Logo

TIPS MUDAH MULAI JADI PENULIS

Foto: CNTCD! MSOffice
TIPS MUDAH MULAI JADI PENULIS

Harimau mati meninggalkan belang
Gajah mati meninggalkan gading
Manusia mati meninggalkan tulisan

Tulisan? Iya, betul. Bukan lagi meninggalkan nama. Namun, jika Anda mau menghasilkan tulisan-tulisan yang berbobot, berisi, dan mampu mencerahkan, maka tulisan-tulisan itu akan abadi. Dus, dengan demikian, tak sekadar nama yang dikenang. Sebab, peninggalan pemikiran, pola pikir, dan cara pandang berupa tulisan yang justru akan membuat pikiran-pikiran Anda akan terus lestari sepanjang jaman. Maka, ada satu ungkapan penting yang sekiranya akan terus relevan. Tulislah minimal satu buku sebelum kau mati…

Berangkat dari hal tersebut, maka saya ingin mencoba berbagai bagaimana agar kita bisa menghasilkan banyak tulisan, yang bermanfaat tentunya. Beberapa tips praktis berikut semoga bisa jadi acuan yang bermakna bagi Indonesia Tercinta:

1. Tuliskan segala sesuatu layaknya Anda bicara. Otak memang jaraknya lebih dekat dengan mulut. Itulah salah satu alasan mengapa bicara lebih gampang daripada menulis. Tapi, bukankah saat ini ada teknologi perekam. Banyak penulis, agar memorinya tak hilang, ke mana-mana selalu membawa perekam. Kalau ada ide, tinggal rekam. Nanti ditulis untuk dikembangkan jadi tulisan utuh.

2. Jangan takut salah. Tak ada yang sempurnya di dunia ini. Maka, jangan takut salah bila ingin menulis sesuatu. Tulis saja, dan biarkan orang yang akan menilai. Kalau belum jadi tulisan, bagaimana orang akan tahu tentang Anda?

3. Jangan khawatir tentang bobot tulisan Anda. Banyak orang merasa kalau menulis belum menggunakan kata-kata yang sulit dimengerti, atau memakai istilah asing, merasa tulisannya kurang berbobot. Salah! Itu anggapan yang keliru. Makin berbobot tulisan, makin enak dan mudah pula dipahami oleh siapapun.

4. Jangan takut dicap jelek. Sebuah tulisan pasti akan mendapat apresiasi dari orang lain tergantung pada audiens mana tulisan itu ditujukan. Misalnya, kalau Anda merasa seorang penulis hal-hal ekonomi, bisa jadi tulisan Anda dianggap jelek oleh para politikus. Namun, di kalangan orang ekonomi, tulisan Anda bisa jadi sangaaaaaat berbobot dan penting. Jadi, tulislah untuk audiens yang pas, maka tulisan Anda akan jauh lebih bermakna.

5. Biasakan menulis dengan cepat. Kalau Anda biasa menulis cepat, setiap ide yang kadang datang setiap saat, bisa segera Anda tangkap. Tulis apa saja. Misalnya, saat bangun tidur atau sebaliknya, ketika akan tidur. Apa saja berita, cerita, dan kisah dalam sehari bisa mengundang ide-ide yang kadang harus segera ditangkap agar Anda selalu kaya akan bahan tulisan.

6. Jangan takut tulisan tidak berguna, semua pasti bermanfaat. Menulis cepat kadang juga bisa tidak fokus. Itu hal biasa. Karena otak kita memang sering meloncat-loncat pola pikirnya. Kalau itu terjadi, jangan hapus tulisan yang Anda anggap tidak berguna. Suatu saat, bisa jadi bahan yang Anda anggap tak berguna itu justru jadi materi tulisan yang hebat.

Masih banyak tips-tips menulis lain yang bisa dipraktikkan sehari-hari untuk menghasilkan tulisan yang bisa dikenang sepanjang jaman. Kuncinya satu. Action!

=========

Saat akan menulis artikel ini, saya sedang tidak berpikiran apapun. Yang saya lakukan adalah saya ingin menulis, apapun yang ada di dalam otak atau benak saya. Ini untuk melatih bagaimana ide bisa tetap terjerat dalam otak dan segera jadi tulisan.

Sebab, ide biasanya akan hilang begitu kita berhenti sejenak, kabur terbawa angin. Karena itu, saya menulis semua ini spontan demi agar tidak hilang ide-ide tentang penulisan dalam benak saya. Oh ya, untuk metode ini kita juga harus membatasi seberapa lama kita akan menulis.

Dalam tulisan ini, saya membatasinya dalam waktu dua menit. Dan, nantinya dari apa yang saya tulis ini saya yakin pasti banyak sekali kesalahan-kesalahan. Tapi, kalau mau dibenahi, itu nanti. soalnya kalo keburu membenahi, idenya bisa menghilang secepat kilat. Oke..waktunya berhenti. *  (Jkm)

 

 

Dimuat di Majalah Kasih Edisi 50

Tentang Penulis

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next STRES AKIBAT KERJA

Tinggalkan Komentar