WASPADA, STROKE MULAI MENJAMAH ANAK MUDA

WASPADA, STROKE MULAI MENJAMAH ANAK MUDA

Penyakit stroke, ditengarai menjadi salah satu penyakit yang menjadi momok di Indonesia. Secara prosentase, penderitanya termasuk cukup tinggi. Pemahaman yang benar, pola hidup yang tepat, dan edukasi tanpa henti, harusnya jadi hal penting  yang harus dilakukan. Apalagi belakangan, banyak usia muda yang terkena.

 

      STROKE menduduki peringkat ke-5 sebagai penyakit penyebab kematian dan kecatatan di seluruh dunia. Hampir setiap tahun, nyaris sekitar 5 juta orang meninggal atau cacat karena stroke. Secara statistic, ini jelas bukan angka yang main-main atau dianggap remeh. Perlu satu gerakan masiv untuk mengedukasi masyarakat semua lapiran, supaya stroke bisa dihindari. Apalagi belakangan cap sebagai penyakit orang tua sudah mulai luntur, karena ternyata banyak anak muda yang mengalaminya.

      Lalu mengapa sekarang banyak anak muda yang mengidap stroke? Dari beberapa literasi yang saya baca, salah satunya jurnal Neurology di Cincinatti Amerika Serikat, melihat bahwa tren stroke pada kisaran usia 20-50 meningkat pesat, pada kisaran 20 persen. Lalu bagaimana riset mengatakan tentang meningkatnya stroke pada usia muda?

       Obesitas menjadi salah satu pemicu munculnya stroke pada usia muda. Obesitas meningkatkan risiko tinggi tekanan darah, kolesterol tinggi, dan diabetes. Dan itu semua adalah factor risiko stroke yang penting pada usia muda. Kalau melihat data pada  beberapa jurnal kesehatan internasional, mungkin Anda akan terkejut ketika melihat angka terjadinya stroke sekitar 4000 pada bayi. Kemudian sampai suai 18 tahun, ada 11 stroke pada setiap 100 ribu anak dan remaja. Artinya, stroke cukup punya peran membuat remaja dan anak-anak mengalami kecacatan.

      Lalau bagaimana mengatasi stroke pada usia muda? Ada beberapa cara yang bisa Anda lalukan:

  1. Check-Up dan identifikasi penyakit atau keluhan yang dirasakan dengan dokter yang Anda percaya.
  2. Olahraga teratur, dan menjaga berat bada. Usahakan untuk bergerak dan menghasilkan keringat.
  3. Control tekanan darah dan kolesterol, bahkan pada usia dini. Kita sering mengabaikan karena menganggap usia muda tak bakal kena stroke. Pemahaman yang salah.
  4. Mengenal da nmengontrol diabetes.
  5. Hindari rokok, obat-obatan dan alcohol.


       Memang kecacatan akibat stroke akan berakibat jangka panjang, tapi pada usia muda proses pemulihannya akan lebih cepat. Pemahaman yang tepat, bukan hanya peran dokter atau perawat saja, tapi setiap individu bisa mencari tahu dari bertanya kepada ahli kesehatan yang sesuai. Jangan sampai menyesal belakanga loh….

 

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 46 (APRIL-JUNI 2016)

Dipost Oleh Patricia Putri

patricia putri

Post Terkait

Tinggalkan Komentar