UPAYA TINGKATKAN KEMAMPUAN PERAWAT RS PANTI WILASA DR. CIPTO DALAM MEMENUHI PELAYANAN KEPERAWATAN YANG AMAN, BERMUTU, DAN BERKUALITAS

UPAYA TINGKATKAN KEMAMPUAN PERAWAT RS PANTI WILASA DR. CIPTO DALAM MEMENUHI PELAYANAN KEPERAWATAN YANG AMAN, BERMUTU, DAN BERKUALITAS

Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral pelayanan kesehatan di rumah sakit yang tersedia selama 24 jam berkelanjutan selama masa perawatan pasien. Pelayanan keperawatan memegang peranan penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.

 

    Berdasarkan Undang-Undang Keperawatan No. 38 Tahun 2014 pasal 53 ayat 2 menyatakan bahwa pengembangan praktik keperawatan bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan keprofesian perawat. Praktik profesional perawat sebagai ciri utama profesi, diharapakan tetap dipelihara, dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya guna mempertahankan standar praktik profesional yang tinggi, sehingga masyarakat dapat menerima haknya untuk memperoleh pelayanan keperawatan yang aman dan berkualitas.
Upaya yang dilakukan untuk menjamin kualitas pelayanan serta melindungi pasien, dikembangkan sistem pengembangan praktik profesi guna mempertahankan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki melalui kegiatan in house training. Beberapa kegiatan in house training yang diselenggarakan meliputi :

In house training komunikasi efektif dan teraupetik dalam pelayanan keperawatan
    Tujuan dilaksanakan in house training ini adalah meningkatkan kompetensi perawat  dalam melakukan komunikasi efektif dan teraupetik dalam pelayanan keperawatan. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh perawat dan bidan yang dilaksanakan pada bulan Maret-April 2016. Pemateri/ nara sumber Ibu  Poniatun, SKp dan Ns. Rochyatun, S.Kep, MARS dari RSUP Dr. Kariadi. Pada setiap sesi pelatihan dilakukan simulasi penerapan komunikasi efektif kepada pasien dan keluarga.

In house training dokumentasi asuhan keperawatan
    Pendokumentasian asuhan keperawatan perlu memperhatikan kebijakan yang telah ada. Salah satu usaha untuk dapat mengukur kualitas asuhan keperawatan adalah dengan menggunakan standar Bahasa Keperawatan, standardized nursing languange (SNL). Salah satu standar bahasa keperawatan adalah NANDA – yang terdiri dari kumpulan diagnosis keperawatan, NOC (Nursing Outcome Classification) – yang merupakan kumpulan dari label outcome dan NIC (Nursing Intervention Classification) – yang merupakan kumpulan dari label intervensi keperawatan. NANDA dapat disetarakan dengan ICD (International Classification of Disease) yang digunakan untuk medis, sementara NANDA merupakan label diagnosis keperawatan yang digunakan oleh perawat di dunia. Penggunaan label NANDA, NOC dan NIC (NNN/ 3N) sangat ditentukan oleh kemampuan perawat dalam menentukan diagnosis keperawatan (diagnosis reasoning process) dan menentukan apakah outcome (NOC) yang akan dicapai oleh pasien serta intervensi (NIC) yang akan diimplementasikan ke pasien. Salah satu upaya untuk  meningkatkan kemampuan perawat di RS Panti Wilasa “Dr. Cipto”  dalam penggunaan label NANDA, NOC dan NIC yaitu  dengan dilaksanakannya  inhouse training dokumentasi asuhan keperawatan. Pelatihan  ini diselenggarakn secara periodik pada bulan Juni 2016, diikuti oleh seluruh perawat  dan difasilitasi oleh nara sumber dari institusi pendidikan keperawatan Akper Ngesti Waluyo  Seminar keperawatan pengelolaan pasien Hipertensi dan Typoid
    Seminar dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu asuhan keperawatan kepada pasien  khususnya pasien  Hipertensi dan typoid. Seminar diselenggarakan pada bulan Februari 2016 dan  dilaksanakan presentasi  pengelolaan asuhan keperawatan pasien typoid dan hipertensi oleh tim keperawatan Ruang Alpha.  Melalui presentasi dan diskusi diharapkan perawat mampu  menerapkan standar asuhan keperawatan pasien typhoid dan hipertensi.

Seminar keperawatan pengelolaan pasien dengan gangguan saluran kemih
    Konsep dan pengelolaan secara medis untuk pasien dengan gangguan saluran kemih disampaikan secara terperinci oleh Dr. dr. Eriawan Nugroho, Sp.BU. Salah satu tindakan untuk menangani pasien dengan gangguan saluran kemih adalah dengan tindakan ESWL (Extracorporeal shock wave lithotripsy). ESWL adalah tindakan pemecahan bati saluran kencing (ginjal, ureter, kandung kemih) dengan gelombang kejut (shock wave) tanpa pembedahan. Pada seminar ini tim keperawatan Ruang Betha menyampaikan presentasi pengelolaan pasien dengan gangguan saluran kemih. Untuk meningkatkan keterampilan tindakan keperawatan dilaksanakan simulasi prosedur keperawatan ganti balut.


Seminar keperawatan pengeloaan pasien DHF
       dr. Sedyo Wahyudi, Sp.A sebagai nara sumber seminar pengelolaan pasien  DHF menyampaikan bahwa penanganan pasien DHF secara dini akan mengurangi tingkat mortalitas. Perawat mempunyai peran penting dalam hal monitoring dan pengelolaan pasien DHF. Seminar dilaksanakan pada bulan April 2016 dimana Tim Keperawatan Ruang Gamma juga menyajikan presentasi pengelolaan asuhan keperawatan pasien dengan DHF dan diare. Melalui kegiatan ini,  perawat diharapkan  mampu menerapkan standar asuhan keperawatan pasien dengan DHF dan Diare.

Seminar keperawatan pengelolaan pasien stroke
     Kasus penyakit stroke menduduki 5 terbesar penyakit di Indonesia. Angka kematian penyakit stroke juga masih tinggi. Hal ini disampaikan oleh dr. Hestiyani Kelananingrum sebagai nara sumber pada seminar keperawatan pengelolaan pasien stroke yang dilaksanakan pada bulan Mei 2016.  Melalui seminar ini perawat dapat memahami prinsip-prinsip penatalaksanaan asuhan keperawatan pada pasien stroke dan edukasi apa saja yang perlu disampaikan kepada pasien dan keluarga.
      Tim Keperawatan Ruang Etha menyajikan presentasi pengelolaan  asuhan keperawatan pasien stroke dan hematemesis melena serta simulasi prosedur tindakan keperawatan pemasangan NGT. Melalui simulasi ini, perawat direview kembali prinsip yang perlu diperhatikan dalam tindakan pemasangan NGT.

Workshop Komite Keperawatan : Penyusunan Logbook Keperawatan
   Komite keperawatan mempunyai fungsi utama mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan melalui mekanisme kredensial, penjagaan mutu profesi dan pemeliharaan etika dan disiplin profesi. Sistem kredensial memastikan bahwa perawat dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan. Pemeliharaan kompetensi salah satunya dengan bukti pencapaian unjuk kerja melalui log book keperawatan. Penyusunan  logbook keperawatan disusun sesuai area praktek perawat yang meliputi medikal, bedah, anak, maternitas dan unit-unit khusus.  Dalam penyusunan loogbook keperawatan, komite keperawatan melibatkan beberapa perawat dan bidan sesuai area praktek keperawatannya.

Seminar keperawatan pengelolaan pasien Diabetes Millitus dan Bronkhopneumonia
     dr. Yanti Mulyawati, Sp.PD sebagai nara sumber menyampaikan bahwa  prevalensi penyakit diabetes millitus di Indonesia masih tinggi. Pada pasien DM perlu dilakukan pengelolaan secara komprehensif yang meliputi pengendalian gula, pengaturan diet, mempertahankan aktivitas yang aman dan  terapi yang spesifik untuk mendukung kualitas hidup penderita DM. Komplikasi penyakit DM dapat berupa komplikasi mikro vaskuler dan makro vaskuler.
   Pada kesempatan ini Tim Keperawatan Ruang Familia + Gracia mempresentasikan pengelolaan pasien DM dan Bronkhopneumonia. Melalui penyajian presentasi ini perawat diharapkan mampu memahami kondisi akut yang dijumpai pada pasien DM dan mampu memberikan edukasi secara komprehensif kepada pasien dan keluarga.

 

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 46 (APRIL-JUNI 2016)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar