MENGENAL REHABILITASI MEDIK DI RS. PANTI WILASA DR. CIPTO

MENGENAL REHABILITASI MEDIK DI RS. PANTI WILASA DR. CIPTO

    Rehabilitasi Medik merupakan serangkaian proses pelayanan kesehatan terpadu yang ditujukan untuk memulihkan atau mengembangkan kemampuan fungsi fisik dan psikis individu yang terganggu akibat suatu proses penyakit, dan bila perlu mengembangkan mekanisme kompensasinya agar individu dapat kembali melakukan aktivitas kehidupannya sehari-hari secara mandiri.

 

     Oleh karena itu konsep penatalaksanaan rehabilitasi medik terhadap suatu penyakit yang diderita seorang individu tidak hanya ditujukan untuk mengidentifikasi penyebab penyakit atau klasifikasi penyakit dan melakukan tindakan kuratif semata, melainkan melakukan assessment fungsional untuk mengetahui dampaknya terhadap individu yang berupa:

  • Impairment: abnormalitas atau kelainan dari struktur atau fungsi organ yang bersifat anatomis, fisiologis, ataupun psikologis. Impairment adalah gangguan pada tingkat jaringan atau organ. Misalnya: nyeri, kelemahan otot, kekakuan sendi, dan lain-lain.
  • Disabilitas: keterbatasan atau berkurangnya kemampuan, sebagai akibat dari impairment, untuk melakukan kegiatan atau aktivitas dengan cara dan batas-batas yang dianggap normal bagi setiap orang sesuai dengan umur dan jenis kelamin. Disabilitas adalah gangguan pada tingkat individu. Misalnya: ketidak-mampuan membungkukkan tubuh, berjongkok, atau berjalan akibat nyeri pinggang.
  • Handicap: suatu kondisi yang merugikan individu sebagai akibat dari impairment dan disabilitas, yang membatasi individu dalam memenuhi perannya yang normal menurut umur, jenis kelamin, serta faktor sosial-budaya.

    Idealnya pelayanan rehabilitasi medik dilakukan melalui pendekatan suatu tim yang terdiri dari dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (SpKFR), fisioterapis, terapis okupasi, psikolog, pekerja sosial medik, ortotis-prostetis (alat bantu gerak/ pengganti anggota gerak), dan speech therapist. Demikian penjelasan dr. Hadi Kurniawan, Sp.KFR mengenai pelayanan rehabilitasi medik.
    Lebih lanjut, dr. Hadi Kurniawan, Sp.KFR memaparkan bahwa di Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang, pelayanan rehabilitasi medik dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (SpKFR), fisioterapis, ortotis-prostetis, dan speech therapist.

Ruang Lingkup Pelayanan
Ruang lingkup pelayanan rehabilitasi medik meliputi berbagai penyakit yang mengenai berbagai sistem organ tubuh manusia, seperti:

  • Penyakit yang mengenai sistem persarafan, seperti pemulihan pasca stroke, cidera medula spinalis (saraf tulang belakang), HNP (saraf terjepit), pasca trauma/ operasi otak, vertigo, berbagai kasus nyeri (nyeri leher, nyeri bahu, nyeri punggung bawah/ pinggang), dan berbagai kasus kelumpuhan (kelumpuhan otot-otot wajah/ Bell's Pals dan kelumpuhan anggota gerak), dan lain-lain.
  • Penyakit yang mengenai sistem muskuloskeletal (otot, tulang/ rangka, dan sendi), seperti rematik (osteoartritis/ pengapuran sendi, rheumatoid arthritis, artritis gout/ asam urat, osteoporosis/ keropos tulang), skoliosis (kelainan bentuk/ lengkung tulang belakang), pasca operasi/ patah tulang, amputasi, dan lain-lain.
  • Penyakit yang mengenai sistem kardiopulmoner (jantung dan paru), seperti proses pemulihan pada berbagai penyakit jantung (penyakit koroner, gagal jantung), pasca operasi jantung, batuk berdahak, asma, bronkitis, dan lain-lain.
  • Penyakit yang mengenai sistem reproduksi dan saluran kemih, seperti adnexitis (radang saluran dan indung telur) dan  inkontinensia urin (beser kemih).
  • Penyakit-penyakit pediatrik (anak), seperti cerebral palsy (kelainan perkembangan otak dan postur), developmental delayed (keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak), CTEV (kelainan bentuk kaki), dan lain-lain.


Jenis Pelayanan
1. Layanan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (SpKFR), meliputi:

  1. Assessment, yaitu melakukan pemeriksaan fisik dan fungsi tubuh secara lengkap dan menyeluruh agar terapi dan intervensi dapat memberikan hasil yang optimal
  2. Pemberian program terapi yang terkait dengan penggunaan modalitas fisik (fisioterapi), farmakoterapi (obat-obat yang diperlukan), intervensi kedokteran fisik dan rehabilitasi (injeksi muskuloskeletal, spray and stretch, injeksi intraartikuler/ sendi), dan tatalaksana yang terkait dengan penggunaan alat bantu fungsional (sepatu koreksi, ortosis/ alat bantu gerak, prostesis, alat bantu jalan, serta alat bantu self care dan aktivitas kehidupan sehari-hari).
  3. Edukasi, memberi penjelasan/ informasi tentang penyakit yang diderita individu, program terapi dan rehabilitasi yang akan dijalankannya, bagaimana mencegah terjadinya disabilitas atau handicap, serta sasaran/ goal yang akan dicapai.

2.    Fisioterapi
Fisioterapi merupakan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak, dan komunikasi. Pelayanan fisioterapi dilakukan oleh ahli fisioterapi (fisioterapis). Di Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang, pelayanan fisioterapi meliputi pelayanan terapi dengan modalitas fisik (Diathermy, Infrared, TENS, electrical stimulation, phonophoresis, dan traksi lumbal/ servikal dan terapi latihan (therapeutic exercise).  


3.    Ortotik-Prostetik
Layanan ortotik adalah suatu layanan yang terkait dengan alat-alat yang dipasangkan di luar tubuh/ anggota gerak tubuh, untuk membantu atau membatasi gerak. Alatnya disebut ortosa, contohnya splint dan brace. Sedangkan layanan protestetik adalah layanan yang terkait dengan aplikasi alat-alat gerak buatan (artifisial) pada tubuh untuk menggantikan sebagian atau seluruh anggota gerak yang hilang (diamputasi). Alatnya disebut protesa, misalnya tangan palsu, kaki palsu.


4.    Speech Therapy (Terapi Wicara)
Terapi wicara adalah pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu untuk memulihkan dan mengupayakan kompensasi/ adaptasi fungsi komunikasi, bicara dan menelan, seperti disartri (pelo) atau afasia (gangguan fungsi bicara) dan disfagia (kesulitan menelan) pasca stroke.

      Dari pengalaman pelayanan sehari-hari di Klinik Rehabilitasi Medik RS Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang, jarang sekali memerlukan semua layanan tersebut di atas, biasanya paling banyak diperlukan adalah fisioterapi, kadang-kadang ortotik-prostetik atau terapi wicara (khusus pasien rawat inap). Idealnya, pelayanan rehabilitasi medik dimulai dari stadium akut atau subakut suatu proses penyakit, dan dilanjutkan dengan upaya pemulihan secara berkesinambungan bagi individu yang masuk ke dalam stadium kronis atau cacat permanen sampai individu dapat mencapai tingkat mandiri dalam melakukan aktivitas kehidupannya sehari-hari, termasuk pekerjaannya.

 

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 40 (OKTOBER-DESEBER 2014)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar