PERAWATAN KAKI DIABETES

PERAWATAN KAKI DIABETES

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di negara kita, ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Hal ini disebabkan pankreas dalam tubuh tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup. Bisa juga karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik.

 

       Faktor resiko terjadinya penyakit DM adalah apabila terdapat riwayat keluarga penderita DM, darah tinggi (hipertensi), dan obesitas. Gaya hidup dan pola makan juga berpengaruh besar terhadap munculnya penyakit ini, misalnya makan makanan tinggi kalori dan jarang olah raga.
    Gejala yang nampak pada pasien dengan DM adalah selalu merasa haus, tenggorokan terasa kering sehingga ingin minum terus. Pasien juga mengeluhkan rasa mudah lapar dan ingin makan secara berlebihan namun berat badan menurun drastis. Juga gangguan buang air kecil yang terus menerus pada malam hari sehingga mengganggu pola tidur. Pasien juga merasakan lemas karena insulin tidak dapat digunakan untuk metabolisme sel.
      Gejala lainnya yaitu adanya gangguan pada saraf tepi seperti kesemutan dan pasien tidak sensitif merasakan pada kaki sehingga bila ada luka, pasien sering tidak menyadari. Bila luka borok (ulkus) sudah berat biasanya baru terdeteksi. Seiring meningkatnya pengidap diabetes, meningkat pula kejadian komplikasi akibat penyakit tersebut, terutama luka di kaki yang kini disebut kaki diabetes.
      Komplikasi ini merupakan penyebab utama penderita harus dirawat dengan waktu yang lama. Akibatnya, banyak penderita yang akhirnya berkembang menjadi penderita osteomyelitis dan teramputasi kakinya. Upaya pencegahan dilakukan dengan cara peningkatan kesehatan, menjaga status gizi yang baik, kontrol rutin gula darah, pemeriksaan berkala kaki penderita, pencegahan atau perlindungan terhadap trauma dengan pemakaian alas kaki yang sesuai serta perawatan kaki DM.

Perawatan kaki DM
        Perawatan kaki DM merupakan perawatan kaki yang dilakukan pada penderita diabetes untuk mencegah terjadinya ulkus (luka). Tahapan perawatan kaki yaitu dengan memeriksa kondisi kaki setiap hari. Apakah terdapat kemerahan, bengkak, lecet dan nyeri. Adanya gangguan saraf perasa pada penderita DM mengakibatkan pasien tidak sensitif merasakan luka kecil di kaki, dapat juga tiba-tiba muncul kapalan, bisul atau luka bernanah.
       Sebelum memakai alas kaki, lihat dahulu apakah alas kaki aman, tidak terdapat kerikil atau batu. Jika kesulitan melihat telapak kaki bisa menggunakan cermin. Jika terdapat sesuatu yang tidak biasa pada kaki segera periksakan ke dokter terdekat, apakah luka tersebut berpotensi menjadi ulkus DM.

Mencuci kaki
      Perawatan ini bertujuan untuk mencegah infeksi pada kaki, dilakukan dengan cara mencuci kaki dengan sabun dan waslap. Jangan gunakan air hangat atau air panas, apalagi merendam kaki lebih dari 3 menit, hal ini malah akan menimbulkan maserasi. Hati-hati jika ingin menggosok kaki, harus dengan sikat yang lembut, karena luka gores bisa memicu terjadinya ulkus. Setelah kaki di cuci, lap dengan handuk hingga kering.

Perawatan kuku
      Kuku yang panjang dan tidak terawat dapat menjadi sarang kuman dan tentu saja hal ini sangat berbahaya karena penderita DM memiliki kekebalan tubuh yang menurun dibandingkan orang sehat. Saat memotong kuku, panjang kuku tidak boleh melebihi panjang jari dan jangan juga terlalu pendek. Jangan memotong bagian tepi kuku terlalu dalam. Bila kuku keras, rendam kaki selama 2 menit, setelah itu baru dipotong. Bila penglihatan kurang baik, minta orang lain untuk memotong dan mengikir kuku secara rutin atau ke klinik perawatan kaki (pedicure).

Perawatan kulit
       Dilakukan dengan cara memberi pelembab dua kali sehari pada bagian kaki yang kering agar kulit tidak menjadi retak, kecuali di sela jari karena akan menjadi sangat lembab dan dapat menimbulkan tumbuhnya jamur.

Pemilihan alas kaki
     Saat memilih sepatu sebaiknya tidak terlalu sempit dan longgar, pilih sol dari bahan lembut. Sebelum menggunakan, cek sepatu dari benda asing.
       Hati-hati menggunakan sandal jepit karena dapat menyebabkan sela ibu jari dan jari telunjuk lecet. Gunakan kaus kaki dengan bahan lembut, jahitan yang kasar akan menyebabkan tekanan dan lecet. Gunakan kaos kaki dari bahan katun yang menyerap keringat. Ganti kaos kaki setiap hari.

Senam kaki DM
       Senam kaki DM adalah latihan yang dapat dilakukan oleh penderita diabetes melitus dengan cara melakukan gerakan pada kaki untuk melancarkan peredaran darah pada kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk pada kaki. Senam kaki DM berfungsi memperkuat otot-otot kaki seperti otot betis dan otot paha serta dapat mengatasi keterbatasan gerak sendi.
       Sebelum melakukan senam kaki, perhatikan keadaan kaki, apakah ada luka pada telapak kaki, kenakan alas kaki yang sesuai, serta perhatikan perawatan dan kebersihan kaki. Lakukan senam kaki sesuai indikasi serta perhatikan juga kondisi dan kemampuan penderita DM.

Gerakan dalam melakukan senam kaki DM
       Anjurkan pasien duduk tegak dikursi dengan kaki menyentuh lantai dan tidak bersandar.

1.    Latihan 1
Dengan meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan keatas lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali

2.    Latihan 2
Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki ke atas. Pada kaki lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkatkan ke atas. Cara ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali.


3.    Latihan 3
Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat gerakan memutar ke arah samping dengan pergerakkan pada pergelangan kaki, turunkan kembali ke lantai dan gerakkan ke tengah. Dilakukan sebanyak 10 kali.

4.    Latihan 4
Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki ke arah samping, turunkan kembali ke lantai dan gerakkan ke tengah. Dilakukan sebanyak 10 kali.

5.    Latihan 5
Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari kedepan turunkan kembali secara bergantian kiri dan kanan. Ulangi sebanyak 10 kali.

6.    Latihan 6  
Luruskan salah satu kaki diatas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakkan ujung jari kaki kearah wajah lalu turunkan kembali kelantai. Masing-masing sebanyak 10 kali.

7.    Latihan 7
Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi latihan 6, namun gunakan kedua kaki secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali

8.    Latihan 8
Angkat kedua kaki dan luruskan,pertahankan posisi tersebut. Gerakan pergelangan kaki ke depan dan ke belakang. Ulangi sebanyak 10 kali.

9.    Latihan 9
Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki, tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 9 lakukan secara bergantian pada kaki kiri dan kanan.

10.    Latihan 10
Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula menggunakan kedua belah kaki. Robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran. Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki. Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh. Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola. Cara ini dilakukan hanya sekali saja.


{oleh : dr. Titi Somahita}

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 44 (OKTOBER-DESEMBER 2015)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar