Logo

MENJADI ORANG MERDEKA YANG MENGHAMBA

MENJADI ORANG MERDEKA YANG MENGHAMBA

“Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan  seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah” ( I Petrus 2 : 16 )                

 

Sebuah Pengantar.
    Setiap kita tentu pernah bertamu. Ketika bertamu kita akan menerima sambutan dari tuan rumah . sambutan itu dapat berupa ucapan selamat datang dan kata lain yang membuat kita merasa diterima. Kemudian (biasanya) lalu akan keluar suguhan, baik berupa minuman ataupun dengan makanan pengiring lainnya. Yang membawa dan menghidangkan suguhan tersebut bisa saja pelayan dari tuan rumah atau tuan rumah sendiri. Bagaimana perasaan kita apabila si Tuan rumah mempunyai pelayan, tetapi  si Tuan rumahlah yang melayani kita, menghidangkan suguhan bagi kita. Kita tentu merasa terhormat dan semakin menghargai si Tuan rumah dan tidak pernah menganggapnya pelayan.

Sebuah Pengertian
    Dalam bahasa Jawa atau Sanksekerta, kata 'merdeka' dipadankan dengan kata mardika, yang berarti bebas, pandai terhormat, bijaksana dan tidak tunduk kepada seseorang, selain raja dan Tuhan. Sedangkan dalam bahasa melayu ada kata merdeka, yang berarti bebas dalam pengertian fisik, kejiwaan maupun dalam politik. Berdasarkan pemahaman kata yang dianggap sebagai asal katanya , 'merdeka' berarti bebas, tidak dalam kondisi terikat atau terjajah, lepas dari segala ikatan yang tidak layak atau pantas.
    Untuk kata hamba, banyak yang menjadi padanannya : Abdi (Jw), hamba sahaya (Melayu), 'ebed (Ibrani), duolos (Yunani), slave (Inggris), yang artinya (orang) yang terikat, tidak memiliki kebebasan, hanya melaksanakan perintah yang mengikat/memilikinya.

Sebuah Pemahaman : Siapa dan di mana posisi kita ?
    Tentu ada banyak untuk memahamkan pengertian tersebut. Secara hakiki,  diawali dengan penciptaan manusia, kita diciptakan dengan kebebasan untuk 'mengurus' hidup kita dan dunia. Kita diberi kebebasan untuk penjadi pengurus hidup dan kehidupan kita dan alam. Dengan kata lain kita adalah 'peñata layan kehidupan', (Kejadian 2). Meskipun merdeka tetapi  manusia memiliki keterikatan dengan Sang Khalik. Dalam keterikatan dengan Sang Khalik inilah kemerdekaan manusia menjadi berarti bagi kehidupan baik bagi diri maupun bagi ciptaan yang lain.
    Dosa menyebabkan ikatan antara manusia dengan Sang Khalik menjadi putus, sehingga kemerdekaan yang dikuasai dosa menjadi kemerdekaan yang merusak bukan hanya diri sendiri tetapi juga ciptaan yang lain. Contoh konkrit adalah kerusakan alam lingkungan karena kebebasan manusia tanpa ikatan, korupsi, pembunuhan, dan sebagainya.
    Sang khalik, Tuhan Allah pencipta alam semesta,  dalam bahasa Kawi juga disebut Sang Mardika, yang berkuasa lagi bijaksana. Sang Merdika Tuhan yang penuh rahmat dan rahim, penuh kasih  yang tidak menghendaki ciptaanNya menuju kehancuran.
    Sang Khalik berkarya untuk memulihkan manusia dan ciptaan. Sang Khalik ingin mengembalikan kemerdekaan ciptaan yang dikuasai oleh dosa. Karya pemulihan itu dalam iman Kristen dilakukan oleh karya Yesus Kristus.
    Karya cinta kasih Sang khalik melalui karya Kristus menjadi karya yang memerdekakan manusia dari kuasa dosa dan maut. Karya Kristus membebaskan manusia dan ciptaan yang lain dari belenggu dosa. Karya Kristus memulihkan manusia sebagai ciptaan seperti pada awal penciptaan. Manusia yang memiliki kebebasan mengurus hidup dan alam sekaligus memiliki keterikatan dengan Tuhan , Sang Khalik.

Sebuah kesimpulan
    Karya Tuhan menjadikan manusia merdeka dan keterhubungannya dengan Sang Pencipta, sang sumber kebaikan, Sang sumber kebenaran  sebagai eksistensinya. Karena itu sebenarnya tidak ada pilihan  selain menjadi orang merdeka yang mau menghamba bagi kebaikan, bagi kebenaran sebagai simbol kemerdekaan sejati. ***

 

{oleh : Pdt. Anung Tri Sumantyo}

 

*Dimuat dalam Majalah Kasih edisi 18 (APRIL-JUNI 2009)

Tentang Penulis

Patricia Putri

patricia putri

Prev SEMINAR AWAM MENCEGAH DAN MENGENAL PENYAKIT JANTUNG KORONER
Next VITAMIN KEGEMUKAN DAN BAB CAIR

Tinggalkan Komentar