MENYAPA PASIEN MELALUI STUDIO SUARA KASIH

MENYAPA PASIEN MELALUI STUDIO SUARA KASIH

      Sakit adalah sesuatu yang sangat tidak menyenangkan, sudah pasti semua orang selalu ingin sehat sehingga bisa merasakan indahnya kehidupan. Perhatian dan dukungan dari sanak saudara, teman sahabat sangat dibutuhkan kala sakit itu datang. Sunyi sepi sendiri sudah pasti senantiasa mendera jika sedang sakit apalagi kalau sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Jam berkunjung yang sudah ditentukan menjadikan pasien hanya mempunyai waktu yang sangat terbatas untuk bertemu dan bercengkrama dengan teman maupun saudaranya. Hari demi hari akan dilalui dengan tanpa variasi kalau sedang berada di rumah sakit, bahkan terasa menjemukan. Begitulah rata-rata yang dialami oleh pasien rumah sakit. Memang mereka butuh untuk istirahat, akan tetapi mereka juga butuh ditemani dan diberikan semangat untuk sembuh.
    RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” sebagai Rumah Sakit yang memiliki motto Melayani Dengan Cinta Kasih dan Mengutamakan pelayanan berusaha menghadirkan keteladanan Kristus untuk membantu mempercepat kesembuhan pasien baik melalui sisi medis maupun non medis (spiritual). Dengan latar belakang tersebut RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” merasa perlu untuk menghadirkan suasana lain didalam ruangan pasien. Komunikasi adalah konsep yang diberikan oleh rumah sakit untuk menemani pasien selama menjalani perawatan agar tidak merasa sendiri. Selain mendapatkan perawatan penuh kasih dari para perawat dan dokter yang menangani, pasien membutuhkan motivasi dan semangat agar bisa melawan penyakit yang dideritanya.
    Jenis pelayanan berlatar belakang komunikasi yang diberikan RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” kepada para pasiennya berupa sentuhan melalui audio yang bisa menciptakan komunikasi dua arah. Jadi walaupun pasien jauh dari sanak keluarga namun bisa mendapatkan teman dengan sentuhan audio tersebut. Konsep sentuhan audio yang merupakan terobosan baru di sebuah rumah sakit tersebut dilakukan oleh RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” semata untuk memberikan sentuhan spirit bagi pasiennya.
    Awal bulan mei 2006, tepatnya tanggal tujuh RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” merancang sebuah studio audio yang akan digunakan sebagi media komunikasi antara pihak rumah sakit dengan pasien, pengunjung dan karyawan. Tanggal 5 Pebruari 2007, studio ini mulai beroperasi, diperkantoran lantai II RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” tepatnya studio yang diberi nama “Studio Suara Kasih” tersebut berada. Dari studio lantai II itulah pasien pengunjung dan karyawan RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto”akan memperoleh informasi baik medis maupun non medis. Agar bisa terjalin komunikasi dua arah antara studio suara kasih dengan pasien, pengunjung maupun karyawan disediakan dial khusus di ekstensi 456. Melalui ekstens tersebut pasien bisa menanyakan kepada rumah sakit melalui studio sesuai dengan topik acara yang disuguhkan.
    Yuli Budhi Astuti, S.Si Kabag Studio Suara Kasih menuturkan bahwa ada beragam acara yang disiarkan oleh studio suara kasih dari hari senin sampai sabtu yang dimulai dari pk. 06.30- 14.00 WIB dan sore hari dari pk. 16.00 -19.00 WIB. Program acara pk. 06.30-12.00 WIB ini digunakan untuk memfasilitasi pasien, pengunjung dan karyawan, sedangkan pk. 12.00-14.00 WIB merupakan acara internal karyawan untuk berbagi rasa dan pengalaman serta motivasi atau semangat kerja. Acara khusus karyawan atau internal rumah sakit diantaranya Care with love, Quality First serta SMS (Salam manis Sahabat). “Program acara kami susun semaksimal mungkin agar bisa bermanfaat bagi pasien, pengunjung maupun karyawan rumah sakit ,”ungkap Yuli. Hal senada juga diungkapkan penanggung jawab studio Suara Kasih Dr. Sedyo Wahyudi, Sp.A, bahwa keberadaan Studio Suara Kasih merupakan sarana komunikasi antara rumah sakit dengan pasien, pengunjung dan karyawan.
“Pasien sangat membutuhkan teman, makanya kami menyapa mereka tiap pagi hari melalui acara PWDC menyapa,” Jelas Yuli. “Di acara tersebut kami memberikan motivasi pada para pasien dan memberikan teladan Kristus untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kami senantiasa menjadi sahabat bagi yang sakit dan senantiasa berusaha membuat pasien tidak sendirian karena ada kemurahan Tuhan yang menemani, lanjutnya.
Dengan Program Acara yang disajikan setiap hari diharapkan seluruh ”SAHABAT” sapaan pendengar Studio Suara Kasih mendapatkan pelayanan dengan cinta kasih yang terjaga kualitas pelayanannya, dari segi medis terpenuhi dari rasa kedekatan kekeluargaan dapat dicapai sebab pasien yang merasa aman, nyaman dan diterima saat berada di rumah sakit memungkinkan kesehatannya pulih lebih baik. Sebagai sebuah studio yang masih awal harapan diatas belumlah cukup jika tanpa di dukung oleh seluruh civitas hospitalia, baik karyawan bahkan pasien dan keluarganya serta para pengunjung.
Selain itu, melalui Studio Suara Kasih ini para pasien juga bisa mendapatkan tambahan pengetahuan seputar informasi kesehatan melalui acara info sehat yang juga dihadirkan setiap harinya. Acara Info Sehat ini secara bergantian akan diisi oleh para dokter dan paramedis RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto”, jadi sudah barang tentu materinyapun sangat dibutuhkan oleh para pasien. Dengan komunikasi dua arah yang diterapkan pasien bisa mengajukan pertanyaan seputar kesehatan pada dokter maupun paramedis yang memberikan materi. Selain acara internal Studio Suara Kasih juga melakukan relay dengan Radio Ichtus, yaitu tiap hari senin di acara Cofe Morning dan Dunia anak-anak akan hadir tiap rabu dan jumat, serta Klinik Ichthus tiap hari rabu.

Menjadi Icon RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto”
    Melalui visi 2010, Studio Suara Kasih diharapkan bisa menjadi Icon RS. Panti Wilasa “Dr.Cipto” dalam mewujudkan damai sejahtera dan teladan Yesus Kristus yang memancar pada setiap pelayanan. Menjadi Icon karena memang rumah sakit yang memiliki studio dan aktif melakukan siaran untuk kepentingan dan kesembuhan pasien hanya RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto”. “ Sejauh yang saya tahu di Semarang baru rumah sakit kita yang memiliki studio yang membuka interaksi dengan pasien, pengunjung dan karyawan, makanya kami akan menjadikan ini sebagai Icon kami,” ungkap Dr. Sedyo Wahyudi, Sp.A penanggungjawab Studio Suara kasih. Pada jaman yang serba modern ini rumah sakit senantiasa berusaha melengkapi peralatannya agar sesuai dengan perkembangan teknoogi yang terus menerus berkembang dengan pesatnya.
    Seiring dengan itu, ternyata ada hal yang lebih penting dari sekedar kecanggihan sebuah alat kesehatan, yaitu kebutuhan pasien untuk diperlakukan dengan cinta kasih. Melalui sentuhan audio studio suara kasih inilah pasien bisa menerima perlakuan cinta dan kasih dari RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” disamping pelayanan dari para petugas kesehatan dan para dokter yang menangani.
    Studio Suara Kasih selain mempunyai visi juga mempunyai misi menyentuh setiap manusia lewat palayanan audio visual, dengan motto dengar, lihat dan berbuatlah yang lebih baik. Dengan visi, dan motto tersebut diharapkan perwujudan Studio Suara Kasih menjadi icon rumah sakit bisa segera terwujud.
    Selanjutnya Dr. Sedyo Wahyudi, Sp.A berharap agar pasien, pengunjung maupun karyawan memanfaatkan Studio semaksimal dan seefektif  mungkin. “Kami senantiasa menerima kritik dan saran dari para pendengar untuk kemajuan dan pengembangan studio kedepan,” ungkap Dr. Sedyo.

Pelatihan Penyiar.
Agar para penyiar Studio Suara Kasih fasih dalam bahasa siar, santun dan juga untuk menggali potensi serta talenta yang dimiliki, RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” memberikan pelatihan praktis sebagai penyiar. Pelatihan ini merupakan persiapan Tim Studio Suara Kasih sebelum studio di lauching penggunaannya pada awal pebruari 2007 lalu.
Pada Pelatihan Praktis tersebut diundang sebagai Pembicara adalah Eqhna, penyiar Radio Ichthus dan Mita, seorang penyiar Radio Channel memberikan wawasan dan pengalamannya didalam dunia siar menyiar. Dengan materi yang menarik seperti “Penyiar yang berkualitas” dan “Siaran yang bermutu”.
 Dengan pelatihan praktis tersebut, diharapkan ke depan para peserta tidak hanya dapat menjadi seorang Karyawan RS yang tidak hanya mampu menangani tugas hariannya tapi juga dapat memakai pengalaman barunya ini untuk ikut memajukan rumah sakit.

Obsesi Radio Komunitas.
    Sebagai rumah sakit yang senantiasa menginginkan kemajuan, RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” berharap ke depan bisa mewujudkan radio komunitas. “Obsesi kami akan membuat radio komunitas yang khusus menampilkan program kesehatan sebagai menu utamanya,” jelas Dr. Sedyo. Untuk mewujudkan radio komunitas dengan daya jangkau tertentu bukanlah pekerjaan yang mudah.
    “Membuat sebuah radio komunitas memang bukan hal yang mudah, kami harus benar-benar siap,” ujar Dr. Sedyo. Radio Komunitas yang menampilkan menu utama kesehatan memang belum pernah ada di Semarang. Hal lain dari yang lain memang ditampilkan agar masyarakat lebih mengenal RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto”. Oke,...Semoga “SAHABAT SUARA KASIH” selalu stay tune dan ingin lagu atau tanya seputar rumah sakit dial di 456, bagi para pengunjung dan pasien. Sedangkan bagi para pambaca nantikan kehadiran radio komunitas di kota Semarang. 

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih Edisi 15 ( JULI - SEPTEMBER 2008 )

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar