyataan Kuasa Allah yang bekerja dengan luar biasa. Dalam Kisah Para Rasul 16: 19- 25 mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur dalam segala keadaan.  Sesulit apapun kesulitan kita naikkan doa dan pujian, kita akan mengalami lawatan Tuhan, dengan doa dan pujian  kita mengagungkan namaNya dengan penuh ucapan syukur. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah kita. (Ef 5 : 20).

4. Janganlah Padamkan Roh
    (1 Tes 5: 19)
    Tetaplah percaya kepada Tuhan karena kita tahu tubuh kita adalah baitnya Roh Kudus, seperti pemazmur; Aku percaya, sekalipun aku berkata” Aku ini sangat tertindas”.     Disaat tertentu kita mengalami keragu-raguan, bimbang, cemas, tidak percaya dan bertanya pada diri kita sendiri, saat kita menghadapi kenyataan yang sangat tidak kita inginkan tetap hadapi dengan yakin ada kemenangan, ada kekuatan ambil keputusan, tidak terpengaruh dengan situasi yang tidak menyenangkan, tetaplah beriman kepadaNya dengan tekad bulat maju terus pantang mundur dan tidak akan meninggalkan ” Tuhan Yesus “ yang menjadi Tuhan dan juru selamat kita.     Supaya tidak memadamkan Roh, maka tetap berdoa, membaca Firman Tuhan dan merenungkan siang -malam, setia beribadah, tidak berhenti melayani Tuhan. Maju terus Tuhan menyertai kita senantiasa sampai selama-lamanya. Seperti pesan Tuhan dalam Yesaya 41 : 10 “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang sebab Aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau, Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan".

{Oleh : Pdm. Lidya Sri Wahyuni }

*Dimuat dalam Majalah Kasih Edisi 23 ( JULI - SEPTEMBER 2010 )

Tentang Penulis

Patricia Putri

patricia putri

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next BAWANG MERAH ESEN ALAMI NAN KAYA GIZI

Tinggalkan Komentar