PERENCANAAN KELUARGA MELALUI PROGRAM KELUARGA BERENCANA

PERENCANAAN KELUARGA MELALUI PROGRAM KELUARGA BERENCANA

PERENCANAAN KELUARGA MELALUI PROGRAM KELUARGA BERENCANA
Tanya:
Mohon info untuk dapat merencanakan keluarga dengan KB. KB apa yang paling baik? Apakah saat ikut KB tetap dapat hamil? “Kebobolan?”.

Pasangan Usia Subur mempunyai pilihan untuk dapat merencanakan jumlah anggota keluarga yang diinginkan. Adapun program Keluarga Berencana Nasional mempunyai slogan “2 anak cukup”. Dengan 2 anak cukup, harapannya visi program Keluarga Berencana (KB) Nasional yaitu “Keluarga Berkualitas tahun 2015” dapat terwujud.
Upaya perencanaan keluarga dapat berupa menunda kehamilan, menjarangkan kehamilan dan keinginan untuk tidak hamil lagi. Menunda kehamilan biasanya dilakukan oleh pasangan usia subur (PUS) yang belum menginginkan punya keturunan atau untuk Ibu yang belum berusia 20 tahun. Menjarangkan kehamilan dilakukan oleh PUS untuk dapat mengatur jarak kehamilan pertama dan berikutnya (biasanya berjarak 2-4 tahun). Keinginan untuk tidak hamil lagi dilakukan oleh PUS yang sudah tidak menginginkan menambah jumlah anak atau oleh Ibu yang mempunyai risiko bila hamil dan melahirkan. Upaya-upaya ini dapat dilakukan dengan mengikuti program KB.
Alat kontrasepsi yang dapat direkomendasikan kepada Ibu yang menunda kehamilan dan yang menjarangkan kehamilan adalah pil, IUD/spiral, implan/susuk, suntik atau alat kontrasepsi sederhana, misalnya kondom. Untuk yang tidak menginginkan hamil lagi yang paling direkomendasikan adalah  kontrasepsi mantap yaitu dengan melakukan tubektomi (steril pada wanita) atau vasektomi (steril pada pria) selain semua metode yang lain.
Tidak ada satupun metode kontrasepsi yang aman dan efektif bagi semua orang, karena masing-masing mempunyai kesesuaian dan kecocokan individual. Namun secara umum persyaratan metode kontrasepsi ideal adalah:
1.    Aman, tidak menimbulkan komplikasi berat jika digunakan.
2.    Berdaya guna, bila digunakan sesuai aturan akan mencegah terjadinya kehamilan.
3.    Dapat diterima, diterima oleh yang bersangkutan dan oleh lingkungan budaya di masyarakat.
4.    Terjangkau harganya.
5.    Bila metode dihentikan, kesuburan akan segera kembali (kecuali untuk kontrasepsi mantap).
Sebelum kontrasepsi diberikan, harus dipastikan terlebih dahulu apakah memang benar  seorang Ibu yang mau menggunakan alat kontrasepsi tersebut benar-benar tidak hamil, apakah ada keadaan tertentu yang memerlukan perhatian khusus dan apakah ada masalah kesehatan yang membutuhkan pengelolaan lebih lanjut (misalnya hipertensi atau sakit gula).
Yang perlu diketahui oleh PUS bahwa ada efektifitas relatif dari berbagai metode kontrasepsi (terlampir di bawah ini) selain itu juga perlu diketahui pada beberapa Ibu dengan kondisi kesehatan tertentu apabila terjadi kehamilan akan menyebabkan risiko pada Ibu dan atau janinnya.

Kalau melihat tabel di bawah, setiap kontrasepsi memang tetap ada kemungkinan 'kebobolan', tetapi tentunya sangat-sangat kecil kejadian itu terjadi.
Beberapa kondisi yang akan meningkatkan risiko bagi Ibu dan janinnya jika terjadi kehamilan, antara lain hipertensi, penyakit gula, penyakit jantung, stroke, kanker payudara, kanker rahim, infeksi menular seksual, HIV/AIDS, Sirosis hati, hepatoma, TBC. Pada beberapa kondisi medis tersebut perlu dipilih alat kontrasepsi yang lebih efektif.

{ Diasuh oleh : dr. Nurendah K }

* Dimuat dalam Majalah Kasih Edisi 33 ( JANUARI - MARET 2013 )

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar