TUBERKOLUSIS PARU

TUBERKOLUSIS PARU

Beberapa waktu yang lalu Ayah saya batuk-batuk lama dan dinyatakan sakit TB dan harus minum obat selama 6 bulan.  Saat ini ayah tinggal bersama kami. Yang ingin saya ketahui apakah penyebab sakit ayah saya? Apakah menular? Ayah saya merasa sudah baik, sehingga malas minum obat. Apa yang harus kami lakukan karena saat ini kami masih mempunyai dua anak balita?
Ibu AN 0818024xxxxx.

Jawab:
Ibu AN,
    Membaca SMS Ibu, dapat saya simpulkan bahwa saat ini Ayah Ibu memang menderita sakit TB Paru atau yang dikenal dengan Tuberculosis Paru. Penyebab penyakit ini adalah kuman yang bernama Micobacterium  tuberculosis. Sebenarnya kuman ini tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi bisa juga organ atau bagian  tubuh  lain (misalnya: tulang, kelenjar, kulit, dll).
    Penyakit TB paru memang menular. Sebagai sumber penularan adalah pasien yang dahaknya mengandung kuman TB. Kuman ditularkan lewat batuk atau bersin. Pada saat batuk atau bersin, pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak. Kuman TB bertahan selama beberapa jam dalam ruangan yang lembab dan  tidak terkena sinar matahari. Tetapi kuman TB akan segera mati jika terkena sinar matahari langsung.
    Cara pencegahan  penularan TB adalah dengan:
1. Pasien minum obat secara lengkap dan teratur sampai tuntas.
2. Pasien TB harus menutup mulutnya apabila bersin atau batuk.
Ada 2 metode yang sederhana namun efektif untuk mengurangi penyebaran kuman TB, yaitu:

  • Menutup hidung dan mulut dengan tisu atau saputangan ketika batuk atau bersin. Dan sesegera mungkin membuang tissue ke tempat sampah  atau mencuci saputangan hingga bersih. Batuk atau bersin langsung ke tangan tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan penyebaran kuman ke apapun yang tersentuh oleh tangan. Sekiranya tidak ada saputangan, batuklah atau bersinlah ke bagian dalam dari siku atau ke lengan baju bagian atas. Gantilah segera baju dan cuci hingga bersih.
  • Mencuci tangan sehabis kontak dengan orang sakit. Gunakan sabun dan air untuk mencuci tangan  atau menggunakan cairan alkohol pembersih tanpa air.
  • Bagi pasien yang masih batuk berdahak, tidak membuang dahak di sembarang tempat, tetapi dibuang pada tempat khusus yang tertutup. Misalnya dengan menggunakan wadah/kaleng bertutup yang sudah diberi karbol/antiseptik. Kemudian timbun di dalam tanah di tempat yang jauh dari keramaian.
  • Menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, antara lain:
    - Menjemur alat tidur,
    - Membuka jendela dan pintu setiap pagi agar udara dan sinar matahari masuk. Aliran udara (ventilasi) yang baik dalam ruangan dapat mengurangi jumlah kuman di udara. Sinar matahari langsung dapat mematikan kuman.
    - Makan makanan bergizi.
    - Tidak merokok dan minum  minuman keras.
    - Olahraga secara teratur.
    - Tidur dengan waktu yang cukup.
    - Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
    - Mencuci pakaian, sapu tangan sampai bersih
    - Tidak perlu mensterilkan atau memisahkan alat makan minum atau perabot rumah tangga lain.


      Ibu tidak perlu kuatir, Sakit TB dapat disembuhkan asalkan pasien mau minum obat dengan lengkap dan teratur sampai sembuh. Setelah minum obat selama 2 (dua ) minggu, pasien sudah tidak menularkan lagi, namun tetap harus menjalankan pengobatan.
Banyak pasien yang merasa bosan karena minum obat dalam jangka waktu yang lama, minimum 6 bulan dan kadang-kadang pasien merasa sudah sembuh sehingga mereka menghentikan obat. Ada juga pasien yang merasa malu karena sakit TB, padahal setiap orang dapat saja terkena penyakit ini, tidak memandang kaya dan miskin, muda atau  tua.Dan masih banyaknya anggapan keliru tentang penyakit TB. Perlu ditekankan bahwa penyakit TB bukanlah penyakit keturunan atau penyakit karena guna-guna. Dalam banyak kondisi inilah dukungan keluarga dan masyarakat sangat dibutuhkan. Kita yang ada di sekitarnya  dapat menjadi penyemangat untuk kesembuhan pasien,  membantu mendukung dan memastikan bahwa pasien benar-benar telah menelan obat dengan dosis yang benar, dengan  teratur sampai sembuh.
Apabila TB tidak diobati akan berakibat fatal, selain menularkan ke orang lain, juga dapat menyebabkan kematian. Dan apabila pasien tidak minum obat dengan teratur atau  putus berobat malah akan menyebabkan kuman TB semakin ganas dan kebal dengan obat TB biasa. Nantinya penyakit semakin parah dan pengobatannya juga semakin sulit.  
Untuk keluarga yang tinggal serumah atau untuk yang berada di sekitar pasien, memang perlu diwaspadai. Jika terdapat gejala utama TB yaitu batuk berdahak terus-menerus selama 2 minggu atau lebih dengan atau tanpa disertai gejala respiratorik atau gejala sistemik, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap mereka. Yang dimaksud gejala respiratorik adalah gejala berhubungan dengan  kelainan  atau gangguan di paru-paru, misalnya batuk bercampur darah, sesak nafas dan nyeri dada. Sedangkan gejala sistemik antara lain badan lemah, nafsu makan berkurang, berat badan turun, rasa kurang enak badan, demam meriang berkepanjangan dan berkeringat di malam hari walaupun tidak melakukan kegiatan.
Sedangkan pada anak-anak, batuk bukan merupakan gejala utama TB pada anak. Penilaian TB anak dilakukan oleh dokter dengan menggunakan system skoring (penilaian). Namun seorang anak dapat dicurigai sakit TB anak apabila:
Ada kontak erat dengan pasien sakit TB Paru dengan kuman TB positif pada pemeriksaan dahaknya (TB Paru BTA positif).
Mengalami gejala sebagai berikut:

  • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas atau berat badan tidak naik dengan adekuat atau dalam 1 bulan setelah diberikan upaya perbaikan gizi yang baik tidak terdapat kenaikan berat badan.
  • Demam lama (2 minggu atau lebih) dan /atau berulang  tanpa sebab yang jelas. Demam umumnya tidak tinggi. Keringat malam saja bukan merupakan gejala spesifik TB anak apabila tidak disertai gejala umum yang lain.
  • Batuk lama (3 minggu atau lebih) tanpa ada fase reda atau intensitasnya semakin lama semakin parah.
  • Nafsu makan tidak ada atau berkurang disertai gagal tumbuh.
  • Lesu, anak kurang aktif bermain.
  • Pembengkakan kelenjar limfe leher, ketiak atau lipat paha.
  • Pembengkakan tulang/sendi panggul, lutut atau jari-jari tangan atau kaki.

      Anak dengan gejala diatas perlu diwaspadai dan perlu diperiksakan ke Dokter untuk dilakukan skoring  dan tindak lanjut berikutnya sesuai dengan hasil pemeriksaan Dokter.
    Demikian Ibu AN, semoga apa yang kami paparkan sedikit banyak dapat membantu. Jikalau Ibu masih ada pertanyaan atau ada keluhan, Ibu dapat berkunjung ke klinik umum, klinik spesialis paru atau spesialis penyakit dalam RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” untuk mendapatkan informasi ataupun pemeriksaan lebih lanjut. Salam hangat saya untuk keluarga tercinta.….

 

{oleh : dr. Nurendah K}

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 40 (OKTOBER-DESEMBER 2014)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar