VERUKA VULGARIS

VERUKA VULGARIS

veruka vulgaris

 Tanya:
Dokter, telapak kaki saya ada mata ikannya. Dulu tidak terasa sakit, tapi akhir-akhir ini terasa nyeri bila berjalan. Sudah pernah saya beri cairan penghancur kutil, sempat mengelupas tapi tumbuh lagi. Apa penyebabnya? Bagaimana mengobatinya?
Dari: Anton, 40 th.

Jawab:
    Mata ikan adalah salah satu bentuk kutil, merupakan penebalan kulit yang pada umumnya tumbuh di permukaan kulit terutama di telapak kaki. Penyakit ini disebabkan oleh adanya tekanan dan gesekan berlebihan yang terjadi secara terus menerus di bagian kaki. Semula hanya terjadi penebalan kulit saja, namun bila hiegiene kurang dapat terinfeksi virus papiloma. Virus menginfeksi kulit melalui permukaan kulit dan mukosa yang terbuka. Lama kelamaan di tengah-tengah penebalan kulit terbentuk semacam inti yang mengeras yang disebut  “Keratotic Olug”. Inti yang mengeras ini sangat mengganggu kenyamanan, menimbulkan rasa nyeri apabila  tersentuh atau tertekan saat berjalan. Risiko terjadinya mata ikan lebih tinggi pada orang-orang yang sering menggunakan alas kaki sempit dan yang berbadan gemuk, karena tekanan pada kaki menjadi lebih besar.
    Bila masih tahap awal, mata ikan dapat disembuhkan dengan salep yang mengandung asam salisilat dengan persentase yang cukup tinggi. Namun bila usaha ini gagal dapat dilakukan pengambilan mata ikan dengan kauter. Kauterisasi adalah cara yang paling aman, karena penyembuhannya cepat dan tidak menimbulkan perdarahan.
    Daerah di sekitar mata ikan dibersihkan dengan cairan betadin, setelah itu di daerah yang sama dilakukan pembersihan ulang dengan alkohol 70%. Ini adalah cara untuk mensterilkan daerah yang akan dilakukan tindakan cauter. Langkah berikutnya adalah memberikan anestesi lokal (bius lokal) dengan cara memasukkan obat melalui suntikan di sekitar daerah tindakan untuk memberikan rasa baal (mematikan rasa sakit). Bila sudah dipastikan obat suntik ini sudah bereaksi, maka dilakukan tindakan cauterisasi.  Tindakan ini dilakukan dengan menggunakan alat cauter yang tersambung dengan arus listrik.  Batas-batas luar mata ikan “dibakar” dengan menyentuhkan ujung cauter sampai daerah yang diinginkan benar-benar terbebas dari sekitarnya dan diangkat dengan menggunakan klem.  “Akar” mata ikan juga dilakukan “pembakaran” dengan kauter hingga Dokter yakin bahwa sudah tidak ada lagi akar-akar yang tersisa. Terakhir dilakukan perawatan luka. Luka karena cauter ini ditutup guna mencegah infeksi. Luka jangan sampai basah karena akan memperlama waktu kesembuhannya. Biasanya Dokter menganjurkan kontrol tiga hari kemudian setelah tindakan untuk mengevaluasi  kondisi luka. Pada umumnya luka akan sembuh dalam tujuh hari. Nah setelah sembuh, masih ada yang harus dijaga supaya mata ikan tidak tumbuh lagi; yaitu tidak memakai sepatu yang sempit.
    Selain mata ikan, cauterisasi dapat juga dilakukan pada kutil dan andeng-andeng. Pada prinsipnya tindakan dan perawatan luka adalah sama seperti pada mata ikan.
    Silakan Bapak datang ke poliklinik umum ,poliklinik spesialis bedah atau spesialis kulit di RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” untuk berkonsultasi dan tentu saja mengobati mata ikan di telapak kaki Bapak….

 

{oleh : dr. Nurendah K}

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 34 (APRIL-JUNI 2013)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar