Logo

PENYAKIT KAKI DIABETES: PERAWATAN DAN SENAM KAKI

ilustrasi kaki from grid healith-grid.id
PENYAKIT KAKI DIABETES: PERAWATAN DAN SENAM KAKI

 Populasi diabetes melitus (DM) di Indonesia, menempati angka urutan terbanyak ke 7 sedunia. Data Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan prevalensi jumlah penderita DM sebesar 6,9% dari jumlah penduduk Indonesia diatas 15 tahun. Angka itu belum termasuk penderita yang terkena Pre-Diabetes sebesar 36,6%.

    Menurut dr. Alvin,Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam RS Panti Wilasa “Dr. Cipto”, infeksi kaki pada penderita diabetes adalah salah satu problem tersering yang dihadapi. Seiring dengan meningkatnya jumlah penyandang DM, maka prevalensi kaki diabetik diperkirakan akan meningkat juga. Penderita DM rentan terkena infeksi kaki karena gangguan peredaran darah ke kaki karena tingginya gula darah. Infeksi pada kaki sulit diobati karena aliran darah yang  jelek. Hal ini menyebabkan sel radang susah mencapai luka. Infeksi ini bisa meluas ke jaringan otot dan bahkan tulang.
Ada faktor-faktor yang membuat orang rentan terkena penyakit kaki diabetik. Faktor dari luar tubuh (ekstrinsik) seperti : trauma bahan kimia, trauma mekanik atau karena suhu, cara memotong kuku yang tak benar dan kebiasaan merokok. Faktor dari dalam tubuh (intrinsik) seperti : penyakit saraf diabetes, kerusakan pembuluh darah,  keterbatasan gerak sendi kaki, kelainan bentuk kaki akibat diabetes, gangguan ginjal, umur yang tua, gangguan penglihatan, lamanya menderita diabetes dan riwayat luka kaki diabetik sebelumnya.
Semua penyandang diabetes hendaknya memeriksakan kaki nya dalam kurun waktu setahun sekali untuk dinilai apakah beresiko menjadi luka diabetik. Dan pasien mempunyai faktor risiko untuk terjadinya luka hendaknya memeriksakan kakinya 1-6 bulan sekali.
    Lebih lanjut, dr. Alvin membagikan cara perawatan kaki dan latihan senam kaki diabetes yang dapat dilakukan.

Cara perawatan kaki
1.Kaki normal :
Perawatan kaki dan kuku : Potonglah kuku secara horisontal setelah mandi dimana kuku menjadi lebih lembut, Jangan memotong kuku terlalu pendek. Jangan memotong ujung-ujung kuku. Bila kuku sulit dipotong datanglah pada dokter atau ahli kaki.


Periksa kaki tiap hari : periksa apakah ada bengkak, perubahan warna kaki (kemerahan pada infeksi atau pucat kebiruan pada sumbatan pembuluh darah kaki), nyeri, retakan di kulit dan cari pertolongan medis secepatnya.

2. Kaki dengan resiko tinggi seperti kaki yang sudah baal atau berkurang sensasinya (mati rasa).
    Jangan berjalan telanjang kaki. Mengunjungi podiatris (ahli kaki) secara teratur jika mempunyai kalus. Jangan mencoba melepas kalus atau mata ikan sendiri.Hati hati untuk tidak membuat kaki anda terlalu panas. Periksa suhu air kamar mandi dengan siku atau bila ada gunakan termometer kamar mandi. Suhu air sebaiknya dibawah 45°C. Jangan pajankan air panas langsung kekaki anda.
    Cegah kulit kaki kering dengan krim pelembab. Jika terjadi masalah di kaki (luka, retak kulit atau mata ikan, trauma) segera cari bantuan dokter atau ahli kaki, jangan mencoba mengobati sendiri kecuali untuk pertolongan pertama.
Alas kaki : buanglah  kerikil atau pasir yang mungkin ada di dalam sepatu sebelum memakai sepatu. Jika sepatu sudah rusak atau tak nyaman segera ganti yang baru.

3.Perawatan Kaki yang sudah terinfeksi .
    Tanda bahaya infeksi yaitu jika luka menjadi lebih basah dan jumlah cairan meningkat pada balutan luka. Perubahan warna menjadi kemerahan atau lebih gelap atau adanya retakan merah pada tungkai. Dapat pula disertai bengkak di sekitar luka dan kaki yang terinfeksi menjadi lebih hangat dibanding kaki lainnya.
    Yang harus dilakukan : tetap berada di tempat tidur atau sofa, jika di tempat tidur tumit perlu  dilindungi, tumit jangan tertekan ujung ranjang. Jika di kursi, letakkan kaki diatas kursi yang dilapisi bantal.Usahakan meminta bantuan penanganan medis di hari yang sama,jangan ditunda.

Perawatan kaki sehari-hari
1. Periksa kaki anda : periksa kaki meliputi bagian atas, telapak kaki, samping dan tumit dan sela-sela jari. Bila anda tidak bisa memeriksa sendiri gunakan bantuan cermin atau bantuan orang lain.
2. Cuci kaki anda : cuci tiap hari dengan air hangat (bukan panas) dengan sedikit sabun. Ukur suhu air dengan siku anda karena diabetes dapat mengurangi kepekaan kaki anda.
3. Keringkan kaki anda : keringkan kaki anda, juga pada sela-sela jari kaki.
4. Lembabkan kaki : jika kulit kaki terasa kering atau kasar, gunakan pelembab seperti handbody karena kulit yang kering akan berisiko menimbulkan infeksi.
Pemilihan Sepatu
1. Pilih sepatu yang nyaman dengan ruang yang lapang, terutama dibagian jari-jari kaki.
2. Jangan membeli sepatu dari bahan plastik atau bahan lain yang tak memberikan sirkulasi udara. Pilihlah bahan kain, kanvas atau suede.
3. Hindari sandal jepit dan sandal yang terbuka, dan sepatu dengan hak tinggi.
4. Pakailah sepatu yang bisa diatur kencang tidaknya dengan tali sepatu atau velcro. Pakailah kaos kaki yang bersih, kering dan tidak terlalu kencang.
5. Hindari mencari kaos kaki yang ada jahitan dibagian dalamnya sehingga menimbulkan beban tekanan pada kaki anda.
6. Pakai kaos kaki saat mau tidur jika kaki anda terasa dingin.

Cara senam kaki
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari luka pada kaki diabetes antara lain dengan melakukan senam kaki secara teratur. Tujuan senam kaki ini untuk memperkuat otot-otot di sekitar kaki maupun tungkai bawah serta melenturkan sendi dan ligamen di sekitar kaki.
1. Gerakan Pertama
    Letakkan kaki di lantai dan gerakkan jari-jari ke atas dan ke bawah secara bergantian


Gerakan kedua
    Angkat telapak kaki dengan tumit bertumpu di lantai, lakukan gerakan memutar kaki ke luar bergantian kiri dan kanan.

Gerakan ketiga
Angkat kaki sejajar kemudian gerakkan telapak kaki ke depan dan ke belakang

Gerakan ke empat
angkat kaku sejajar dan gerakkan  telapak kaki ke depan

Gerakan kelima
Angkat kaki, putar pada pergelangan kaki seperti menulis angka 1-10 secara bergantian kanan dan kiri.

Gerakan ke 6
Letakkan selembar koran di lantai, bentuk kertas koran menjadi seperti bola dengan kedua kaki, kemudian ratakan kembali koran tersebut menjadi bentuk semula
Lanjutkan dengan membagi koran menjadi 2 bagian dengan kaki. Lalu robek salah 1 bagian koran menjadi kertas kertas kecil dan pindahkan ke atas kertas koran yang masih utuh. Terakhir bentuk kembali kertas koran menjadi seperti bola.

    “Latihan ini hanya butuh waktu sampai 15 menit saja. Latihan ini minimal dilakukan 1x dalam seminggu namun alangkah lebih baik jika dilakukan tiap hari”, ungkap dr.Alvin. Siap untuk mencobanya? Atau masih ingin berkonsultasi? Silakan saja ke klinik spesialis penyakit dalam RS Panti Wilasa “Dr. Cipto”.  *

 

Dimuat di Majalah Kasih edisi 50

Tentang Penulis

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next HIDUP TERUS BERBUAH

Tinggalkan Komentar