Logo

TIPS SEDERHANA CEGAH HIPERTENSI

TIPS SEDERHANA  CEGAH HIPERTENSI

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Sebagian besar masyarakat biasanya tidak mengetahui bahwa dirinya mengidap hipertensi. Hal ini dikarenakan hipertensi sendiri biasanya tanpa gejala atau hanya muncul gejala ringan saja seperti pusing yang hilang timbul.

Hipertensi dapat tiba-tiba mematikan meski tidak menunjukkan gejala berarti, dalam jangka panjang dapat menimbulkan komplikasi yang fatal. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi kerusakan pada pembuluh darah, ginjal, jantung, kerusakan saraf dan resiko penyakit stroke. Penyakit jantung dan stroke yang disebabkan oleh darah tinggi merupakan penyebab kematian utama di banyak negara dunia, termasuk Indonesia.

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Kita bisa mencegah penyakit hipertensi dengan tips sederhana berikut ini:
1. Atur Pola makan
Mengatur pola makan adalah hal yang bisa kita mulai dari sekarang untuk mencegah hipertensi. Pola makan yang baik adalah dengan konsumsi asupan tinggi serat seperti buah, sayur, serta biji-bijian utuh, makanan rendah lemak, membatasi konsumsi gula dan garam (natrium), serta minum air putih yang cukup, karena kekurangan cairan akan memengaruhi kadar natrium di dalam tubuh.
Untuk mencegah hipertensi kita dapat memilih makanan tinggi kalium yang dapat membantu menjaga tekanan darah stabil. Kalium bisa kita temukan dalam kentang, pisang, alpukat, ikan, dan susu.

Akan lebih baik jika mengonsumsi makanan yang kita masak sendiri supaya kita tahu seberapa banyak kandungan garam yang makan perhari. Penggunaan gula usahakan tidak lebih dari 4 sendok makan perhari, penggunaan garam tidak lebih dari 1 sendok teh per hari dan jangan lebih dari 5 sendok makan minyak perhari.
Batasi konsumsi makanan kalengan dan produk instant karena lebih dari 75 persen garam yang kita konsumsi berasal dari makanan olahan yang dikemas. Tapi tak bisa dipungkiri, makanan instan sering jadi pilihan terutama bagi masyarakat perkotaan yang hidup serba cepat. Batasi konsumsi kafein, meminum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan risiko hipertensi.

2. Olah raga teratur
Seseorang yang aktif berolahraga akan terhindar dari risiko penyakit hipertensi. Jadikan olahraga sebagai kebutuhan karena hal ini juga dapat menjaga kesehatan tubuh secara umum. Tak perlu olahraga yang terlalu sulit, cukup jalan santai, jogging, atau bersepeda. Kita bisa berolahraga 30-60 menit setiap hari supaya tubuhnya tetap bugar.
3. Jaga berat badan
Berat badan berlebih bisa membuat seseorang lebih berisiko terserang hipertensi. Oleh karena itu, usahakan untuk menjaga berat badan tetap ideal, karena bisa menurunkan berbagai risiko penyakit. Mulailah ubah gaya hidup Anda supaya berat badan turun dan akhirnya berada di angka yang ideal. Mengurangi sekitar 4-5 kg berat badan yang berlebih, sudah dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi.
4. Menghindari alkohol dan rokok
Terlalu sering mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan tekanan darah. Minuman beralkohol memiliki kandungan kalori yang tinggi dan bisa menyebabkan berat badan juga naik. Merokok dapat membuat Anda terkena berbagai penyakit kronis. Merokok bisa mengakibatkan gangguan pembuluh darah seperti arteri menyempit, sehingga meningkatkan risiko hipertensi, serangan jantung dan stroke.
5. Manajemen Stress
Salah satu hal yang sering terlupa saat kita ingin mencegah suatu penyakit adalah mengelola stress. Karena pada saat tubuh kita dalam keadaan stress akan mengeluarkan hormon yang dapat mempengaruhi keseimbangan tekanan darah, kadar gula darah dan bisa menyebabkan berbagai potensi gangguan kesehatan lainnya.
Stres memang kondisi yang wajar terjadi, tapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mengelolanya dengan baik. Lakukan hal-hal yang bisa membuat Anda rileks, seperti mendengarkan musik, meditasi, atau yoga.
6. Cek kesehatan secara berkala
Memeriksa tekanan darah dengan rutin itu penting dilakukan, karena dengan begitu kita dapat mengetahui apakah tekanan darah dalam kondisi normal. Anda dapat memeriksa tekanan darah di rumah atau dengan bantuan tim medis. Apabila tekanan darah tidak normal, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter keluarga atau dapat langsung datang ke Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr. Cipto”. 

 

(Dimuat di majalah Kasih edisi 57)

 

Dr Titi Somahita

 

Tentang Penulis

Prev Mengenal Penyakit Reumatik Lupus Eritematosus Sistemik
Next BAHAYAKAH TEKANAN DARAH TINGGI, ATAU BIASA SAJA AH

Tinggalkan Komentar