OLAH RAGA RENANG DAN MANFAATNYA, BAYI TERTULA ASMA MELALUI ASI

OLAH RAGA RENANG DAN MANFAATNYA, BAYI TERTULA ASMA MELALUI ASI

    Pada edisi bulan Desember ini, redaksi majalah Kasih menerima beberapa surat dari para pembaca untuk Pojok Konsultasi. Para pelanggan rumah sakit juga banyak yang mengirimkan SMS ke suara pelanggan (08157759999) ketika ada permasalahan dengan kesehatannya. Karena kami memandang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan melalui SMS sangat baik dan jawabannya perlu diketahui pula oleh pembaca majalah Kasih, maka kami putuskan untuk memuatnya dalam pojok konsultasi ini. Juga agar kami bisa menjawab dan menjelaskan dengan lebih rinci dan lebih jelas dibanding jawaban kami melalui SMS. Kami berharap ini bisa meningkatkan daya tarik Pojok Konsultasi.

Dr. Sedyo Wahyudi, Sp.A, Yth
Saya ingin bertanya ya pak dokter,
Sejauh mana manfaat berenang untuk menjaga kebugaran tubuh kita. Bila olah raga ini kita lakukan seminggu 2x. Setiap kali pertemuan dilakukan selama 90 menit.
Apakah bisa, dengan berenang yang intensitasnya seperti di atas, dipakai juga untuk sarana mengurangi berat badan. (asupan makanan sudah saya jaga betul, meskipun tidak dikonsultasikan ke ahli gizi, tetapi hanya saya kira-kira saja).
Saya ingin mengurangi berat badan saya ± 4 kg. Saat ini berat badan saya 60 kg dan tinggi 160 kg. Bila bisa, kira-kira berapa lama ya pak dokter?
Namun sayangnya, setelah berenang, di kantor saya ngantuk sekali (hal ini sangat mengganggu karena pekerjaan saya memerlukan konsentrasi penuh)
Bagaimana cara mengatasi serangan lelah dan kantuk ini ya pak dokter? Ada nggak ya suplement yang bisa menangkal kelelahan dan kantuk?
Matur nuwun atas perhatian dan tanggapan dari bapak dokter.
Salam
UTTY
Semarang.

Yth Ibu Utty di Semarang, ]
    Berenang merupakan salah satu olah raga yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Olah raga ini tidak memberikan beban yang berlebihan pada otot-otot penyangga tubuh. Juga sangat baik untuk melatih pernafasan. Kalau dilakukan dengan frekuensi 2 kali seminggu masing–masing selama 90 menit, adalah sudah cukup baik. Asalkan tubuh kita mampu melakukannya dengan baik, dalam arti tidak menimbulkan keluhan-keluhan setelah latihan dengan intensitas seperti itu.
Sebagai sarana untuk menurunkan berat badan, bisa saja memakai olah raga ini. Silakan anda pertahankan. Tetapi untuk masalah asupan makanan yang menurut anda sudah dijaga betul, sebaiknya memang perlu disempatkan untuk konsultasi ke ahli gizi. Karena untuk menghitung kebutuhan makanan dengan keadaan dan tujuan tertentu (macam pekerjaan, umur, olah raga yang dilakukan, ingin menurunkan berat badan, dll) memerlukan penghitungan yang teliti. Macam bahan bahan makanan, ukuran makanan yang boleh dikonsumsi juga harus diperhatikan. Ini semua perlu dikonsulkan ahli gizi. Jadi bukan dengan cara kira-kira.
    Bila saat ini ibu memiliki BB: 60 Kg, TB: 160 cm, berarti Body Mass Index      (BMI) = (Indeks Masa Tubuh, IMT)= 23,4 kg/m2. Ini sebetulnya keadaan yang sangat ideal (Idealnya ibu dengan BB dan TB seperti itu IMT-nya 20 – 25  kg/m2 ).  Bukankah angka 23,4 sangat ideal sebetulnya? Tepat ditengah dari interval IMT ideal untuk Berat Badan 60 kg dan Tinggi Badan 160 cm!. Masih ingin menurunkan berat badan 4 kg, boleh saja; silahkan. Karena jika dihitung IMT dengan berat badan 56 kg (60 kg – 4 kg); tinggi badan 160 cm adalah 21,9 ; jadi masih termasuk dalam interval IMT ideal. Tidak akan terlalu menjadi “kurus.” Untuk berapa lama bisa mencapainya, tentu sangat bergantung pada ketaatan ibu di dalam menjalankan program ini.
    Apabila setelah berenang di pagi hari, tetapi ternyata menyebabkan rasa ngantuk di kantor dan sangat mengganggu pekerjaan yang memerlukan konsentrasi penuh, tentu hal ini harus dicari jalan keluarnya. Pertama: kalau dengan waktu 90 menit setiap kali berenang sebagai penyebabnya (mungkin terlalu lama, terlalu berat bagi kemampuan anda), kurangilah waktunya. Jangan terlalu dipaksakan. Kemudian tingkatkan secara bertahap lamanya waktu setiap berenang, sesuai dengan kemampuan ibu. Kedua: kalau waktunya yang terlalu berhimpitan dengan keharusan waktu bekerja di kantor, sehingga tidak sempat beristirahat setelah berenang, ibu bisa mengubah jadwal berenang. Ubahlah menjadi sore hari misalnya, sehingga rasa capai setelah berolah raga bisa teratasi dengan istirahat malam yang cukup. Bagaimanapun juga ibu harus memperhatikan pekerjaan di kantor yang memerlukan konsentrasi penuh itu. Apa artinya badan kita sehat, ideal, tetapi pekerjaan di kantor menjadi “korban” dari upaya kita dalam menjaga kebugaran tubuh?
Untuk mengatasi rasa kantuk dan lelah, yang paling baik adalah istirahat, yaitu tidur. Tidur cukup, sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Sebaiknya tidak usah memakai obat-obatan ataupun suplemen untuk mengatasi kelelahan dan rasa kantuk ini. Karena rasa lelah sebetulnya merupakan tanda peringatan kepada kita untuk segera beristirahat. Bukan dihilangkan rasa lelahnya dengan obat-obatan, karena justru akan memberikan dampak negatip pada tubuh kita.

Saya punya penyakit asma. Sekarang ini saya punya bayi perempuan umur 1 bulan. Saya menyusui; berapa persen anak saya bisa kena asma? Apakah menyusui dapat menularkan asma?
Terima kasih.
Dari  7045xxxx

    Penyakit asma yang terjadi dalam keluarga bukanlah ditularkan. Tetapi diturunkan. Ini berarti apabila dalam keluarganya ada yang mempunyai penyakit asma, dari keturunannya akan potensial juga bisa menderita asma. Dari hasil penelitian, apabila salah satu dari orang tuanya memiliki alergi (penyakit asma sebetulnya juga dilatarbelakangi oleh mekanisme alergi), maka anak yang dikandungnya berisiko kena alergi sebesar 20% – 40%. Apabila kedua orang tuanya memiliki riwayat alergi, maka kemungkinan alergi pada anaknya akan semakin besar, yaitu bisa menjadi sebesar 40% – 60%.
    Ibu tidak usah khawatir memberikan ASI kepada bayi ibu, karena ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi. Tidak ada susu formula yang bisa menyamai baiknya ASI. Tidak ada susu formula yang kandungannya selengkap ASI. Dan asma yang terjadi pada anak dari orang tua yang menderita asma, bukan menular dari ASI yang diminum dari ibunya, tetapi terjadi secara menurun, secara genetik dari kedua orang tuanya. Jadi menyusui tidak akan menularkan asma kepada bayi/anak kita.

    Demikian jawaban dari kami, apabila para pembaca ingin berkonsultasi, bisa langsung mengirim surat ke meja redaksi atau bisa melalui SMS ke 08157759999

 

 

{oleh : Dr. Sedyo Wahyudi, Sp.A.}

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 12 (OKTOBER-DESEMBER 2007)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar