PERAN PELAYANAN PASTORAL DALAM KESEMBUHAN PASIEN

PERAN PELAYANAN PASTORAL DALAM KESEMBUHAN PASIEN

“Pelayanan pastoral ini merupakan pelayanan pendampingan secara kejiwaan bagi setiap orang dengan agama apapun atau kepercayaan apapun. Tujuan akhirnya adalah pemulihan hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama. Bentuk pelayanan ini berupa pendampingan dan kunjungan kepada para pasien, mendengar apa yang dirasakan pasien dan memberikan dukungan saran spiritual dan moral”, ungkap dr. Daniel Budi Wibowo, M.Kes, direktur RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang kepada redaksi Majalah Kasih. 

 

    Lebih lanjut dr. Daniel menjelaskan bahwa pelayanan Pastoral berperan agar pasien berdamai dengan Tuhan dan sesama, jadi pelayanan pastoral menjadi suatu bagian dari upaya penyembuhan secara holistik.
    “Manusia yang sakit bukan hanya sembuh penyakitnya tetapi jiwanya atau rohnya juga harus dipulihkan. Itu sebabnya rumah sakit Kristen harus memiliki pelayanan Pastoral. Walaupun saat ini, tidak hanya rumah sakit Kristen saja, tetapi hampir semua rumah sakit mulai memberikan perhatian kepada pelayanan pastoral”, jelas dr.  Daniel Budi Wibowo, M.Kes.
    Hal senada juga disampaikan oleh Kartika Purwandari, S.Th, Kepala Unit Pastoral RS Panti Wilasa “Dr. Cipto”, bahwa RS Panti Wilasa “Dr. Cipto” hadir di masyarakat untuk menghadirkan kesembuhan yang holistik artinya bukan hanya hadir untuk mengusahakan penyembuhan secara fisik-fisiologis melalui ilmu kedokteran dan perawatan belaka, namun juga meyakini kebenaran dan manfaat pendekatan spiritual dan psiko-sosial bagi proses penyembuhan yang mengutuhkan manusia. Dalam hal ini, diyakini pula bahwa peran penyembuhan seharusnya tidak hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan yang profesional, namun juga oleh tenaga Pastoral yang dapat mengambil peran dalam upaya penyembuhan secara spiritual dan psiko-sosial.
    Pada kenyataannya kalau orang sedang sakit merasakan kondisi yang tidak nyaman, secara umum terutama fisiknya, namun dari fisik yang tidak nyaman itu akan menyebabkan munculnya gangguan pada kehidupan spiritual, psikis dan kehidupan sosialnya. Sakit secara fisik bisa diobati dengan obat secara medis, namun sakit yang berhubungan dengan kehidupan spiritual, psikis dan sosial diperlukan seorang pendamping yang mampu memberikan pendampingan, pemeliharaan, penjagaan dan kasih yang mungkin tidak bisa didapatkan.
    “Pelayanan Pastoral  memiliki peran dan fungsi seperti seorang “Gembala” yang senantiasa mau mendampingi, memelihara, menjaga dan mengasihi orang-orang yang membutuhkan. Dasar dari pemberian pendampingan adalah karena kasih Kristus yang telah ditunjukkan semasa hidupNya, sehingga panggilan untuk mendampingi bukan sekedar tindakan kepedulian sebagai mahluk sosial, melainkan sebuah tindakan manusia dalam menemani sesamanya karena kesadaran akan besarnya kasih Kristus yang telah dihayatinya dalam kehidupan. Kondisi orang sakit bukanlah kondisi yang nyaman, sehingga mereka membutuhkan bantuan, penghiburan, dan penguatan untuk menghadapi penyakitnya. Bantuan, penghiburan dan penguatan diberikan dengan kasih, kesabaran, empati serta rasa ingin memahami orang yang sedang sakit”, ungkap Kartika Purwandari, S.Th.
    Tugas penyembuhan secara spiritual, psikis-sosial di rumah sakit menjadi tanggung jawab petugas Pastoral. Kesembuhan holistik menjadi tujuan kesembuhan di RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto”. Ketika proses penyembuhan berproses, maka disitu kerja sama antar bagian terjadi. Dokter akan membantu penyembuhan secara fisik, perawat akan memberikan tindakan perawatan secara maksimal, ahli gizi akan memberikan asupan makanan yang  berguna untuk membantu proses penyembuhan pasien dan bagian-bagian penunjang lainnya akan berkolaborasi untuk kesembuhan sempurna pasien, demikian juga petugas Pastoral akan memberikan layanan pendampingan yang paripurna. Sehingga kesembuhan para pasien akan terwujud secara holistik. Oleh karena itu, menurut dr. Daniel Budi Wibowo, M.Kes, pelayanan Pastoral ini harus dilakukan oleh orang-orang yang kompeten.  
    “Pelayanan Pastoral bukanlah pelayanan pelengkap di rumah sakit, melainkan bagian dari pelayanan untuk kesembuhan pasien. Bentuk pendampingannya pun tidak hanya di rumah sakit saja, terkadang paska rawat inap, pasien masih perlu pelayanan ini”, ungkap dr. Daniel Budi Wibowo, M.Kes
    Pelayanan Pastoral yang diperlukan untuk mendukung kesembuhan pasien ini memiliki lima fungsi penting, yaitu:
    Pertama, fungsi membimbing. Pendamping harus mampu menolong pasien dan keluarganya untuk memilih/ mengambil keputusan tentang apa yang akan ditempuh atau apa yang menjadi masa depannya. Pendamping mengemukakan beberapa kemungkinan yang bertanggungjawab dengan segala resikonya, sambil membimbing pasien ke arah pemilihan yang berguna. Keputusan tetap di tangan pasien.
    Kedua, fungsi mendamaikan/memperbaiki hubungan. Pendamping berfungsi menjadi perantara untuk memperbaiki hubungan yang rusak dan terganggu yang dialami oleh pasien dan keluarganya.
    Ketiga, fungsi menopang/ menyokong. Pendamping harus mampu menopang pasien untuk bertahan dalam situasi yang berat/ penderitaan berat  dengan hadir dan memberikan sapaan yang meneduhkan.
    Keempat, fungsi menyembuhkan. Pendamping harus mampu memberikan perhatian dengan kasih sayang, peduli dan mau mendengarkan keluhan akan penderitaan yang dialami pasien sehingga pasien mendapatkan kelegaan dan rasa aman.
    Kelima, fungsi mengasuh. pendamping memberikan asuhan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan menuju yang lebih baik.
    Dari ke lima fungsi di atas jika difungsikan dengan tepat akan menghasilkan satu kondisi kesembuhan yang utuh. Masing-masing fungsi menghasilkan satu proses yang membuat kondisi pasien benar-benar dipulihkan baik secara fisik, mental, spiritual dan sosial. Orang sakit butuh kesembuhan secara holistik. Peran pelayanan Pastoral nampak nyata ketika pasien yang terdampingi mendapatkan pemulihan secara holistik, perkunjungan yang dilakukan setiap saat berdampak baik bagi pasien. Kehadirannya juga mendatangkan sukacita, kesegaran, kebahagiaan dan meringankan beban penderitaan.
    Menurut Kartika Purwandari, S.Th, pada dasarnya fungsi-fungsi pelayanan Pastoral tidak hanya bisa dilakukan oleh seorang petugas Pastoral semata,  namun bisa juga  dilakukan oleh siapapun (petugas RS-red). “Selama kita mau mengambil bagian dalam pelayanan Pastoral bagi orang-orang yang membutuhkan, maka fungsi pendampingan sedang berproses”, ungkap Kartika.
    Sementara itu, dalam rangka pengembangan pelayanan Pastoral di RS Panti Wilasa “Dr. Cipto”, dr. Daniel Budi Wibowo, M.Kes akan meningkatkan kompetensi petugas Pastoral sesuai persyaratan yang di tentukan dan sesuai kebutuhan pasien. “Diharapkan pelayanan ini mampu berperan dalam kesembuhan semua pasien tanpa memandang agama dan kepercayaan, karena pelayanan pastoral bersifat universal”, ungkap    dr. Daniel Budi Wibowo, M.Kes.

 

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 42 (APRIL-JUNI 2015)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar