Logo

NUTRISI PADA BAYI PREMATUR

Foto:dok bayu
NUTRISI PADA BAYI PREMATUR

WHO (World Health Organization) memperkirakan terdapat l5 juta bayi lahlr prematur (kehamilan kurang dari 37 minggu) setiap tahun, dan jumlahnya terus meningkat. Di lndonesia, angka kematian bayi di Indonesia 32 per 1000 kelahiran. Salah satu penyebab kematian bayi terbanyak adalah karena prematuritas dan infeksi.

    Bayi prematur mempunyai simpanan energi yang terbatas pada saat lahir pemberian nutrisi enteral meningkatkan risiko defisit nutnen karena sistem pencernaan yang belum matur, selanjutnya dapat menyebabkan pertumbuhan buruk dan akan berakhir dengan perkernbangan slstem saraf yang buruk. Nutrisi parenteral merupakan sarana yang relatif aman untuk memenuhi asupan nutrisi dan dapat digunakan pada awal kehidupan bayi prematur.

    Karbohidrat atau glukosa merupakan sumber energi utama untuk otak karena rantai karbon dibutuhkan untuk sintesis de nova asarn lemak esensial dan beberapa asam amino non esensial. Rata-rata sintesis glukosa bayi prematur lebih tinggi, yaitu 6-8 mg/kgBB/menit dibandingkan dengan bayi aterm 3-5 mg/kgBB/menit dan konsentrasi glukosa dijaga antara 45-120 mg/dL untuk mempertahankan suplai energi ke otak.
Kebutuhan lemak minimal 0,5 g/kgBB/hari untuk mencegah defisiensi asam lemak esensial. Sedangkan kebutuhan protein pada bayi prematur 3,5-4 g/kgBB/hari untuk menjaga keseimbangan protein, Selain itu, protein juga berfungsi sebagai signaling metabolik dan sintesis protein.

    Tujuan pemberian nutrisi pada bayi prematur adalah untuk mencapai rerata pertumbuhan setelah kelahiran yang mendekati bayi cukup bulan sesuai usianya. Kebanyakan bayi prematur khususnya yang lahir sangat prematur dengan berat badan lahir sangat rendah, tidak diberi asupan yang adekuat, sehingga pertumbuhan setelah kelahirannya menjadi terhambat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penyebab pertumbuhan terhambat adalah kurang gizi khususnya protein, yang jangka panjang dapat menyebabkan perawakan pendek, kegagalan perkembangan organ, deficit neurologi, dan jaringan dendritik yang menyebabkan gangguan kognitif dan tingkah laku.

Pedoman Kebutuhan Nutrisi Pada Bayi Prematur
1)    Karbohidrat
Pada awal kehamilan, otak membutuhkan sejumlah besar glukosa yang diutilisasi dari seluruh tubuh. Rerata utilisasi glukosa dua kali lebih tinggi pada saat awal kehamilan. Setelah lewat trimester ketiga, organ lain seperti otot, lemak, dan tulang berkembang, tidak membutuhkan glukosa yang tinggi seperti otak. Rerata sintesis glukosa bayi prematur 6-8 mg/kgBB/menit dibandingkan dengan bayi aterm yang rerata sintesis glukosanya 3-5 mg/kgBB/menit. Pemeliharaan konsentrasi glukosa normal sesuai pertumbuhan bayi normal (lebih dari 50 mg/dL) untuk perkembangan sistem saraf. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bayi prematur yang mendapat nutrisi parenteral dalam bentuk glukosa. Pada jumlah asupan glukosa yang adekuat, laju glukosa masuk ke dalam hati sebesar 6-8 g/kgBB/menit. Pemantauan teratur kadar glukosa pada awal pemberian nutrisi parenteral diperlukan untuk menghindari risiko hiperglikemia. Insulin dapat diberikan jika dibutuhkan glukosa jumlah besar untuk menyediakan energy yang lebih besar, tetapi tidak direkomendasikan karena dapat menurunkan sintesis protein dan berpengaruh pada pertumbuhan.

2)    Protein
Protein penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal. Bertambahnya lean body mass sangat tergantung pada asupan protein di organ seperti otak. Pada bayi prematur, asupan protein dan energi yang sesuai dengan kebutuhan harian berdasarkan usia akan meningkatkan pertumbuhan terutama di otak yang secara khusus berhubungan dengan fungsi kognitif. Bayi prematur yang segera diberi asam amino intravena menunjukkan pertumbuhan lingkar kepala dan otak yang lebih cepat. Asam amino intravena dengan atau tanpa glukosa akan merangsang sekresi insulin yang juga akan menambah rangsangan sintesis dan simpanan protein. Asam amino harus segera diberikan setelah lahir untuk mencegah katabolisme protein dan untuk merangsang pertumbuhan serta perbaikan sel, jaringan, organ. Kebutuhan protein janin normal pada pertengahan kehamilan adalah 4 g/kgBB/hari.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa asupan protein yang tidak adekuat (kurang dari 1 g/kgBB/hari) akan meningkatkan katabolisme protein, sehingga keseimbangan nitrogen menjadi negatif. Pemberian protein 1 g/kgBB/hari disertai energy non-protein 30kkal/kgBB/hari dapat mencegah keseimbangan nitrogen negatif, sehingga pada bayi baru lahir, protein intravena direkomendasikan segera diberikan untuk mencukupi kebutuhan protein 3,5-4 g/kgBB/hari pada bayi prematur kurang dari 30 minggu kehamilan, 2,5-3,5 g/kgBB/hari pada bayi prematur antara 30-36 minggu kehamilan.

3)    Lemak
Lemak merupakan sumber energi yang baik karena mempunyai densitas energi tinggi (1 gram lemak = 9 kkal). Lemak juga menyediakan asam lemak esensial yang dibutuhkan untuk perkembangan otak Defisiensi asam lemak esensial dapat berkembang pada 72 jam kehidupan dan dapat dihindari dengan pemberian lemak intravena minimal 0,5-1 g/kgBB/hari. Asam lemak esensial akan diubah menjadi long chain polyunsaturated fatty acid (LCPUFA). Docosahexaenoic acid (DHA) merupakan asam lemak utama di otak Akumulasi DHA di otak terjadi selama trimester akhir kehamilan. Tidak cukup PUFA dapat mengganggu perkembangan sistem penglihatan. PUFA tampaknya juga berperan pada perkembangan otak Emulsi lemak parenteral juga memungkinkan penghantaran vitamin larut lemak Kebutuhan lemak bayi prematur adalah 3 g/kgBB/ hari yang dapat ditoleransi baik dan dapat memenuhi kebutuhan asam lemak esesiai serta energy.

4)    Elektrolit,Vitamin, dan Mineral
Selama 1 minggu pertama kehidupan, kebutuhan elektrolit relatif rendah karena bebas dari diuresis. Kebutuhan natrium bervariasi dari 0,3 mmol/kgBB/hari pada 1 minggu pertama kehidupan. Setelah terjadi diuresis, jumlahnya meningkat menjadi 2-3 mmol/kgBB/hari, begitu juga kalium. Selama fase pertumbuhan, kebutuhan natrium menjadi 2 kali lipat, yaitu 4-6 mmoI/kgBB/ hari. Kalsium, magnesium, dan fosfor sangat penting untuk struktur dan fungsi jaringan. Selama kehamilan, janin mendapatkan kalsium dari ibunya yang ditransfer aktif melalui plasenta dan puncaknya 120-150 mg/ kgBB/hari pada akhir trimester. Pada akhir trimester terdapat penumpukan kalsium sebanyak 120 mg/kgBB/hari, fosfor 70 mg/ kgBB/hari, dan magnesium 3 mg/kgBB/hari. Bayi prematur lahir sebelum trimester akhir, sehingga risiko hilangnya massa tulang dan juga penyakit metabolik tulang meningkat
Kandungan pada nutrisi parenteral yang direkomendasikan adalah kalsium elemental 12,5-15 mmol/L dan fosfor 13-15 mmol/L. Rasio kalsium dibanding fosfor yang direkomendasikan adalah 1,3-1,7:1 untuk mineralisasl tulang. Kalsium dan fosfor yang tinggi dalam nutrisi parenteral dapat ditoleransi dan meningkatkan kekuatan tulang pada bayi premature.
 Vitamin juga penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Bayi premature membutuhkan vitamin larut air dan lemak. Vitamin larut air harus diberikan teratur karena tidak disimpan di dalam tubuh. Simpanan vitamin larut lemak pada bayi premature juga rendah. Oleh karena itu, vitamin dapat segera diberikan pada bayi premature setelah nutrisi parenteral dimulai.

5)    Air
Persentase total cairan tubuh bayi turun dari sekitar 95% pada trimester pertama menjadi 80% pada usia kehamilan 8 bulan dan 75% pada saat aterm. Pada bayi prematur, insensible water loss (IWL) lebih banyak dibandingkan bayi aterm. Hal ini karena luasnya permukaan area, imaturitas kulit, dan meningkatnya kejadian evaporasi. Oleh karena itu, kebutuhan cairan bayi prematur pada hari pertama kehidupan sebanyak 80-100 mL/ kgBB/hari, dapat ditingkatkan 10-20 mL/kgBB/ hari.


SIMPULAN
Angka kematian bayi di Indonesia 32 per 1000 kelahiran, terdapat kematian bayi setiap 1 jam. Salah satu penyebab kematian bayi terbanyak adalah prematuritas dan infeksi.
Tujuan pemberian nutrisi pada bayi prematur adalah untuk mencapai rerata pertumbuhan setelah kelahiran yang mendekati bayi cukup bulan sesuai usianya.
Guidelines ESPGHAN merekomendasikan asupan protein 3,5-4 g/kgBB/hari, lemak 3 g/kgBB/hari, dan asupan karbohidrat yang dapat mencukupi kebutuhan energi 110 kkal/kgBB/hari. Kebutuhan mikronutrien harus diperhatikan jika diberi total parenteral nutrition (TPN). Kebutuhan cairan bayi prematur pada hari pertama kehidupan sebanyak 80-100 mL/kgbb/ hari dan dapat ditingkatkan menjadi 10-20 mL/kgBB/hari sampai total 130-180 mL/kgBB/hari.

Oleh: dr. Evan Christian Sumarno

 

Dimuat di Majalah Kasih Edisi 50

Tentang Penulis

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next HIKMAH PENDERITAAN

Tinggalkan Komentar