Logo

STRES AKIBAT KERJA

Foto: CNTCD1 MSOffice
STRES AKIBAT KERJA

“Dok, saya mau berkonsultasi, sebenarnya saya tidak ada masalah kesehatan yang berarti namun sudah berapa hari ini badan saya rasanya lelah, terasa malas melakukan pekerjaan dan cepat mengatuk karena malam hari sulit tidur, saya juga cepat emosi dan marah-marah, memang beberapa hari ini ada masalah yang saya pikirkan. Kira-kira hal ini akan berdampak pada kesehatan saya nantinya ga Dok?”

Banyak pasien yang datang dengan keluhan bukan karena masalah kesehatan fisik namun bermasalah dengan kesehatan mental. Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari bersama orang lain di sekitar kita.

Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan potensi dirinya secara maksimal untuk menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain. Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, dan gangguan kendali emosi yang pada akhirnya dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tidak hanya dapat merusak interaksi dengan orang lain, namun juga dapat menurunkan produktivitas kerja. Masalah kesehatan mental yang umumnya terjadi yaitu stres.

Stres
Stres adalah keadaan ketika seseorang mengalami tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental. Seseorang yang stres biasanya tampak gelisah, cemas, dan mudah tersinggung. Stres juga dapat mengganggu konsentrasi, mengurangi motivasi, dan dapat memicu depresi.

Stres bukan saja dapat mempengaruhi psikologi penderitanya, tetapi juga dapat berdampak kepada cara bersikap dan kesehatan fisik mereka. Penderitanya menjadi penyendiri dan enggan berinteraksi dengan orang lain, enggan makan atau malah makan secara berlebihan. Penderitanya mudah marah dan terkadang kemaharan itu sulit dikendalikan. Pada beberapa kasus penderitanya merokok secara berlebihan, mengkonsumsi minuman beralkohol atau penyalahgunaan obat-obatan.

Sress yang dialami seseorang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Masalah kesehatan yang dapat timbul akibat stres yaitu gangguan tidur, mudah lelah, sakit kepala, sakit perut, nyeri dada, nyeri otot dan penurunan gairah seksual. Beberapa penderitanya jatuh pada kondisi obesitas, hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung.

Seseorang yang merasa stres cenderung lebih sering berkeringat. Gejala perilaku yang muncul antara lain terjadi kecenderungan peningkatan agresivitas dan tindakan kriminal. Gejala perilaku lain yang bisa muncul yaitu penurunan kualitas hubungan antar manusia baik hubungan dengan teman maupun dengan keluarga.

Stres yang berkepanjangan akan mengakibatkan ketegangan yang terus menerus. Stres yang demikian biasanya dilatarbelakangi kemiskinan, konflik dalam keluarga, perkawinan yang kurang bahagia, dan ketidakpuasan kerja. Akar dari stres yang berkepanjangan ini biasanya berasal dari pengalaman traumatis masa lalu dan tersimpan terus di alam bawah sadar. Hal ini berbahaya karena terdapat kecenderungan membawa stres ini ke tempat kerja

Stres Kerja
Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami stres, diantaranya adalah masalah pekerjaan. Jika seseorang dihadapkan pada pekerjaan yang melampaui kemampuannya atau stres yang dialami melibatkan perusahaan tempat ia bekerja atau lingkungan kerja hal ini disebut stres kerja.

Sebagian besar pekerja pasti pernah merasa stres saat bekerja. Menurut survei ada beberapa masalah yang membuat seseorang merasa stres saat bekerja. Gaji yang kecil merupakan masalah utama terutama bagi perempuan. Selain gaji kecil, penyebab stres karena adanya rekan kerja yang menjengkelkan, perjalanan ke kantor yang melelahkan, beban kerja yang tinggi, dan bekerja di perusahaan yang tidak sesuai dengan keinginan.

Sedangkan penyebab stres lainnya dikarenakan tidak adanya keseimbangan kerja dan kehidupan sosial, kurangnya kesempatan untuk berkembang serta bos yang menjengkelkan. Selain itu, faktor usia juga akan mempengaruhi tingkat stres seseorang. Semakin tua seseorang maka tingkat stres karena pekerjaan akan semakin berkurang.

Lingkungan kerja juga dapat memicu stress kerja seperti kondisi kerja yang panas, berisik, sirkulasi udara kurang. Hal ini berpotensi menyebabkan pekerja mudah sakit, mengalami stres psikologik dan menurunkan produktivitas kerja.

Mengatasi Stres
Untuk mengatasi stres, kunci utamanya adalah mengidentifikasi akar permasalahan dan mencari solusinya. Penanggulangan stres juga bisa dilakukan dengan manajemen stres yang baik, seperti:

  1. Belajar menerima suatu masalah yang sulit diatasi atau hal-hal yang tidak dapat diubah.
  2. Selalu berpikir positif dan memandang bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup ada hikmahnya.
  3. Meminta saran dari orang terpercaya untuk mengatasi masalah yang sedang dialami.
  4. Mengubah lingkungan keja agar nyaman bagi kita saat bekerja
  5. Belajar mengendalikan diri dan selalu aktif dalam mencari solusi.
  6. Melakukan aktivitas fisik, meditasi, atau teknik relaksasi guna meredakan ketegangan emosi dan menjernihkan pikiran.
  7. Melakukan hal-hal baru yang menantang untuk meningkatkan rasa percaya diri.
  8. Menyisihkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai.
  9. Melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial untuk membantu orang lain.
  10. Bekerja dengan mengedepankan kualitas bukan kuantitas, agar manajemen waktu lebih baik dan hidup juga lebih seimbang

Cara ini dapat membuat seseorang lebih tabah dalam menghadapi masalah, terutama jika bisa membantu seseorang yang memiliki masalah lebih berat dari yang dialaminya. Hindari cara-cara negatif untuk meredakan stres, misalnya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, atau menggunakan narkoba.

Stres merupakan masalah umum yang hampir dialami semua pekerja, baik yang ada di dalam kantor maupun di lapangan. Dari sekian banyak jenis pekerjaan, ada beberapa pekerjaan tertentu yang sangat rentan terhadap stres dan tekanan.

  1. Pelayan restoran termasuk kelompok pekerja yang sering tidak dihargai, terkadang mereka cenderung mendapat perlakuan kasar dari pembeli
  2. Pekerja sosial karena berurusan dengan orang yang butuh pertolongan dapat memicu tingkat stres yang tinggi. Mereka bekerja untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan dan hal ini banyak menyita waktu.
  3. Pekerja sektor kesehatan
    Dokter, perawat, terapis, dan profesi kesehatan lain berada pada kategori jenis pekerjaan yang berisiko karena cenderung memiliki jam kerja yang tidak teratur dan mempunyai tanggung jawab besar terkait keselamatan nyawa orang lain. Petugas kesehatan sering bertemu orang-orang sakit dan tidak cukup mendapatkan dukungan positif dari pasien yang dirawatnya.
  4. Seniman, "entertainer", dan penulis
    Pekerja di bidang ini cenderung mempunyai pendapatan yang tidak teratur dan jam kerja yang tidak pasti.
  5. Guru
    Tuntutan terhadap tenaga pengajar atau guru tampaknya akan terus berkembang. Ada tekanan berbeda yang mereka terima, dari anak-anak, orangtua, dan sekolah terkait pemenuhan standar nilai.
  6. Staf administrasi
    Pekerja dalam kelompok ini umumnya berada di garis depan dan banyak menerima perintah dari segala arah. Akan tetapi, mereka juga berada di bagian bawah dalam hal kontrol. Bahkan, mereka juga lebih mungkin mengalami hari tak terduga dan tidak mendapatkan pengakuan terkait semua pekerjaan yang mereka lakukan.
  7. Penasihat keuangan dan akuntan
    Para akuntan memiliki tanggung jawab yang begitu banyak terkait pengaturan keuangan orang lain. Mereka juga akan lebih merasa bersalah apabila klien mereka kehilangan uang.
  8. "Sales”
    Banyak tenaga penjualan yang bekerja untuk komisi, yang berarti mereka tidak pernah tahu persis kapan gaji berikutnya akan datang. Pekerja sales juga cenderung melakukan perjalanan jauh, dan harus menghabiskan waktu jauh dari rumah, keluarga, dan teman-teman.
  9. Pekerja Resiko Tinggi. Ada pekerjaan yang beresiko tinggi dan berbahaya bagi keselamatan, misalnya pekerjaan di pertambangan, di lepas pantai, pekerja kebersihan pada gedung pencakar langit.  *

 

Oleh: dr. Titi Somahita


Dimuat di Majalah Kasih Edisi 50
 

Tentang Penulis

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next MASA DEPAN YANG CERAH

Tinggalkan Komentar