Logo

MENGENAL KELUARGA BERENCANA DAN ALAT KONTRASEPSI

Pwdc
MENGENAL KELUARGA BERENCANA DAN ALAT KONTRASEPSI

        Keluarga Berencana atau disingkat KB adalah istilah yang tidak asing bagi kita. Keluarga Berencana merupakan program pemerintah yang sudah ada sejak tahun 1970. Program ini bertujuan untuk membatasi jumlah kelahiran guna menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera. Adapun tujuan umum dari perencanaan KB adalah untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera khususnya bagi ibu dan anak serta mengendalikan pertambahan penduduk suatu negara sesuai dengan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) yaitu dengan jalan mengendalikan jumlah kelahiran. Program ini telah terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat, yaitu:

  1. Mengatur jarak kehamilan
  2. Menghindari kehamilan yang tidak diinginkan
  3. Meningkatkan kesehatan ibu dan anak
  4. Tumbuh kembang bayi dan anak lebih baik
  5. Pendidikan anak lebih terjamin
  6. Menurunkan angka kematian ibu dan bayi
  7. Menurunkan risiko terhadap kanker rahim dan kanker servik
  8. Mencegah penularan penyakit menular seksual
  9. Lebih menjamin tumbuh kembang bayi dan anak
  10. Dapat menentukan kualitas sebuah keluarga

Kita mengenal ada 3 fase KB yaitu:

  1. Fase menunda kehamilan (pada ibu usia < 20 tahun), kontrasepsi yang cocok adalah KB alami dan pil.
  2. Fase menjarangkan kehamilan (pada ibu berusia 20 – 35 tahun), kontrasepsi yang bisa digunakan adalah dengan KB alami, pil, suntik, IUD, Implan
  3. Fase tidak hamil lagi (pada ibu usia > 35 tahun), kontrasepsi yang digunakan pil,suntik, implan, dan sterilisasi.

Mari kita mempelajari satu per satu kontrasepsi yang kita kenal, sehingga kita bisa menentukan pilihan yang tepat untuk ber- KB:

1. KB Alami

          KB alami merupakan metode kontrasepsi yang dilakukan tanpa menggunakan alat, obat, dan prosedur tertentu, seperti sterilisasi atau vasektomi. Penggunaan jenis KB ini dinilai lebih aman daripada alat kontrasepsi karena tidak menimbulkan efek samping.

       KB alami kerap menjadi pilihan bagi wanita yang tidak cocok menggunakan alat kontrasepsi. Metode KB ini juga biasanya digunakan untuk mencegah efek samping dari kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, KB suntik, dan KB implan atau susuk.

Ada tiga cara ber KB alami, yaitu:

  1. Metode Pantang Berkala (Tidak berhubungan seksual di masa subur), Yaitu dengan menghindari hubungan seksual pada saat sedang berada pada masa subur (ovulasi) atau beberapa hari sebelum dan setelahnya. Masa subur seorang wanita dapat diketahui dengan metode perhitungan kalender, mengukur suhu basal tubuh atau dengan metode lendir servix.
  2. Metode Amenore Laktasi (memberikan Asi eksklusif setelah melahirkan), Metode ini sering digunakan oleh ibu yang baru melahirkan. Namun demikian ada 3 syarat yang harus dipenuhi yaitu belum haid sejak melahirkan, menyusui penuh (6-8x dalam 24 jam) dan metode ini dilakukan kurang dari 6 bulan pasca persalinan.
  3. Metode senggama terputus, Yaitu metode mengeluarkan penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi/pengeluaran sperma. Cara ini tidak dianjurkan karena sering gagal, karena suami belum tentu tahu kapan spermanya keluar.

                 KB alami memang tanpa risiko efek samping. Namun, perlu diingat bahwa metode ini tentu tidak seefektif penggunaan alat kontrasepsi. Namun demikian metode KB ini tetap bisa mencegah kehamilan selama memiliki motivasi dan kemauan yang kuat serta bisa menerapkan cara-caranya dengan tepat. Untuk lebih meningkatkan efektifitasnya, metode KB alami ini sebaiknya dipadukan dengan penggunaan KB lain yaitu kondom.

2. Kondom

           Ber KB dengan kondom melibatkan peran serta suami. Bisa dilakukan kapan saja, tetapi efektifitasnya rendah. kondom adalah satu-satunya alat kontrasepsi pencegah kehamilan yang bisa melindungi diri dan pasangan dari penularan penyakit kelamin.

3. Pil KB

                 Pil KB adalah pil yang mengandung hormon untuk mencegah kehamilan. Pil ini efektif apabila diminum secara rutin setiap hari dan teratur di waktu yang sama setiap harinya. Kelebihan pil KB:

  • Pil KB mudah dihentikan. Bila ingin hamil, cukup berhenti minum pil KB, maka siklus akan kembali normal, sehingga segera bisa hamil kembali.
  • Meredakan jerawat.
  • Mencegah osteoporosis.
  • Kram dan nyeri saat menstruasi menjadi lebih ringan.
  • Siklus menstruasi lebih teratur.
  • Tidak memengaruhi kesuburan, meskipun kemungkinan akan membutuhkan waktu 2-3 bulan untuk bisa hamil setelah menghentikan konsumsi.
  • Dapat menghambat pertumbuhan rambut wajah dan tubuh, terutama di dagu, dada, dan perut.

           Efek samping pemakaian pil kontrasepsi ringan dan bersifat sementara; seperti sakit kepala, mual, nyeri payudara, perdarahan di antara menstruasi, dan perubahan suasana hati selama tiga bulan pertama, dapat pula terjadi peningkatan tekanan darah dan peningkatan berat badan. Bagi yang mempunyai kebiasaan lupa, tidak direkomendasikan untuk menggunakan kontrasepsi ini, dikarenakan minum pil KB yang tidak teratur merisiko terjadi kehamilan.

4. Suntik KB

         Suntik KB merupakan salah satu metode kontrasepsi untuk menunda kehamilan. Namun, seperti metode kontrasepsi lainnya, suntik KB memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan serta tidak disarankan bagi wanita yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.            

         Suntik KB adalah kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon estrogen dan progestogen (progestin) untuk yang suntik 1 bulan sekali dan hanya mengandung hormon progesteron untuk yang suntik 3 bulan sekali.

               Dibandingkan dengan suntik KB 3 bulan, suntik KB 1 bulan tidak terlalu berdampak pada siklus menstruasi sehingga penggunanya masih memiliki siklus haid yang teratur. Selain itu, tingkat kesuburan dapat kembali normal dalam waktu yang relatif cepat, yaitu 3 bulan setelah suntikan dihentikan. Efek samping yang sering terjadi pada KB suntik adalah migrain, gangguan hati, meningkatkan tekanan darah.

5. IUD

             IUD adalah singkatan dari intrauterine device atau bisa juga disebut sebagai KB spiral. IUD merupakan alat kontrasepsi berbahan plastik yang memiliki bentuk seperti huruf ‘T’ dan dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. KB IUD ini terbagi dalam dua jenis, yaitu IUD yang dilapisi tembaga (IUD non-hormonal) dan IUD yang menghasilkan hormone progesteron (IUD hormonal). IUD sangat efektif dan aman, bisa dilepas kapan saja. Alat kontrasepsi ini efektif dalam 5 sampai 8 tahun. IUD non hormonal tidak menyebabkan kenaikan berat badan dan tekanan darah tinggi.

             Adapun efek samping IUD adalah bercak/flek darah selama beberapa hari setelah pemasangan, haid lebih banyak dan lebih lama, bisa terjadi becak di antara 2 siklus haid dan pada beberapa orang mengalami kram atau nyeri pada saat haid.

6. Implan/susuk

        Di Indonesia, KB implan ini juga disebut sebagai KB susuk. Alat kontrasepsi ini berbentuk menyerupai tabung plastik kecil dan fleksibel yang berisi hormone progesteron untuk mencegah kehamilan. Cara penggunaannya adalah dimasukkan ke dalam kulit lengan atas. Penggunaan KB ini tidak mengganggu produksi ASI Air Susu Ibu).

              Jika dipakai dengan benar, KB susuk dapat mencegah kehamilan selama 3 tahun sejak pertama kali dipasang. Perlu diingat dengan benar kapan implan dipasang.

7. Sterilisasi

          Sterilisasi merupakan kontrasepsi yang bersifat menetap, sehingga disebut juga dengan istilah Kontab (kontrasepsi mantap). Merupakan kontrasepsi pilihan bagi pasangan yang sudah tidak menginginkan pertambahan jumlah anak dikarenakan faktor usia atau menderita suatu penyakit tertentu. Sterilisasi dapat dilakukan pada wanita maupun pria. Metode kontrasepsi ini memerlukan tindakan bedah. Kontrasepsi mantab pada wanita kita kenal dengan istilah MOW (Metode Operasi pada Wanita) sedangkan pada Pria disebut MOP (Metode Operasi pada Pria).

                   MOW disebut juga tubektomi, dilakukan dengan pengikatan atau pemotongan pada tuba fallopi (saluran yang menghubungkan kandung telur dengan rahim), yang bertujuan untuk mencegah sel telur bertemu dengan sperma di saluran ini.

             MOP disebut juga vasektomi, dilakukan dengan pemotongan saluran sperma (vas deferens) yang berfungsi menyalurkan sperma dari buah pelir keluar, sehingga mencegah sperma keluar bersama air mani saat pria ejakulasi. Setelah melakukan vasektomi, seorang pria masih tetap bisa mengalami ereksi dan ejakulasi karena metode ini tidak berpengaruh terhadap produksi hormon testosteron pria. Metode ini tidak mengganggu performa sex pria. Memang, beberapa pria mengeluh merasakan nyeri di bagian buah pelir setelah melakukan vasektomi. Namun, hal itu biasanya hanya berlangsung sementara.

            Dengan ber KB, orangtua dapat lebih memperhatikan kesehatan dirinya dan anak anaknya. Ibu hamil dapat menjaga kehamilannya dengan asupan gisi yang baik sehingga mencegah terjadinya kurang gisi pada ibu dan janin yang dikandungnya. Dengan demikian dapat mencegah terjadinya stunting pada anak yang dilahirkannya. Ibu hamil yang sehat melahirkan generasi sehat dan cerdas.

                Mari ber KB. Pilih KB yang sesuai dengan berkonsultasi pada bidan atau dokter anda. Dengan melihat manfaat yang ada ini, maka bagi Ibu yang sudah melahirkan dianjurkan untuk segera berKB. KB yang dilakukan segera setelah Ibu melahirkan disebut KB Pasca Persalinan. KB persalinan merupakan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat dan obat kontrasepsi segera setelah melahirkan sampai dengan 42 hari/ 6 minggu setelah melahirkan.

 

oleh Dr. Nurendah K, MM

 

Tentang Penulis

Dedy

luck life

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik

Tinggalkan Komentar