UPAYA PEMANTAUAN PASIEN MELALUI HIGH CARE UNIT

UPAYA PEMANTAUAN PASIEN MELALUI HIGH CARE UNIT

Rumah Sakit panti Wilasa “Dr. Cipto” kini memiliki satu unit pelayanan
 yang memfokuskan pada pemantauan kondisi pasien
secara kontinyu.

 

     Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr.Cipto” kini memiliki satu unit pelayanan yang memfokuskan pada pemantauan kondisi pasien secara kontinyu. Nama unit tersebut adalah HCU (High Care Unit)
    HCU merupakan unit pelayanan di rumah sakit bagi pasien dengan kondisi respirasi, hemodinamik dan kesadaran yang stabil tetapi memerlukan pengobatan, perawatan dan pengawasan ketat karena memiliki resiko terjadi ketidakstabilan sewaktu-waktu. Dengan pelayanan HCU ini akan diketahui arah sakitnya pasien ke arah membaik atau sebaliknya memburuk.
    Menurut Dr. Rupii, SpAnKIC penanggungjawab ruang ICU RS Panti Wilasa “Dr. Cipto”, apabila setelah menjalani perawatan di ruang HCU ini kondisi pasien membaik, maka segera dipindahkan ke ruang biasa. Akan tetapi jika memburuk bisa langsung dibawa ke ICU guna mendapatkan pelayanan yang lebih intensif.
    RS Panti Wilasa “Dr. Cipto” sejak bulan April 2009 membuka layanan HCU bagi pasien. Tujuan pelayanan ini menurut Dr. Yoseph Chandra, M.Kes., Direktur RS Panti Wilasa “Dr. Cipto” adalah menurunkan morbiditas dan mortalitas pasien sakit kritis dalam kondisi stabil yang memerlukan pengobatan, perawatan dan pengawasan ketat. Selain itu HCU bisa mengurangi beban pelayanan ICU dan mencegah rawat ulang di ICU
    Rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan memberikan pelayanan dengan orientasi pada kesehatan pasien. Atas dasar itulah RS Panti Wilasa “Dr. Cipto” memiliki unit-unit pelayanan spesifik guna memenuhi kebutuhan pasien yang dirawat,  dan salah satunya adalah Instalasi Rawat Intensif (IRIN) untuk pasien yang sedang sakit kritis.
    Berdasarkan evaluasi kegiatan pelayanan sejak tahun 2002 dapat diidentifikasi bahwa pemakaian Instalasi Rawat Intensif belum optimal karena rata-rata BOR 35%  dengan LOS sekitar 2 hari. Adapun usia terbanyak pasien yang rawat intensif lebih dari 60 tahun, kasus terbanyak adalah keadaan gawat nafas maupun gagal jantung akibat penyakit degenerative yaitu komplikasi penyakit hipertensi atau diabetes mellitus seperti stroke, AMI, dekompensasi kordis dan diabetic ketoasidosis.
Guna meningkatkan pelayanan di Instalasi Rawat Intensif dan meningkatkan pelayanan bagi pasien yang beresiko mengalami sakit kritis maka dilaksanakan renovasi Instalasi Rawat Intensif, sehingga dari semula 9 tempat tidur yang digunakan untuk ICU saat ini hanya 5 tempat tidur, selanjutnya 4 tempat tidur digunakan untuk HCU.
    HCU (High Care Unit) memiliki berbagai kesamaan istilah yaitu HND (High Nursing Dependency) dan ICA (Intermediate Care Area). RS Panti Wilasa “Dr. Cipto” memilih HCU.
    Secara umum HCU harus mampu melakukan pemantauan pasien secara ketat, menganalisa hasil pemantauan dan melakukan pengelolaan atau perawatan yang sesuai dengan standar prosedur. Menurut Dr. Yoseph Chandra, M.Kes., Direktur RS Panti Wilasa “Dr. Cipto” pasien akan dipantau tingkat kesadaran, fungsi pernapasan, fungsi sirkulasi, oksigenasi, dan balance cairan sesuai dengan keadaan pasien dan standar prosedur yang berlaku, untuk itu di HCU RS Panti Wilasa “Dr. Cipto” tersedia alat bantu pemantau bagi setiap pasien yaitu “patient monitor”.  Alat ini dapat menampilkan data aktual tentang irama jantung, denyut jantung, tekanan darah, frekuensi pernapasan, konsentrasi oksigen dalam darah dan suhu. Dengan adanya alat bantu ini tim yang memberikan pelayanan dapat memperoleh data aktual yang akurat untuk melakukan analisa status kesehatan pasien sehingga dapat dilakukan tindakan yang sesuai.
    Keunggulan HCU RS Panti Wilasa “Dr. Cipto” adalah lokasinya berdampingan langsung dengan ICU sehingga bila diperlukan perawatan intensif pasien dapat segera dipindahkan untuk mendapat pertolongan lanjutan secara cepat,
Dengan adanya ruang HCU dapat dilakukan efisiensi dan efektifitas pelayanan karena pasien akan dilakukan pemantauan ketat sebelum diputuskan untuk rawat intensif atau rawat ruang umum.(***)

 

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 18 (APRIL-JUNI 2009)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar