VAKSIN CERDAS

VAKSIN CERDAS

Yth. Dr. Sedyo
Saya mohon dijelaskan tentang vaksin yang membuat anak cerdas. Karena saya mendengar tentang vaksin ini dari ibu sebelah rumah yang kebetulan mempunyai bayi dan diberi vaksin yang katanya untuk kecerdasan anak. Kapan seorang anak bisa diberikan vaksin ini? Dan berapa kali pemberiannya?  Terima kasih atas jawabannya.

Dari Ibu Mayasari
Di Semarang.

Terima kasih ibu Mayasari.
Sebelum pada pokok jawaban, ada baiknya kita samakan dulu persepsi tentang hubungan vaksinasi dengan kecerdasan.  Sebetulnya tidak ada vaksin yang diberikan pada anak, yang kemudian anak bisa menjadi cerdas. Yang ada adalah vaksin untuk mencegah penyakit pada sel otak yang disebabkan  oleh kuman/bakteri tertentu. Kuman ini kalau sampai masuk ke otak atau selaput otak, maka akan menginfeksi dan merusak sel-sel otak tersebut. Sekali sel otak mengalami sakit/infeksi, akan terganggu pertumbuhannya. Kalau sel otak pertumbuhannya terganggu, maka anaknya akan mengalami gangguan juga dalam perkembangan nantinya; karena otak merupakan pusat dari segala sesuatu yang mengatur kemampuan seseorang untuk bisa melakukan kehidupan sehari-hari dengan baik atau normal. Misalnya anak bisa berkembang dari lahir yang belum bisa apa-apa, menjadi bisa berguling, duduk, merangkak, berjalan, bisa menulis, mewarnai dengan rapi, berbicara yang mulanya hanya ngoceh, meningkat bisa berkata satu kata, dua kata, lalu menjadi satu kalimat, bicara dengan jelas, bisa bercerita, menyanyi, bersosialisasi dengan teman sebaya dan orang lain, dapat berprestasi di sekolah (pandai, cerdas); semua ini diperlukan sel otak yang sehat, yang tentunya merupakan sel otak yang tidak pernah mengalami penyakit. Bagaimana agar otak itu jangan sampai sakit? Salah satunya dengan imunisasi terhadap kuman-kuman yang bisa menyerang sel otak/selaput otak. Melalui imunisasi ini, diharapkan otak tidak akan mengalami infeksi oleh kuman yang mampu masuk ke otak, sehingga sel otaknya selalu sehat dari sejak awal kehidupan sampai dewasa nantinya. Dengan sel otak yang sehat ini, diharapkan anak bisa bertumbuh dan berkembang dengan optimal, sehingga bisa menjadi anak yang pandai dan cerdas. Karena untuk bisa cerdas, perlu otak yang sehat.
    Tetapi harus juga diingat bahwa yang membuat anak bisa cerdas, bukan hanya sel otaknya yang tidak pernah mengalami penyakit. Anak yang cerdas itu sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor ini bisa berupa faktor genetik, faktor gizi sejak di dalam kandungan ibunya sampai usia dewasa, faktor pola pengasuhan, kasih-sayang orang tua/pengganti orang tua, dan stimulasi atau pembelajaran yang diterima anak. Jadi walaupun sel otaknya sehat, tidak pernah sakit, tetapi bila sekolahnya tidak serius/tidak disekolahkan, kurang kasih sayang dari orang tua, atau cara pengasuhan yang kurang tepat, jangan harap anak akan menjadi cerdas/pandai.
    Ada beberapa jenis vaksinasi yang bertujuan untuk mencegah penyakit radang selaput otak (meningitis). Yang pertama: vaksin terhadap Haemophyllus Influenzae tipe b (disingkat Hib); bisa diberikan saat  bayi usia 2 bulan. Vaksin ini diberikan sebanyak 4 kali, yaitu pada umur 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan yang keempat pada umur sekitar 15-18 bulan. Selain radang selaput otak, bakteri ini juga bisa menyebabkan radang paru (pneumonia), radang jaringan di bawah kulit  (selulitis), radang sendi (artritis) serta radang di epiglotis (epiglotitis).
Vaksin yang kedua adalah untuk mencegah penyakit yang disebabkan kuman Pneumokokus, yang selain menyerang  otak, bakteri ini juga bisa menyebabkan radang  telinga bagian dalam, radang paru, dan infeksi berat pada anak.  Vaksin ini dikenal dengan PCV (Peumoccocal conjugate vaccine), yaitu untuk mencegah penyakit-penyakit yang sangat berisiko, yang disebabkan oleh kuman Pneumokokus, yang sering disebut IPD (Invasive Pneumoccocal Diseases); yaitu sekelompok  penyakit  yang disebabkan oleh bakteri  Pneumococcus  yang menyebar melalui darah dan menyebabkan penyakit yang berat, mengganggu berbagai macam organ tubuh. Penyakit berat ini bisa berupa Radang paru (Pneumonia), Radang selaput otak (Meningitis), Infeksi  darah (Bakteremia),  Sepsis (kelanjutan bakteremia). Sehingga vaksin ini juga sering disebut dengan vaksin PCV atau IPD. Vaksin PCV bisa diberikan mulai bayi usia 2 bulan. Diberikan sebanyak 4 kali, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan yang keempat pada usia 12-15 bulan.
Yang ketiga: vaksin BCG, untuk mencegah infeksi Tuberkulosis. Vaksin BCG bisa diberikan pada bayi usia 1 – 3 bulan; cukup satu kali saja. Saat ini masih banyak kasus anak dengan infeksi Tuberkulosis, yang sampai mengenai otak dan selaput otak. Kuman Tuberkulosis ini juga bisa menyerang berbagai organ tubuh yang lain, misalnya paru, tulang, ginjal, usus, kulit, dan lain-lain.
Silakan ibu menghubungi dokter spesialis anak terdekat untuk bisa memperoleh vaksin-vaksin ini; juga untuk vaksin lainnya yang mungkin belum diberikan pada bayi anda. Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.

 

{Diasuh Oleh : dr. Sedyo Wahyudi, Sp. A }

*Dimuat dalam Majalah Kasih Edisi 35 ( JULI - SEPTMEBER 2013 )

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar