PERUT KEMBUNG

PERUT KEMBUNG

 Dok, anak saya baru umur 1 bulan, tapi kok perutnya kembung  terus ya.... penyebabnya apa ya dok?
085226336xxx

     Perut kembung pada bayi bisa diakibatkan oleh berbagai macam sebab. Kembung ditandai dengan adanya udara yang berlebihan di dalam rongga saluran cerna (lambung, usus halus atau pada usus besar), sehingga menyebabkan perut bayi nampak besar, menonjol atau buncit. Apabila di ketuk dengan jari, akan menimbulkan suara khas adanya udara dalam saluran cerna: “bung-bung”. Timbunan udara di dalam rongga saluran cerna ini akan berkurang ketika bisa kentut atau bersendawa.
     Pada perut bayi yang kembung, akan nampak menonjol, besar dan buncit. Tetapi perlu diingat, tidak semua perut bayi yang nampak buncit itu pasti kembung. Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab perut bayi nampak  menonjol, besar atau buncit. Udara bebas yang tertimbun di dalam rongga perut di luar saluran cerna, cairan yang tertimbun di dalam rongga perut atau adanya pembesaran organ tubuh di dalam perut (tumor) adalah penyebab perut buncit yang bisa terjadi pada bayi dan anak. Pada keadaan ini biasanya ada penyakit lain yang mendasari dan disertai keluhan atau kelainan di bagian tubuh yang lain.
     Perlu dipahami juga bahwa perut bayi dan anak umur sampai 5 tahun, memang agak menonjol ke depan (buncit), karena permukaan dinding perut mengikuti lengkung tulang belakang bagian perut yang  lebih melengkung ke arah depan dibanding anak usia diatasnya. Dan dinding perut pada usia mereka. Apalagi bila habis minum dan kenyang, perut akan semakin nampak membuncit. Pada keadaan seperti ini, kalau perutnya diketuk dengan jari, tidak akan terdengar suara “bung-bung”, karena bukan berisi udara yang berlebihan. Ini bukan kembung, tetapi hal seperti ini sering kali dikeluhkan oleh orang tua khususnya ibu kepada dokter karena disangka perut bayinya kembung.
     Terlepas dari penyebab perut bayi yang nampak menonjol, di bawah ini akan dituliskan beberapa hal yang bisa menyebabkan bayi mengalami kembung, akibat timbunan udara berlebih di dalam rongga saluran cerna.  Normalnya, di dalam saluran cerna memang ada udara tetapi tidak berlebihan dan bisa dikeluarkan saat bersendawa, buang angin atau kentut. Akan tetapi ada beberapa keadaan yang bisa menyebabkan udara lebih banyak dari biasanya sehingga menyebabkan kembung.


1. Terlalu banyak menghisap udara.
     Terlalu banyak menghisap udara ini bisa terjadi karena “ketidaksengajaan” ketika bayi menyusu, atau minum memakai dot. Saat menyusu, ada kalanya posisi mulut bayi kurang baik, menghisap puting secara berlebihan (kelamaan) sementara ASInya kurang lancar atau payudaranya sudah kosong karena sudah lama dihisap bayi (jawa: ngempeng) sehingga udara ikut terhisap dan ditelan bayi.
Ketika minum dengan botol, sering kali posisi botol  tidak benar. Seharusnya posisi botol selalu menungging, sehingga susu di dalam botol selalu memenuhi ujung dot, yang berarti yang tertelan bayi hanya air susu dari dalam botol. Tetapi apabila posisi botol tidak benar, yang membuat susu dalam botol tidak memenuhi dengan sempurna ujung dotnya, maka udara dalam botol yang akan terhisap dan ditelan bayi. Karena banyak menelan udara ini, bisa membuat bayi kembung.


2. Kurang disendawakan setelah menyusu, juga bisa membuat bayi kembung.
    Kurang disendawakan akan menyebabkan udara yang tertelan sewaktu minum tetap ada di dalam lambung, sehingga juga menjadi faktor yang meningkatkan pengumpulan udara dalam saluran cerna yang akhirnya juga menyebabkan kembung. Maka sebaiknya setiap habis minum bayi harus disendawakan. Tetapi jangan berharap setiap disendawakan bayi akan mengeluarkan suara khas seperti orang dewasa bersendawa. Karena tidak selalu udara yang keluar ketika bersendawa menimbulkan  suara.

3. Produksi gas yang berlebihan
   Gangguan pencernaan untuk jenis karbohidrat tertentu (laktosa) dan bakteri dalam usus besar yang tumbuh berlebihan dapat menyebabkan produksi gas di dalam usus yang berlebihan, sehingga menyebabkan kembung. Tetapi pada kondisi seperti ini biasanya akan diawali atau disertai dengan terjadinya diare.
    Kembung adalah masalah yang memang sering terjadi pada bayi terutama usia 2 minggu sampai 3 bulan. Sebagian besar disebabkan karena udara yang tertelan sewaktu menyusu atau minum dengan botol. Untuk mencegah agar bayi tidak kembung: menyusu atau minum dengan berbaring untuk mengurangi udara yang tertelan, sendawakan bayi setiap habis menyusu. Untuk mengurangi kembung yang sudah terjadi, bisa dilakukan dengan memposisikan bayi tengkurap, agar gas di dalam saluran cerna bisa mencari jalan keluar dengan mudah. Juga bisa melakukan urutan lembut pada perut bayi sambil mengolesinya dengan minyak telon untuk memberi kehangatan. Tetapi tetap harus waspada terhadap kemungkinan adanya reaksi pada kulit bayi yang sensitif atau tidak tahan dengan minyak telon. Apabila hal ini terjadi, maka sebaiknya pemakaian minyak telon dihindari. Dan jangan lupa berkonsultasilah dengan dokter anak anda apabila dengan upaya-upaya tersebut di atas, bayi anda masih tetap kembung.

 

{oleh : Dr. Sedyo Wahyudi, Sp.A}

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 28 (OKTOBER-DESEMBER 2011)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar